{"id":65345,"date":"2024-11-15T13:29:11","date_gmt":"2024-11-15T06:29:11","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=65345"},"modified":"2024-11-15T13:29:14","modified_gmt":"2024-11-15T06:29:14","slug":"sabtu-16-november-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=65345","title":{"rendered":"Sabtu, 16 November 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 112:5-6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Orang baik menaruh belas kasih dan memberi pinjaman, la melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tugas untuk tak henti-hentinya tekun berdoa, sering mengalami kelesuan. Tuhan seakan-akan berdiam diri dan membiarkan kita. Kita cenderung ke doa permohonan. Bukankah sebaiknya kita belajar mendengarkan Tuhan mempersilakan Dia bersabda dan dengan iman mencari kehendaknya? Bukankah itu doa terus-menerus juga?<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa dan kekal, perkenankanlah kami merasakan benar, bahwa Engkaulah kekuatan kami dalam segala tingkah laku kami, berkat Dia yang telah mengajar, kami berseru kepada-Mu mohon kedatangan kerajaan-Mu. ialah Yesus Kristus putra-Mu,\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA:&nbsp;<\/strong><strong>Bacaan dari Surat ketiga Rasul Yohanes<\/strong><strong>&nbsp;5 \u2013 8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cKita wajib menerima para pelayan jemaat agar kita boleh mengambil bagian dalam karya mereka untuk kebenaran.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudaraku terkasih, engkau bertindak sebagai orang beriman, ketika engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka orang asing. Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, ketika menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan di hati Allah. Sebab demi nama Allah, mereka telah berangkat tanpa mau menerima sesuatu pun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kita wajib menerima orang-orang yang demikian supaya kita boleh mengambil bagian dalam karya mereka untuk kebenaran.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 112:1-2.3-4.5-6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.<em>&nbsp;Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.<\/li>\n\n\n\n<li>Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.<\/li>\n\n\n\n<li>Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bait Pengantar Injil<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Alleluya, alleluya<br>S : Allah memanggil kita agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL:&nbsp;<\/strong><strong>Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas&nbsp;<\/strong><strong>&nbsp;18:1-8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBukankah Allah akan membenarkan pada pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya?\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu ketika Yesus menceritakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Ia berkata, \u201cDi suatu kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Di kota itu ada pula seorang janda yang yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, \u2018Belalah hakku terhadap lawanku\u2019. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi ia kemudian berkata dalam hatinya, \u2018Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan daku, baiklah aku membenarkan dia, supaya ia jangan terus menerus datang dan akhirnya menyerang aku.\u201d Lalu Yesus berkata, \u201cCamkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu, \u2018Ia akan segera menolong mereka\u2019. Akan tetapi jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini?\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH: Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pernahkah anda mengalami kesulitan dalam berdoa?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Banyak dari antara kita yang tidak bisa berdoa dengan alasan tidak tidak punya waktu. Ada juga yang tidak berdoa karena tidak tahu bagaimana harus berdoa. Atau ada juga yang tidak lagi mau berdoa karena doanya tidak pernah dijawab oleh Tuhan. Atau ada juga dari antara kita yang sudah dengan rajin berdoa namun sekarang mengalami kebingungan dengan berbagai rumusan doa yang ada: rumusan doa mana yang paling mujarab?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka jawaban untuk pertanyaan \u2018Pernahkah anda mengalami kesulitan dalam berdoa?\u2019 adalah pasti pernah, entah sering atau hanya kadang kala saja.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Injil hari ini dengan tegas pada bagian awal mengatakan bahwa Yesus memakai sebuah perumpamaan menjelaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka point pertama permenungan Injil hari ini adalah berdoalah selalu dengan tidak jemu-jemu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaannya adalah bagaimana berdoa dengan tidak jemu-jemu itu? Jangankan dengan tidak jemu-jemu, berdoa baru 10 menit saja sudah merasa sangatl lama. Ada saja alasannya untuk meninggalkan waktu berdoa.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam sejarah hidup monastik Gereja, pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan bagi para rahib: apa itu berdoa dengan tidak jemu dan bagaimana itu bisa dilaksanakan? Pertanyaan ini sudah muncul sejak abad ke empat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bagi para rahib, berdoa dengan tidak jemu itu berarti seluruh hidup mereka adalah waktu untuk berdoa. Demikian juga semua orang Kristiani dipanggil untuk itu: seluruh hidup kita adalah waktu untuk berdoa. Lalu muncullah permasalahan: bagaimana dengan waktu untuk bekerja? Olah raga? Healing? Dan lain sebagainya, apakah mungkin berdoa terus?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bagi pada rahib, berdoa itu bukan hanya soal meluangkan waktu khusus untuk pergi ke kapel, diam, duduk, hening dan berdoa tanpa melalukan aktifitas lainnya. Berdoa adalah waktu dan kesadaran untuk selalu terhubung dengan Tuhan. Maka berdoa bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dan dalam keadaan apa saja.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam tradisi ini ada doa yang terkenal, doa hati namanya, atau doa Yesus. Rumusannya sederhana: Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Hanya ini saja, sederhana, mudah diingat, dan bisa dilakukan kapan saja tanpa kenal waktu dan tempat. Inilah doa yang menjadi doa tak jemu-jemu dalam tradisi kekristenan dari abad 4 hingga abad 16, dan bahkan hingga sekarang. Doa ini menjadi andalan bagi para rahib untuk menangkal berbagai godaan dan kekuatan jahat karena setiap saat mereka selalu terhubung dengan Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka point kedua permenungan hari ini adalah berdoa itu adalah waktu dan kesadaran kita untuk selalu terhubung dengan Tuhan. Ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Berdoa bukan soal rumusan mana yang paling ampuh dan memiliki kekuatan ajaib, tetapi berdoa itu soal sadar diri untuk selalu terhubung dengan Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka, persis seperti undangan Tuhan Yesus, berdoalah senantiasa dengan tidak jemu-jemu. Kita berdoa bukan supaya tidak memiliki masalah lagi, tetapi kita berdoa supaya bisa kuat menghadapi berbagai masalah. Kita berdoa bukan soal menyuarakan berbagai rumusan yang indah, tetapi berdoa itu soal menerima seorang pribadi, Tuhan Yesus sendiri dalam diri kita.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha pengasih, semoga kami Kauberi tahu, bahwa nama yang melimpahkan keselamatan dan kebebasan itu ialah Yesus Mesias, pewarta rahmat-Mu. Sebab Dialah\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Lukas 18:7<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah la mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur, karena Engkau berkenan mendengarkan bila kami berseru kepada-Mu. Semoga kami selalu tetap mengimani Engkau dalam suka dan duka, sampai saat kami Kaupanggil menghadap Demi Kristus\u2026..<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-16-November-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3\">Resi-Sabtu 16 November 2024 oleh Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Dehon House Manila \u2013 Philipina<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/11\/14\/sabtu-16-november-2024-hari-biasa-pekan-xxxii\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/11\/14\/sabtu-16-november-2024-hari-biasa-pekan-xxxii\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=65345-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_7890\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-65345-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-16-November-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-16-November-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-16-November-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-16-November-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=65345-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Sabtu-16-November-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Sabtu-16-November-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 112:5-6 Orang baik menaruh belas kasih dan memberi pinjaman, la melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya. PENGANTAR:&nbsp; Tugas untuk tak henti-hentinya tekun&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-65345","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=65345"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65345\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65347,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65345\/revisions\/65347"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=65345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=65345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=65345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}