{"id":65969,"date":"2024-11-23T19:58:42","date_gmt":"2024-11-23T12:58:42","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=65969"},"modified":"2024-11-23T19:58:42","modified_gmt":"2024-11-23T12:58:42","slug":"sabtu-23-november-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=65969","title":{"rendered":"Sabtu, 23 November 2024"},"content":{"rendered":"\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 144:1<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku,\u00a0Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang.<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pengikut-pengikut pun tiada lain akhir hidupnya. Maut pasti datang. Tetapi mereka mengharapkan hidup di seberang maut. Sebagaimana Yesus menerjang maut mencapai hidup sejati, demikian pula mereka mengharapkan berkat daya kekuatan-Nya dapat ikut serta dalam hidup yang sama. Bagaimana bentuknya kita tidak tahu. Hubungan kita dengan Bapa dan antarkita sendiri akan dimahkotai dalam Kristus.<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:\u00a0Allah Bapa kami yang mahasempurna,\u00a0manusia dan ciptaan lainnya Kaukehendaki disempurnakan\u00a0oleh Roh-Mu yang telah kaujanjikan.\u00a0Semoga kami terbuka menerima daya hidup kami.\u00a0Demi Yesus Kristus Putra-Mu<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Wahyu 11:4-12<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku, Yohanes, mendengar suatu suara yang berkata, \u201cLihatlah kedua saksiku ini. Mereka itulah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Jika ada orang yang hendak menyakiti keduanya keluarlah api dari mulut mereka dan menghanguskan semua musuh mereka. Jika ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara demikian. Kedua saksi itu mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat. Dimilikinya pula kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali dikehendakinya. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksiannya, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka. Mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku, bahasa dan kaum melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak akan memperbolehkan mayat itu dikubur. Dan para penduduk bumi akan bergembira dan bersukacita atas kedua saksi itu. Mereka akan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi. Tetapi, tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam kedua orang itu, sehingga mereka bangkit. Semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. Dan orang-orang itu akan mendengar suara yang nyaring dari surga berkata kepada mereka, \u201cNaiklah ke mari!\u201d Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.<br \/>Demikianlah sabda Tuhan<br \/>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 144:1,2,9-10<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.\u00a0<em>Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!<\/em><\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\">\r\n<li>Terpujilah Tuhan, Gunng Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li>Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung. Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku.<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li>Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu; dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>\u00a0Alleluya, alleluya<\/em><br \/>S : (2Tim 1:10b)<em>Juruselamat kita Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.<\/em><\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 20:27-40<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAllah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu ketika datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada Yesus, \u201cGuru, Musa menulis untuk kita perintah ini: Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki mati meninggalkan isteri tetapi tidak meninggalkan anak, maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya. Ada tujuh orang bersaudara.. Yang pertama kawin dengan seorang wanita lalu mati tanpa meninggalkan anak. Lalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga, dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu. Mereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak. Akhirnya wanita itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan wanita itu? Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.\u201d Berkatalah Yesus kepada mereka, \u201cOrang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang dianggap layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi. Mereka sama dengan malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, karena di hadapan Dia semua orang hidup.\u201d Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata, \u201cGuru, jawab-Mu itu tepat sekali.\u201d Maka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.<br \/>IDemikianlah Sabda Tuhan<br \/>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria<\/em>.<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Sabtu, 23 November 2024, Hari Biasa Pekan 33.