{"id":67226,"date":"2024-12-09T11:01:36","date_gmt":"2024-12-09T04:01:36","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=67226"},"modified":"2024-12-09T11:01:36","modified_gmt":"2024-12-09T04:01:36","slug":"senin-09-desember-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=67226","title":{"rendered":"Senin, 09 Desember 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 09 Desember 2024<br \/>\nHari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda<br \/>\nLukas 1:38 (Luk 1:26-38)<br \/>\nKata Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;<\/p>\n<p>Janji Keselamatan Allah Melalui Hawa Baru<\/p>\n<p>Sejak kejatuhan manusia pertama dalam dosa, Allah Bapa tidak ingin rencana keselamatanNya untuk semua manusia ciptaanNya gagal oleh kedosaan manusia. Oleh karena itu, Allah telah merancang karya penebusanNya bagi manusia dengan menjanjikan Hawa baru, yang akan melahirkan Sang Penebus Dosa. Dalam Kejadian 3:15, Allah bersabda, \u201cAku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.\u201d<br \/>\nJanji Allah ini diteguhkan kembali oleh para Nabi yang menubuatkan bahwa Sang Penebus Dosa, Putra Allah sendiri, akan lahir dari seorang perawan (Yes 7:14). Sang perawan ini telah dipersiapkan Allah sejak awal ia dikandung untuk kelak menjadi mempelai suci Allah Roh Kudus, dan menjadi Ibunda Sang Penebus.<br \/>\nOleh karena itu Allah telah menganugerahkan kemurnian hati kepada Maria sejak ia dikandung, agar ia dapat melahirkan Putra Allah oleh kuasa Roh Kudus. Dengan seutuhnya bersandar pada kasih setia Allah, Maria percaya rancangan Allah itulah yang terbaik baginya. Maka dengan penuh iman ia berserah, &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221; (Luk 1:38).<br \/>\nInilah sikap iman Bunda Maria yang menjadi teladan bagi kita untuk berserah penuh pada kehendak dan rancangan Allah bagi kita. Dalam Yeremia 29:11, Allah bersabda, \u201cSebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.\u201d<br \/>\nDemikianlah Allah Bapa kita telah merancang hidup kita, yang terbaik sesuai kehendakNya. Sekalipun begitu banyak hal yang tak mampu kita mengerti mengapa terjadi, dengan penuh penyerahan diri kita berseru kepada Allah, sama seperti Yesus yang berserah pada kehendak BapaNya di taman Getsemani: \u201cBukan kehendakku melainkan kehendakMu-lah yang terjadi.\u201d (Luk 22:42).<br \/>\nHidup kita menjadi penuh makna saat kita melihat semua yang terjadi dalam bingkai rancangan Allah. Dengan mata iman ini kita dapat melihat dan mengerti dari mana kita berasal dan ke mana kita menuju, dan bagaimana Tuhan menemani dan menuntun kita dalam seluruh suka duka ziarah hidup kita di dunia..<br \/>\n\u201dBunda Maria, doakanlah kami kepada Kristus Puteramu, agar kami kuat dan tabah menjalani ziarah kami di dunia ini hingga kelak sampai ke Rumah Bapa di Surga. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Raya, mari berserah selalu pada perkataan Tuhan\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Des 2024<br \/>\nSenin Masa Adven II<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 1:28<br \/>\nBacaan Injil: Luk 1:26-38<br \/>\n*************************************,<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 1:28<br \/>\nSalam, hai engkau yang dikaruniai,<br \/>\nTuhan menyertai engkau.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 1:26-38<br \/>\nSalam, hai engkau yang dikaruniai,<br \/>\nTuhan menyertai engkau.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Dalam bulan yang keenam<br \/>\nAllah mengutus malaikat Gabriel<br \/>\nke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret,<br \/>\nkepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang<br \/>\nbernama Yusuf dari keluarga Daud;<br \/>\nnama perawan itu Maria.<\/p>\n<p>Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata,<br \/>\n&#8220;Salam, hai engkau yang dikaruniai,<br \/>\nTuhan menyertai engkau.&#8221;<br \/>\nMaria terkejut mendengar perkataan itu,<br \/>\nlalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.<br \/>\nKata malaikat itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Jangan takut, hai Maria,<br \/>\nsebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.<br \/>\nSesungguhnya engkau akan mengandung<br \/>\ndan akan melahirkan seorang anak laki-laki,<br \/>\ndan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.<br \/>\nIa akan menjadi besar<br \/>\ndan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.<br \/>\nDan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya<br \/>\ntakhta Daud, bapa leluhur-Nya.<br \/>\nIa akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub<br \/>\nsampai selama-lamanya,<br \/>\ndan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.&#8221;<br \/>\nKata Maria kepada malaikat itu,<br \/>\n&#8220;Bagaimana hal itu mungkin terjadi,<br \/>\nkarena aku tidak bersuami?&#8221;<br \/>\nJawab malaikat itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Roh Kudus akan turun atasmu<br \/>\ndan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau;<br \/>\nsebab itu anak yang akan kaulahirkan itu<br \/>\nakan disebut kudus, Anak Allah.<br \/>\nDan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu,<br \/>\nia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya,<br \/>\ndan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.<br \/>\nSebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.&#8221;<br \/>\nMaka kata Maria,<br \/>\n&#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan;<br \/>\njadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;<br \/>\nLalu malaikat itu meninggalkan dia.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa<\/p>\n<p>Catatan: Berhubung karena tanggal 08 Desember jatuh pada hari Minggu maka HR Maria dikandung tanpa dosa diundur ke hari ini.<\/p>\n<p>RAHIM KUDUS MENGANDUNG DAN MELAHIRKAN \u201cYANG TERKUDUS\u201d<\/p>\n<p>\u201cTak mungkin Allah membiarkan Putra-Nya dikandung dan dilahirkan oleh sebuah rahim yang berlumuran dosa.\u201d<\/p>\n<p>Sama seperti kehamilannya adalah sebuah kemustahilan bagi manusia, tapi tidak bagi Allah, demikian pun ketidakberdosaan Santa Maria dimungkinkan karena perbuatan Allah yang besar dan dahsyat terjadi padanya. Maka Allah meneguhkan: &#8220;Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.\u201d ( ayat 35 )<\/p>\n<p>Maka jawaban Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.\u201d ( ayat 38 ) bukan menjadi awal dari kekudusan Maria, melainkan kesiap-sediaan Maria untuk diproses oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya.<\/p>\n<p>Karena itu, kita semua diingatkan untuk:<\/p>\n<p>1) Menjadi kudus bukanlah hal yang mustahil, karena sesungguhnya hanya sebuah pilihan sadar dari mereka yang berniat menjadi kudus seperti santo dan santa dalam Gereja;<\/p>\n<p>2) Sesaat ketika kita memilih untuk hidup suci maka saat itulah Allah akan memakai kita secara ajaib dan mengherankan;<\/p>\n<p>3) Bila kita berkehendak untuk menjadi kudus maka Roh Kudus pasti akan membantu menjaga dan melindungi kita di jalan kekudusan itu.<\/p>\n<p>Akhirnya bila kekudusan adalah syarat mutlak untuk masuk surga, kenapa Anda tidak mau memilihnya? Ingat bagi Allah tidak ada kata terlambat bagi mereka yang ingin dan punya kehendak kuat untuk menjadi kudus seperti Bunda Maria.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 09 Desember 2024 Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Lukas 1:38 (Luk 1:26-38) Kata Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221; Janji Keselamatan Allah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-67226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=67226"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67227,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67226\/revisions\/67227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=67226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=67226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=67226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}