{"id":65693,"date":"2024-11-20T07:19:33","date_gmt":"2024-11-20T00:19:33","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=65693"},"modified":"2024-11-20T07:19:33","modified_gmt":"2024-11-20T00:19:33","slug":"rabu-20-november-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=65693","title":{"rendered":"Rabu, 20 November 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 20 November 2024<br \/>\nLukas 19:26 (Luk 19:11-28)<br \/>\n\u201dAku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.\u201d<\/p>\n<p>Melihat Yang Ada Bukan Yang Tidak Ada<\/p>\n<p>Banyak orang mengeluh karena merasa tidak punya apa-apa. Lebih tepatnya, merasa tidak punya cukup. Tidak punya cukup uang, tidak punya cukup modal, tidak punya cukup bakat, dan berbagai tidak cukup lainnya.<br \/>\nLalu orang menaruh kebahagiaannya yakni ketika semua yang ia perlukan telah tercukupi. Apa jadinya? Sampai penghujung hidupnya ia tidak bahagia karena merasa tidak pernah cukup.<br \/>\nIni yang terjadi dengan orang-orang yang diberi uang mina dalam perumpamaan Yesus dalam Injil hari ini. Yang dua berhasil melipatgandakan uang mina mereka, sementara yang ke tiga merasa uangnya tidak cukup. Apalagi ketika ia membandingkan dengan orang lain apa yang diterimanya, ia merasa tidak diperlakukan dengan adil. Akhirnya ia tidak berbuat apa-apa dengan apa yang diterimanya.<br \/>\nInilah mentalita \u2018miskin\u2019 yang menyebabkan orang jatuh miskin dan tidak berbuat apa-apa. Selalu melihat diri miskin dan tidak punya apa-apa. Padahal Tuhan memberi kita waktu yang sama 24 jam sehari serta bakat dan talenta yang melimpah untuk dikembangkan dan dibagi. Bahkan janda miskin dalam kisah Yesus, sanggup membawa persembahan syukur yang melimpah kepada Tuhan.<br \/>\nMulailah dengan memberi, maka kita akan diberi. Jangan sebaliknya. Akan terjadi apa yang dikatakan Yesus, \u201cSetiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.\u201d<br \/>\nOrang yang mau memberi pasti ia mempunyai. Kepadanya akan selalu ditambahkan. Tapi orang yang selalu berkata tidak punya apa-apa, daripadanya akan diambil semua yang ada padanya. Itulah orang yang selalu merasa berkekurangan.<br \/>\nTidak perlu membayangkan 7 keajaiban dunia itu adalah piramida Mesir, tembok Cina, candi Borobudur dan lain sebagainya yang megah. Lihatlah ke dalam diri dan temukanlah keajaiban itu berupa berkat Tuhan yakni bahwa kita \u2018dapat melihat, mendengar, mencium, merasa, menyentuh, mencintai, dan tertawa.\u2019 Pakailah rumus matematika sebagai rumus kehidupan untuk menambah (+), mengalikan (x), dan berbagi (:), semua berkat itu. Lihatlah betapa kita melimpah dengan syukur atas berkat-berkat Tuhan.<br \/>\nMari belajar mengembangkan semua talenta, potensi, anugerah yang Tuhan berikan. Sebuah senyuman, sentuhan kecil, sapaan penuh kasih, sangat mahal harganya, dan dalam nilainya. Bagikanlah dan bahagia menanti kita.<\/p>\n<p>Melimpah berkat Tuhan hari ini, mari bersyukur.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 20 Nov 2024<br \/>\nRabu Pekan Biasa XXXIII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:16<br \/>\nBacaan Injil: Luk 19:11-28<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:16<br \/>\nAku telah menetapkan kalian supaya kalian pergi<br \/>\ndan menghasilkan buah yang takkan binasa, sabda Tuhan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 19:11-28<br \/>\nMengapa uangku tidak kau berikan kepada orang yang menjalankan uang?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem,<br \/>\norang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera nampak.<br \/>\nMaka Yesus berkata,<br \/>\n&#8220;Ada seorang bangsawan berangkat ke negeri yang jauh<br \/>\nuntuk dinobatkan menjadi raja.<br \/>\nSesudah itu baru ia akan kembali.<br \/>\nMaka ia memanggil sepuluh orang hambanya,<br \/>\ndan memberikan mereka sepuluh mina katanya,<br \/>\n&#8216;Pakailah ini untuk berdagang sampai aku kembali.&#8217;<\/p>\n<p>Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia,<br \/>\nlalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan,<br \/>\n&#8216;Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.