{"id":67304,"date":"2024-12-10T17:36:41","date_gmt":"2024-12-10T10:36:41","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=67304"},"modified":"2024-12-10T17:36:41","modified_gmt":"2024-12-10T10:36:41","slug":"selasa-10-desember-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=67304","title":{"rendered":"Selasa, 10 Desember 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 10 Desember 2024<br \/>\nMatius 18:12,14 (Mat 18:12-14)<br \/>\n\u201dBagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.&#8221;<\/p>\n<p>Jangan Ada Yang Hilang<\/p>\n<p>Betapa berharganya kita di mata Allah sehingga tak ada satupun dari antara kita dibiarkanNya hilang atau tersesat. Untuk itulah Yesus menjelma menjadi manusia untuk mencari dan menemukan yang hilang. Kata Yesus, \u201cAnak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.&#8221; (Luk 19:10).<br \/>\nSetiap saat, setiap detik Yesus mencari yang hilang agar bisa berkumpul bersama sebagai satu keluarga Allah. Segala resiko telah Ia jalani agar dapat menemukan yang hilang dan menyelamatkannya.<br \/>\nBarangkali pada mulanya orang tidak bermaksud untuk meninggalkan Tuhan atau keluarganya. Tapi karena sibuk dengan diri sendiri, mengejar ambisi dan memuaskan hawa nafsu, atau mencoba bermain api, tapi karena berjalan terlalu jauh, orang lalu menemukan dirinya telah tersesat dan tak mampu kembali. Ia merasa tak layak dan tak berdaya, malu untuk kembali, menyerah dan membiarkan diri terpisah dari kawanan. Jangan putus asa, Allah selalu berusaha mengetuk pintu hti kita dengan Roh KudusNya agar kita kembali. Ingatlah kata Yesus, \u201clebih besar sukacita di surga, bila ada 1 orang berdosa yang bertobat, daripada 99 orang lain yang tidak memerlukan pertobatan.\u201d<br \/>\nMari pulang kembali. Allah Bapa selalu menanti kita, Yesus selalu mencari kita.<br \/>\nSemoga kita juga punya hati yang sama dengan Yesus untuk ikut mencari yang hilang. Jauhkanlah pikiran bahwa karena sudah banyak anggota, toh tidak rugi bila ada 1 yang hilang.<br \/>\nBiarlah semua orang tahu bahwa Allah tak henti mencari dan merangkul putra putriNya agar mengalami sukacita kehangatan pelukannya, sebesar apapun kesalahan yang kita lakukan.<br \/>\nJangan biarkan ada satu-pun yang terpisah. Mari saling mengampuni dan menerima sesama yang telah menyakiti hati kita, sebesar apapun kesalahan yang telah dilakukan.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Mari kembali ke jalan Tuhan dan ikut mencari yang hilang.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 10 Des 2024<br \/>\nSelasa Masa Adven II<br \/>\nPF S. Perawan Maria dari Loreto<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBacaan Injil: Mat 18:12-14<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 18:12-14<br \/>\nBapamu tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Bagaimana pendapatmu?<br \/>\nJika seorang mempunyai seratus ekor domba,<br \/>\ndan seekor di antaranya sesat,<br \/>\ntidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan,<br \/>\nlalu pergi mencari yang sesat itu?<br \/>\nDan Aku berkata kepadamu,<br \/>\nSungguh, jika ia berhasil menemukannya,<br \/>\nlebih besarlah kegembiraannya atas yang seekor itu<br \/>\ndaripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.<br \/>\nDemikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki<br \/>\nseorang pun dari anak-anak ini hilang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>JADILAH GEMBALA DAN DOMBA YANG BAIK<br \/>\n(RD John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Perumpamaan tentang domba yang hilang<\/p>\n<p>Seorang gembala yang baik tidak akan membiarkan SALAH SATU DOMBA gembalaanNya HILANG atau TERSESAT. Ia tidak akan bahagia dan tenang hidupnya bila domba gembalaannya hilang, tersesat atau berkurang walaupun hanya satu. Alasannya karena masing2 domba itu BERHARGA di mata gembalanya.<br \/>\nTUHAN sebagai GEMBALA juga tidak menghendaki seorangpun dari domba gembalaanNya, dari anak2Nya (saya, anda) HILANG atau TERSESAT. HatiNya cemas, gelisah, tidak tenang. Dia menghendaki anak yang hilang atau tersesat itu &#8220;pulang&#8221; ke pangkuanNya dan bersatu denganNya dan dengan anggota kawanan yang lain. Semua domba sungguh berharga di mata Tuhan. Tidak ada diskriminasi; tidak ada yang tidak dicintai; tidak ada yang ditelantarkan; semua (yang sehat dan sakit) dihimpun dan dibimbing Tuhan dengan KASIH YANG SAMA. &#8220;Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, LEBIH BESAR KEGEMBIRAANNYA atas yang seekor itu daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak tersesat. Demikianlah Bapamu yang di surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak2 ini hilang.&#8221; (Mat. 18:12-14).<\/p>\n<p>Tuhan dengan penuh cinta dan pengorbanan &#8220;mencari, menemukan kembali, dan membawa pulang&#8221; saya, anda yang sering &#8220;hilang dan tersesat&#8221; (karena menjauh dan melupakan Tuhan dengan hanya menyandarkan diri dan hidup saya, anda pada pekerjaan, harta kekayaan, uang, pangkat dan jabatan saya, anda, dll sikap yang menunjukkan bhw saya, anda mulai melupakan Tuhan). Tuhan dengan penuh cinta dan kerelaan MENEBUS umat manusia (saya,anda) yang hilang, tersesat dan berdosa dengan SENGSARA dan MENUMPAHKAN DARAHNYA DI KAYU SALIB agar manusia (saya,anda) memperoleh penghapusan dosa dan memperoleh keselamatan yang membahagiakan.<\/p>\n<p>Satu ajakan Tuhan utk saya, anda dalam hidup ini, teristimewa pada masa Adven ini, agar saya, anda menjadi GEMBALA YANG BAIK bagi diri sendiri dan orang lain dan berusaha MENJADI DOMBA YANG BAIK (tidak hilang, tersesat atau menghilangkan diri, tetapi tetap aktip mencari Tuhan, Gembala yang menuntun diri dan hidup saya, anda).<\/p>\n<p>Selamat menjadi gembala dan domba yang baik. Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang sudah, sedang dan akan menjadi gembala dan domba yang baik di sini\u00a0saat\u00a0ini.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 10 Desember 2024 Matius 18:12,14 (Mat 18:12-14) \u201dBagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-67304","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=67304"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67304\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67305,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67304\/revisions\/67305"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=67304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=67304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=67304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}