<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tema Resi kita kali ini adalah:\u00a0<em><strong>\u201cAllah, Sumber Kehidupan Kekal\u201d\u00a0<\/strong><\/em>Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Sahabatku, saudari-saudara yang diksihi dan mengasihi hati Yesus. \u00a0Injil hari ini mengisahkan tentang dialog Tuhan Yesus dengan orang Saduki yang tidak percaya pada kebangkitan. Mereka mencoba menjebak Tuhan Yesus dengan pertanyaan mengenai kebangkitan dan perkawinan, namun Tuhan Yesus menunjukkan kebijaksanaan-Nya dengan mengungkapkan kebenaran yang lebih dalam: yaotu Allah adalah Allah orang hidup, bukan orang mati. Lalu apa yang bisa kita renungkan dari bacaan injil yang kita dengarkan hari ini? Saya menawarkan 3 hal saja, yaitu:<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\">\r\n<li><strong>Allah kita adalah Sumber Kehidupan Kekal:\u00a0<\/strong>Yesus menegaskan bahwa Allah adalah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub\u2014Allah dari orang-orang hidup. Hal ini mengingatkan kita bahwa hidup tidak berhenti di dunia ini. Kita semua dipanggil untuk mempersembahkan hidup kita kepada Allah, Sang Sumber Kehidupan, dengan keyakinan bahwa cinta-Nya melampaui kematian. Bagaimana kita hari ini hidup dengan pengharapan pada kehidupan kekal?<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li>\u00a0<strong>Hidup itu tidak terbatas pada dunia ini saja:\u00a0<\/strong>Yesus menjelaskan bahwa kehidupan setelah kebangkitan berbeda dengan kehidupan di dunia. Para pengikut Yesus dipanggil untuk memiliki perspektif hidup kekal. Dalam semangat pengorbanan dan kasih, hidup kita menjadi persembahan yang mempersiapkan kita untuk menyatu dengan Allah. Apakah hidup kita saat ini mencerminkan kesiapan untuk kehidupan kekal?<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li><strong>Kasihlah yang menyempurnakan segalanya:\u00a0<\/strong>Kehidupan kekal adalah kehidupan di mana kasih Allah menjadi pusat segalanya. Kasih yang kita hidupi dan sebarkan di dunia ini adalah cerminan dari kasih kekal Allah. Lalu bagaimana kita menunjukkan kasih itu kepada sesama dalam tindakan konkret, terutama kepada mereka yang membutuhkan?<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudari-saudaraku yang dikasihi dan mengasih Hati yesus. Mari kita bertanya pada diri kita masing-masing, apakah hidup kita hari ini sudah mencerminkan iman kepada Allah sebagai sumber kehidupan kekal? Dengan semangat cinta, pengorbanan, dan harapan, kita diajak untuk terus mempersembahkan hidup kita bagi Allah dan sesama, sambil mempersiapkan diri menyongsong kehidupan yang abadi bersama-Nya.\u00a0<strong>Hidup kita adalah milik Allah, Sang Sumber Kehidupan yang sejati.<\/strong><\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Doa:\u00a0<\/strong>Ya Allah, Engkaulah Allah dari orang hidup, bukan orang mati. Bantulah kami untuk hidup dengan pengharapan akan kehidupan kekal dan mempersembahkan hidup kami sebagai persembahan kasih kepada-Mu dan sesama. Amin. Dan Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita. Amin. Tuhan memberkati. Berkah dalem.<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa Raja damai,\u00a0semoga roti anggur ini Kauberkati\u00a0menjadi lambang keselamatan kami.\u00a0Semoga roti anggur ini menjaga kami\u00a0dan menjadi pedoman kedamaian dalam keadaan apa pun\u00a0berkat Yesus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Lukas 20:37.38<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Musa menyebut Tuhan Allah Abraham, Allah Ishak,\u00a0dan Allah Yakub.\u00a0Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup,\u00a0sebab di hadapan Dia semua orang hidup.<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:\u00a0Allah Bapa kami di surga,\u00a0kami bersyukur atas Roh Putra-Mu,\u00a0yang dilimpahkan kepada kami,\u00a0bila kami berkumpul mengikuti perjamuan.\u00a0Semoga daya kekuatan hidup yang pokok itu\u00a0jangan sampai meninggalkan kami.\u00a0Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-23-November-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Sabtu 23 November 2024 oleh Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/11\/22\/sabtu-23-november-2024-hari-biasa-pekan-xxxiii\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/11\/22\/sabtu-23-november-2024-hari-biasa-pekan-xxxiii\/<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=65969-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\r\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_7439\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-65969-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-23-November-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-23-November-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-23-November-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-23-November-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=65969-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-23-November-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Sabtu-23-November-2024-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 144:1 Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku,\u00a0Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang. PENGANTAR: Pengikut-pengikut pun tiada lain akhir hidupnya. Maut pasti datang. Tetapi mereka mengharapkan hidup di seberang maut. Sebagaimana&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-65969","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=65969"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65972,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65969\/revisions\/65972"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=65969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=65969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=65969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}