{"id":65192,"date":"2024-11-13T14:39:34","date_gmt":"2024-11-13T07:39:34","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=65192"},"modified":"2024-11-13T14:39:35","modified_gmt":"2024-11-13T07:39:35","slug":"rabu-13-november-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=65192","title":{"rendered":"Rabu, 13 November 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 23:1-3a<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. la membimbing aku ke air yang tenang dan menyegarkan daku.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u2018Tuhan menyelamatkan kita bukan karena jasa-jasa kita, melainkan semata-mata karena kerahiman-Nya.\u2019 Demikianlah tulis Paulus ke- pada Titus sahabatnya. Tetapi salahlah kalau disimpulkan, apa yang kita lakukan itu tanpa arti, karena toh tergantung pada kerahiman Tuhan. Yang baik yang kita lakukan, itu terjadi karena diperkenankan bekerja sama dengan Tuhan. Maka kita harus bersyukur, sebab iman kita telah menyelamatkan kita.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih di surga, berkenan menyampaikan sabda penuh daya penyembuhan dan jadikanlah kiranya kami serupa dengan Hamba-Mu yang agung, ialah Yesus Mesias Putra-Mu, yang\u2026..<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus 3:1-7<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cDahulu kita sesat, tetapi berkat rahmat-Nya kita diselamatkan.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara terkasih, ingatkanlah semua orang agar tunduk pada pemerintah dan para penguasa. Hendaklah mereka taat dan siap sedia melakukan setiap pekerjaan yang baik. Janganlah mereka memfitnah atau bertengkar. Hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. Sebab dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: Tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji dan saling membenci. Tetapi ketika telah nyatalah kerahiman dan kasih Allah serta Juruselamat kita kepada manusia maka kita diselamatkan oleh-Nya. Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita lantaran Yesus Kristus, Juruselamat kita. Dengan demikian kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya berhak menerima hidup yang kekal sesuai dengan pengharapan kita.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Ref. Tuhanlah gembalaku, tak\u2019kan kekurangan aku<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: \u2018ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. \u2018Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.<\/li>\n\n\n\n<li>Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.<\/li>\n\n\n\n<li>Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Kauurapi kepalaku dengan minyak dan pialaku melimpah.<\/li>\n\n\n\n<li>Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya<\/em><br>S : (1Tes 5:18)&nbsp;<em>Hendaklah kalian mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kalian di dalam Kristus Yesus.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 17:11-19<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cTidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing itu?\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perkotaan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak, \u201cYesus, Guru, kasihanilah kami!\u201d Yesus lalu memandang mereka dan berkata, \u201cPergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam.\u201d Dan sementara dalam perjalanan mereka menjadi tahir. Seorang di antara mereka, ketika melihat bahwa dirinya telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria. Lalu Yesus berkata, \u201cBukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang tadi? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?\u201d Lalu Ia berkata kepada orang itu: \u201cBerdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan&nbsp;<br>U. Terpujilah Kristus<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada Rabu 13 November 2024 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Seminari Menengah Santo Paulus Palembang. Kita akan mengawali permenungan kita dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas 17:11-19.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/i terkasih dalam Tuhan, Injil hari ini mengisahkan Yesus yang menyembuhkan orang-orang sakit kusta. Permintaan untuk sembuh yang dimohonkan oleh mereka bukan hanya karena sakit kusta mengganggu kesehatan, tetapi sakit kusta juga mengakibatkan mereka disisihkan dari lingkungan sosial karena dianggap orang yang dikutuk Tuhan. Dengan latar belakang seperti itulah, kita akhirnya kagum terhadap si kusta yang kembali karena ia memiliki keberanian yang disertai sikap rendah hati dan pasrah untuk memohon kesembuhan kepada Yesus. Hal tersebut tampak dalam permintaan si kusta kepada Yesus, \u201cYesus, Guru, kasihanilah kami\u201d Artinya si kusta sadar, tahu, ia pribadi yang rapuh dan berdosa. Sikap rendah hati, terbuka, dan pasrah serta penuh syukur inilah yang justru menggerakkan belaskasih dalam hati Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari kisah indah ini, kita pun diundang untuk memiliki sikap yang sama dengan si kusta, yakni memiliki kerendahan hati dan terbuka di hadapan Sang Ilahi. Melalui dua keutamaan itu, kita disadarkan bahwa dalam peziarahan hidup ini, belaskasih Tuhan mengatasi segalanya. Hari ini si kusta menjadi figur yang menghantar kita pada pengenalan diri kita masing-masing secara mendalam melalui penyingkiran rasa cinta diri dan kesombongan supaya kita bisa sungguh merasakan belaskasih Tuhan. Pada akhirnya, kita pun boleh menjadi saksi sekaligus penyalur belaskasih Tuhan tersebut layaknya si kusta karena kita sudah bertemu secara pribadi dengan Sang Belas Kasih. Berkat Tuhan berlimpah atas kita semua. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami, sumber kehidupan, perkenankanlah kami lahir kembali berkat Roh Yesus Putra-Mu, menjadi orang yang hidup berkat rahmat-Mu. Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Lukas 17:19<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus berkata kepada orang Samaria bekas penderita kusta, \u201cBerdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami, sumber belas kasih, kami bersyukur, karena Engkau telah menaruh belas kasih kepada kami lewat Yesus Putra-Mu terkasih. Kami mohon, jadikanlah kami orang yang lemah lembut dan penuh belas kasih terhadap sesama. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Rabu-13-November-2024-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Seminari-Menengah-Santo-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">Resi-Rabu 13 November 2024 oleh Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Seminari Menengah Santo Paulus Palembang \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/11\/12\/rabu-13-november-2024-hari-biasa-pekan-xxxii\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/11\/12\/rabu-13-november-2024-hari-biasa-pekan-xxxii\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=65192-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_7965\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-65192-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Rabu-13-November-2024-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Seminari-Menengah-Santo-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Rabu-13-November-2024-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Seminari-Menengah-Santo-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Rabu-13-November-2024-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Seminari-Menengah-Santo-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Rabu-13-November-2024-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Seminari-Menengah-Santo-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=65192-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Resi-Rabu-13-November-2024-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Seminari-Menengah-Santo-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Rabu-13-November-2024-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Seminari-Menengah-Santo-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 23:1-3a Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. la membimbing aku ke air yang tenang dan menyegarkan daku. PENGANTAR: \u2018Tuhan menyelamatkan kita bukan karena&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-65192","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=65192"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65194,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65192\/revisions\/65194"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=65192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=65192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=65192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}