{"id":67453,"date":"2024-12-12T10:51:42","date_gmt":"2024-12-12T03:51:42","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=67453"},"modified":"2024-12-12T10:51:42","modified_gmt":"2024-12-12T03:51:42","slug":"kamis-12-desember-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=67453","title":{"rendered":"Kamis, 12 Desember 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 12 Desember 2024<br \/>\nMatius 11:15 (Mat 11:11-15)<br \/>\n\u201dSiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Pendengar Yang Baik<\/p>\n<p>Yesus mengingatkan kita betapa pentingnya mendengar dengan baik dan benar. Allah telah memberi kita dua telinga agar kita mampu menjadi pendengar yang baik.<br \/>\nMendengar bukan hanya dari satu sisi tapi dari sisi yang lain juga, agar seimbang dan tak berat sebelah. Mendengar sambil menyimak, agar tidak masuk kiri lalu keluar kanan atau malah masuk kiri keluar kiri, maksudnya suara itu tidak masuk sama sekali dan hanya mental atau terpantul.<br \/>\nMenjadi pendengar yang baik berarti memasukkan apa yang didengar ke dalam pikiran untuk dikaji dan masuk ke dalam hati untuk dimaknai, hingga meresap ke dalam jiwa untuk diimani.<br \/>\nPaulus berkata, \u201ciman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.\u201d (Rom 10:17). Yohanes Pembaptis adalah suara orang yang berseru di padang gurun mewartakan kedatangan Yesus dan menyerukan pertobatan untuk kita dapat menerima Yesus dalam hidup sebagai Juru Selamat. Perlu kerendahan hati untuk menjadi pendengar yang baik dan menjadi pelaku firman yang diwartakan.<br \/>\n\u201dYa Yesus anugerahkanlah kami rahmat untuk mendengarkan bisikan suaraMu. Bukalah telinga kami agar menjadi pendengar yang baik dan dapat memahami isi hatiMu, mengikuti seruan pertobatan Yohanes Pembaptis dan menjadi pelaku firman yang setia. Semoga telinga kami peka terhadap bisikan suaraMu melalui sapaan orang di sekitar kami sebagai suaraMu sendiri. SabdaMu menghibur kami di saat susah dan sedih, membangkitkan harapan kami di saat kecewa dan putus asa, menegur kami di saat lengah dan lalai serta lupa diri, mengajak kami bertobat dan membaharui diri, serta meneguhkan iman kami saat tergoda untuk jauh dariMu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat mendengarkan suara Tuhan di hari yang baru ini. Maranatha!\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 12 Des 2024<br \/>\nKamis Masa Adven II<br \/>\nPF S. Maria Guadalupe<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yes 45:8<br \/>\nBacaan Injil: Mat 11:11-15<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYes 45:8<br \/>\nHai langit, turunkanlah embunmu,<br \/>\nhai awan, hujankanlah keadilan.<br \/>\nHai bumi, bukalah dirimu, dan tumbuhkanlah keselamatan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 11:11-15<br \/>\nTak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang banyak,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nSesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan<br \/>\ntidak pernah tampil seorang yang lebih besar<br \/>\ndaripada Yohanes Pembaptis.<br \/>\nNamun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya.<br \/>\nSejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang,<br \/>\nKerajaan Surga dirongrong,<br \/>\ndan orang yang merongrongnya mencoba menguasainya.<br \/>\nSebab semua kitab para nabi dan kitab Taurat,<br \/>\nbernubuat hingga tampilnya Yohanes.<br \/>\nDan jika kalian mau menerimanya,<br \/>\nYohanes itulah Elia yang akan datang itu.<br \/>\nBarangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Peringatan Fak. SP Maria Guadalupe<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya,\u201d (Mat 11: 11)<\/p>\n<p>Yohanes Pembaptis adalah seorang sosok penting pada masa Advent. Dia mengingatkan kita bahwa Natal lebih dari sekadar hura-hura melainkan tantangan untuk pembaruan dan pertobatan.<\/p>\n<p>Kita dengar pujian luar biasa yang diberikan Yesus kepada Yohanes. \u201cSesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis,\u201d (Mat 11: 11). Tetapi pujian ini diikuti oleh ungkapan yang mengejutkan bahwa, \u201cYang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.\u201d Apa artinya?<\/p>\n<p>William Barclay, seorang profesor Kitab Suci, memberikan penjelasan. Dia mengatakan bahwa yang kurang dalam diri Yohanes adalah bahwa dia belum pernah melihat Salib. Karena itu, Barclay mengatakan bahwa kedalaman kasih Tuhan adalah sesuatu yang tidak pernah dialami atau diketahui oleh Yohanes secara penuh. Menurutnya, bahkan orang Kristen yang paling sederhana pun, yang telah mengalami Salib Yesus, mendapat berkat untuk dapat mengenal kasih Tuhan lebih dalam daripada Yohanes Pembaptis yang agung. Sungguh ini adalah anugerah Tuhan yang sebenarnya tak layak untuk kita terima.<\/p>\n<p>Namun belum tentu kita lebih baik dari Yohanes. Barangkali kita lebih terberkati daripada Yohanes tetapi itu tak ada gunanya bagi kita jika kita tidak menghargai cinta yang telah Tuhan tunjukkan kepada kita. Yohanes memiliki peran dalam rencana Allah bagi keselamatan kita dan dia menggenapinya dengan luar biasa. Tugasnya adalah mempersiapkan hati kita untuk bertemu Yesus dan menunjukkan kepada kita jalan menuju Tuhan yang tidak akan pernah dialaminya seumur hidup. Panggilan kita adalah untuk mengikut Yesus melalui jalan Salib untuk memberikan kesaksian akan kasih-Nya bagi semua orang.<\/p>\n<p>Sungguh kita amat terberkati karena kita dipanggil untuk mengikut Yesus! Namun kita masih harus menyatakan kemuridan kita itu dalam tindakan, dalam kasih kepada sesama, dengan berbagi dengan sesama yang membutuhkan, dengan berlaku jujur, adil dan benar. Itulah semangat yang harus kita bangun pada masa Advent ini.<\/p>\n<p>Tuhan, kami sungguh terberkati karena kami mengalami kepenuhan kasih-Mu. Bantulah kami menghidupi berkat itu dengan tindakan nyata. St. Yohanes Pembaptis, doakanlah kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Nyatakan kemuridan kita. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"pTOjBckgKK\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/lebih-besar-dari-yohanes-pembaptis\/\">LEBIH BESAR DARI YOHANES PEMBAPTIS<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;LEBIH BESAR DARI YOHANES PEMBAPTIS&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/lebih-besar-dari-yohanes-pembaptis\/embed\/#?secret=umaZdD1A9O#?secret=pTOjBckgKK\" data-secret=\"pTOjBckgKK\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 12 Desember 2024 Matius 11:15 (Mat 11:11-15) \u201dSiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!\u201d Menjadi Pendengar Yang Baik Yesus mengingatkan kita betapa pentingnya mendengar dengan baik dan benar. Allah telah memberi kita dua&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-67453","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=67453"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67453\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67454,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67453\/revisions\/67454"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=67453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=67453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=67453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}