&#8217;<br \/>\nDan terjadilah, ketika ia kembali, setelah dinobatkan menjadi raja,<br \/>\nia menyuruh memanggil hamba-hambanya,<br \/>\nyang telah diberinya uang itu,<br \/>\nuntuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.<br \/>\nOrang yang pertama datang dan berkata,<br \/>\n&#8216;Tuan, mina Tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.&#8217;<br \/>\nKatanya kepada hamba itu,<br \/>\n&#8216;Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik.<br \/>\nEngkau telah setia dalam perkara kecil,<br \/>\nkarena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.&#8217;<br \/>\nDatanglah yang kedua dan berkata,<br \/>\n&#8216;Tuan, mina Tuan telah menghasilkan lima mina.&#8217;<br \/>\nKatanya kepada orang kedua itu,<br \/>\n&#8216;Dan engkau, kuasailah lima kota.&#8217;<br \/>\nDan hamba yang ketiga datang dan berkata,<br \/>\n&#8216;Tuan, inilah mina Tuan,<br \/>\naku telah menyimpannya dalam sapu tangan.<br \/>\nSebab aku takut akan Tuan, karena Tuan adalah manusia yang keras.<br \/>\nTuan mengambil apa yang tidak pernah Tuan taruh,<br \/>\ndan Tuan menuai apa yang tidak Tuan tabur.&#8217;<br \/>\nKata bangsawan itu, &#8216;Hai hamba yang jahat!<br \/>\nAku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri.<br \/>\nEngkau sudah tahu, aku ini orang yang keras.<br \/>\nAku mengambil apa yang tidak pernah kutaruh<br \/>\ndan menuai apa yang tidak kutabur.<br \/>\nJika demikian mengapa uangku tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang?<br \/>\nMaka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.&#8217;<br \/>\nLalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ,<br \/>\n&#8216;Ambillah mina yang satu itu<br \/>\ndan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.&#8217;<br \/>\nKata mereka kepadanya, &#8216;Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.&#8217;<br \/>\nIa menjawab, &#8216;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsetiap orang yang mempunyai, ia akan diberi;<br \/>\ntetapi siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil,<br \/>\njuga apa yang ada padanya.<br \/>\nAkan tetapi semua seteruku ini,<br \/>\nyang tidak suka aku menjadi rajanya,<br \/>\nbawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku&#8217;.&#8221;<\/p>\n<p>Setelah mengatakan semuanya itu<br \/>\nYesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI STASI SALAREM, KEPULAUAN ARU<\/p>\n<p>KEMBANGKANLAH TALENTAMU<\/p>\n<p>\u201cTidak penting berapa yang Tuhan berikan kepadamu, karena bagi-Nya kerelaan mengembangkan talenta adalah bukti ketaatanmu kepada-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Penghargaan Tuhan kepada mereka yang taat dan setia kepada-Nya terekspresi dalam firman hari ini: \u201cAku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.&#8221; ( ayat 26 )<\/p>\n<p>Karena itu inilah yang harus Anda lakukan:<\/p>\n<p>1) Syukurilah semua talenta dan bakat yang Tuhan anugerahkan kepadamu;<\/p>\n<p>2) Kembangkanlah talenta dan bakat yang Anda miliki sesuai kemampuanmu;<\/p>\n<p>Akhirnya ingatlah apa yang Santa Teresa katakan: \u201cAku bekerja bukan untuk mencari sukses tapi untuk setia, karena aku yakin bahwa keberhasilan hanya menjadi milik mereka yang setia.\u201d<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 20 November 2024 Lukas 19:26 (Luk 19:11-28) \u201dAku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.\u201d&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-65693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=65693"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65693\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65694,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65693\/revisions\/65694"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=65693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=65693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=65693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}