{"id":66988,"date":"2024-12-06T09:29:24","date_gmt":"2024-12-06T02:29:24","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=66988"},"modified":"2024-12-06T09:29:24","modified_gmt":"2024-12-06T02:29:24","slug":"jumat-06-desember-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=66988","title":{"rendered":"Jumat, 06 Desember 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 06 Desember 2024<br \/>\nPeringatan St Nikolas (Sinterklaas)_<br \/>\nMatius 9:28-29 (Mat 9:27-31)<br \/>\nSetelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: &#8220;Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Ya Tuhan, kami percaya.&#8221; Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: &#8220;Jadilah kepadamu menurut imanmu.&#8221;<\/p>\n<p>Iman Oleh Pendengaran<\/p>\n<p>Kedua orang buta yang datang kepada Yesus tentu saja belum pernah melihat Yesus karena mereka buta. Tapi mereka banyak mendengar tentang Yesus yang sanggup menyembuhkan orang sakit dan membuka mata orang buta. Sekalipun hanya melalui pendengaran, mereka mencari tahu siapakah Yesus itu. Dari pendengarannya mereka sampai pada iman akan Yesus. Karena itu dengan lantang mereka berseru, \u201cKasihanilah kami, hai Anak Daud!\u201d<br \/>\nDalam Roma 10:17, Paulus berkata, \u201cIman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.\u201d Firman Kristus perlu diperdengarkan, diwartakan dan diceritakan sehingga orang lain dapat mendengar dan percaya. Apakah kita termasuk orang yang suka bercerira tentang Yesus? Atau kita hanya diam dan menahan semua kisah tentang Yesus dan semua karyaNya hanya untuk diri sendiri? Mari ikut mewartakan dan memperdengarkan kepada orang lain betapa baiknya Tuhan bagi kita. Ceritakanlah karya-karya kasih Kristus, bagaimana Ia menolong dan menyelamatkan kita, bagaimana Ia menjawab doa-doa kita, menemani kita dalam suka duka kehidupan ini. Sungguh Ia adalah Tuhan yang mengerti dan peduli dengan semua pergumulan hidup kita. Bawalah sebanyak mungkin orang pada iman akan Yesus, sehingga dengan mata iman orang dapat melihat, dalam Yesus semua harapan kita terpenuhi.<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat pertama di bulan Desember. Mari berkisah tentang Yesus. Ia akan datang menyelamatkan kita. Maranatha!\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 06 Des 2024<br \/>\nJumat Masa Adven I<br \/>\nPF S. Nikolaus, Uskup<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBacaan Injil: Mat 9:27-31<br \/>\n**********************************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 9:27-31<br \/>\nDua orang buta disembuhkan karena percaya kepada Yesus.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa ada dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru,<br \/>\n&#8220;Kasihanilah kami, hai Anak Daud!&#8221;<br \/>\nSetelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah,<br \/>\ndatanglah kedua orang itu kepada-Nya.<\/p>\n<p>Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?&#8221;<br \/>\nMereka menjawab, &#8220;Ya Tuhan, kami percaya.&#8221;<br \/>\nLalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata,<br \/>\n&#8220;Terjadilah padamu menurut imanmu.&#8221;<br \/>\nMaka meleklah mata mereka.<br \/>\nLalu dengan tegas Yesus berpesan kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Jagalah, jangan seorang pun mengetahui hal ini.&#8221;<br \/>\nTetapi mereka keluar dan memasyhurkan Yesus<br \/>\nke seluruh daerah itu.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: &#8220;Kasihanilah kami, hai Anak Daud.\u201d [Mat 9: 27]<\/p>\n<p>Yesus memberikan penglihatan kepada dua orang buta yang berseru dengan iman, &#8220;Kasihanilah kami, hai Anak Daud.&#8221; Kesembuhan mereka mengingatkan kita di masa Adven ini akan janji Allah untuk memulihkan bukan hanya penglihatan fisik tetapi juga kejernihan moral dan pemahaman spiritual. Adven adalah masa pengharapan, yang mengundang kita untuk merindukan dunia yang penuh keadilan, kesetaraan, dan penebusan, di mana pemerintahan Allah dinyatakan sepenuhnya.<\/p>\n<p>Yesaya menubuatkan masa depan yang bebas dari penindasan, penipuan, dan ketidakadilan, di mana kejujuran dan kebenaran menang. Visi ini mendorong kita untuk meneliti kebutaan moral di zaman kita \u2013 pelanggaran hak asasi manusia, arogansi dalam menegakkan nilai-nilai sekuler, dan kelemahan sistem peradilan yang sering kali lebih mengutamakan kekuasaan daripada integritas. Paus Fransiskus secara konsisten menyoroti ketidakadilan ini, mendorong umat Kristiani untuk menjadi saksi belas kasih dan katalisator perubahan di dunia yang terpecah belah. Dia mengingatkan kita bahwa iman tanpa tindakan tidak akan terpenuhi.<\/p>\n<p>Penyembuhan kedua orang buta dalam Injil menyatakan belas kasih Allah kepada mereka yang dengan tulus mencari Dia. Hal ini juga menyoroti kebutaan rohani kita \u2013 kesulitan kita untuk melihat dengan jelas jalan kebenaran di tengah-tengah godaan duniawi yang menghalangi. Masa Adven menjadi saat yang baik membangun sikap tobat, memiliki hati yang terbuka untuk berubah dan bertumbuh.<\/p>\n<p>Marilah kita lakukan tindakan-tindakan positif, tindakan keadilan, kebaikan, dan rekonsiliasi yang membawa kita lebih dekat kepada Kerajaan Allah. Seperti orang-orang buta itu, marilah kita berseru dengan iman, percaya pada kuasa Tuhan untuk menyembuhkan penglihatan kita. Kiranya kita menjadi pembawa-pembawa terang-Nya, menunjukkan kehadiran Allah yang luar biasa di tengah dunia yang merindukan penebusan.<\/p>\n<p>Tuhan Yesus, sembuhkan kebutaan kami. Jadikan kami pembawa terang-Mu agar keadilan dan kebenaran ditegakkan dan belas kasih dinyatakan, sehingga Kerajaan-Mu datang. Amin.<\/p>\n<p>Selamat ber-Jumat-Pertama. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"b01af3GugV\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/melihat-lebih-jelas\/\">MELIHAT LEBIH JELAS<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;MELIHAT LEBIH JELAS&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/melihat-lebih-jelas\/embed\/#?secret=JeksmQAHMX#?secret=b01af3GugV\" data-secret=\"b01af3GugV\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 06 Desember 2024 Peringatan St Nikolas (Sinterklaas)_ Matius 9:28-29 (Mat 9:27-31) Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: &#8220;Percayakah kamu,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-66988","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/66988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=66988"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/66988\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66989,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/66988\/revisions\/66989"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=66988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=66988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=66988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}