{"id":65956,"date":"2024-11-23T19:20:59","date_gmt":"2024-11-23T12:20:59","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=65956"},"modified":"2024-11-23T19:20:59","modified_gmt":"2024-11-23T12:20:59","slug":"sabtu-23-november-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=65956","title":{"rendered":"Sabtu, 23 November 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 23 November 2024<br \/>\nLukas 20:33(Luk 20:27-40)<br \/>\n\u201dBagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.&#8221;<\/p>\n<p>Cita-cita Hidup Surgawi<\/p>\n<p>Orang-orang Saduki tidak percaya adanya kebangkitan orang mati. Untuk menolak ajaran mengenai kebangkitan, mereka mengajukan kepada Yesus sebuah kasus yang sulit dibayangkan bila sampai terjadi: ada 7 bersaudara yang kawin dengan seorang wanita semasa hidupnya di dunia. Bila ada kebangkitan orang mati, siapa dari antara 7 bersaudara itu yang menjadi suaminya? Mereka semua adalah suaminya, jadi punya hak yang sama terhadap istrinya. Nah, bagaimana mungkin 1 orang perempuan tinggal bersama dengan 7 suami?<br \/>\nSungguh sebuah kasus yang sangat rumit bila kebangkitan ingin dipahami secara logika insani. Tapi syukurlah yang menjawab pertanyaan mereka adalah Yesus yang tahu persis bagaimana sebenarnya hidup di surga itu.<br \/>\nYesus telah turun dari surga untuk mewartakan kehidupan surgawi kepada kita dan menuntun kita ke sana. Jawab Yesus: &#8220;Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.\u201d (20:34-36).<br \/>\nDemikianlah Yesus mematahkan cara berpikir logis rasional yang tidak menempatkan perspektif iman dalam perkara-perkara kehidupan di dunia ini. Janganlah karena dianggap tidak masuk akal secara logika lantas kita menolak kebenaran iman mengenai kebangkitan dan hidup surgawi.<br \/>\nBetapa Yesus ingin agar realitas surgawi bisa dinikmati dan dicicipi oleh semua putra putri Allah yang sungguh mengimani Allah sebagai Allah orang hidup yang menjanjikan hidup kekal bagi yang percaya kepadaNya. Hidup surgawi itu telah ada dalam hidup duniawi kita. Yakni hidup bersatu dengan Allah dalam iman akan Yesus. Entah dalam bentuk hidup perkawinan maupun dalam hidup selibat tidak kawin. Semua jalan hidup yang kita pilih ini adalah persiapan hidup surgawi, yang dimulai dengan saling mengasihi, saling menjadi bagian, dalam iman akan Yesus dan pengharapan akan hidup kekal.<br \/>\nMari kita jadikan cita-cita surgawi menjadi tujuan hidup dan karya kita di dunia ini. Yesus telah bangkit, maka kebangkitan adalah bagian hidup kita yang mengimani Yesus. Dalam perspektif ini, semua yang kita kerjakan di dunia adalah persiapan untuk hidup dalam kebahagiaan kekal bersama Bapa Putera dan Roh Kudus serta semua keluarga Allah di surga.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus menyertai kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 23 Nov 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XXXIII<br \/>\nPF S. Kolumbanus, Abas<br \/>\nPF S. Klemens I, Paus dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b<br \/>\nBacaan Injil: Luk 20:27-40<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Tim 1:10b<br \/>\nJuruselamat kita Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut<br \/>\ndan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 20:27-40<br \/>\nAllah bukanlah Allah orang mati,<br \/>\nmelainkan Allah orang hidup.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Santo Lukas:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika<br \/>\ndatanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki<br \/>\nyang tidak mengakui adanya kebangkitan.<br \/>\nMereka bertanya kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Guru, Musa menulis untuk kita perintah ini:<br \/>\n&#8216;Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki<br \/>\nmati meninggalkan isteri, tetapi tidak meninggalkan anak,<br \/>\nmaka saudaranya harus kawin dengan wanita itu<br \/>\ndan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.&#8217;<br \/>\nAda tujuh orang bersaudara.<br \/>\nYang pertama kawin dengan seorang wanita<br \/>\nlalu mati tanpa meninggalkan anak.<br \/>\nLalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga,<br \/>\ndan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu.<br \/>\nMereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak.<br \/>\nAkhirnya wanita itu pun mati.<br \/>\nBagaimana sekarang dengan wanita itu?<br \/>\nSiapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan?<br \/>\nSebab ketujuhnya telah beristerikan dia.&#8221;<\/p>\n<p>Berkatalah Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Orang dunia ini kawin dan dikawinkan,<br \/>\ntetapi orang yang dianggap layak untuk mendapat bagian<br \/>\ndalam dunia yang lain itu<br \/>\ndan dalam kebangkitan dari antara orang mati<br \/>\ntidak kawin dan tidak dikawinkan.<br \/>\nSebab mereka tidak dapat mati lagi.<br \/>\nMereka sama dengan malaikat-malaikat<br \/>\ndan menjadi anak-anak Allah,<br \/>\nkarena mereka telah dibangkitkan.<\/p>\n<p>Tentang bangkitnya orang-orang mati,<br \/>\nMusa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri,<br \/>\ndi mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.<br \/>\nIa bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup,<br \/>\nkarena di hadapan Dia semua orang hidup.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata,<br \/>\n&#8220;Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.&#8221;<br \/>\nMaka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.<\/p>\n<p>Demikianlah Sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA MUTIARA DOBO<\/p>\n<p>MEREKA YANG LAYAK MASUK SURGA<\/p>\n<p>\u201cKehendak utama dan terdalam hati Allah adalah agar kelak kita semua masuk surga, namun setiap orang harus berjuang menggapainya.\u201d<\/p>\n<p>Keadaan surga dan mereka yang layak memasukinya itu dilukiskan oleh Yesus dalam Injil hari ini: &#8220;tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.&#8221; ( ayat 35 )<\/p>\n<p>Karena itu inilah yang harus Anda lakukan:<\/p>\n<p>1) Berimanlah dengan sungguh dan benar kepada Tuhan Yesus;<\/p>\n<p>2) Lakukanlah perbuatan baik sebagai buah dari imanmu;<\/p>\n<p>3) Bantulah sesamamu untuk bisa masuk surga kelak selama hidup masih terberi kepadamu.<\/p>\n<p>Akhirnya jika Anda ingin menjadi penghuni surga kelak maka sekarang jadilah penghuni dunia yang baik dan suci.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 23 November 2024 Lukas 20:33(Luk 20:27-40) \u201dBagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.&#8221; Cita-cita Hidup Surgawi Orang-orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-65956","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=65956"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65956\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65957,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65956\/revisions\/65957"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=65956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=65956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=65956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}