{"id":64933,"date":"2024-11-10T12:54:22","date_gmt":"2024-11-10T05:54:22","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=64933"},"modified":"2024-11-10T12:54:22","modified_gmt":"2024-11-10T05:54:22","slug":"minggu-10-november-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=64933","title":{"rendered":"Minggu, 10 November 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 10 November 2024<br \/>\nMinggu Biasa XXXII<br \/>\nHari Pahlawan<br \/>\nMarkus 12:43-44 (Mrk 12:38-44)<br \/>\n\u201dAku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.&#8221;<\/p>\n<p>Hati Yang Melimpah Dengan Cinta Dan Syukur Pada Tuhan<\/p>\n<p>Hitungan Tuhan dan hitungan manusia berbeda. Cara Tuhan menilai besar kecilnya pemberian seseorang bukanlah dari nominal uang atau materi yang diberikan melainkan dari totalitas hati yang terarah pada Tuhan.<br \/>\nJanda miskin dalam Injil hari ini disebut Yesus memberi lebih banyak dari yang lain, sekalipun jumlahnya jauh lebih kecil. Itu karena ia mendahulukan Allah di atas segala keperluannya.<br \/>\nBaginya apa yang ia dapatkan sesungguhnya hanyalah pemberian Allah semata. Bahwa ia masih bernafas dan masih diberi kesempatan untuk hidup, itu jauh lebih berharga daripada jumlah uang yang ia dapatkan. Semua itu tak sebanding dengan kedamaian hati, sukacita hidup oleh kasih sayang dan perhatian Tuhan yang ia sembah. Setiap kali pergi ke Bait Allah yang ia pikirkan hanyalah ungkapan syukur dan terimakasih atas hidup kesehariannya.<br \/>\nIa yakin Tuhan yang memberinya hidup, akan selalu mencukupkan apa yang ia butuhkan. Tak menjadi halangan baginya untuk membawa segalanya kepada Tuhan. Sebagaimana juga Ayub yang penuh iman berkata, \u201cDengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!&#8221; (Ayub 1:21).<br \/>\nPersembahkanlah selalu yang terbaik bagi Tuhan. Yang utama adalah ungkapan cinta kita pada Tuhan dengan mempersembahkan seluruh hidup dan karya kita untuk Tuhan sebagai balasan atas kasih Tuhan. Cintailah dengan sepenuh hati orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita. Apalagi mereka yang kecil dan perlu dibantu.<br \/>\nJanda miskin ini sesungguhnya sangat kaya, karena punya hati yang melimpah dengan syukur dan penyembahan kepada Tuhan. Biarlah kitapun demikian. Milikilah hati yang penuh syukur terimakasih kepada Tuhan, hingga kita selalu terdorong untuk datang menyembah Tuhan dan memberi serta berbagi berkat Tuhan. Kita tak akan berkekurangan kasih karunia Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat hari Minggu. Selamat Hari Pahlawan. Jadilah pahlawan cintakasih\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 10 Nov 2024<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XXXII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 5:3<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 12:38-44 ***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 5:3<br \/>\nBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,<br \/>\nkarena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 12:38-44<br \/>\nJanda miskin ini telah memberi lebih banyak<br \/>\ndaripada semua orang lain.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari, dalam pengajaran-Nya,<br \/>\nYesus berkata kepada orang banyak,<br \/>\n&#8220;Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat!<br \/>\nMereka suka berjalan-jalan memakai jubah panjang<br \/>\ndan suka menerima penghormatan di pasar.<br \/>\nMereka suka menduduki tempat-tempat terdepan<br \/>\ndi rumah ibadat<br \/>\ndan tempat terhormat dalam perjamuan.<br \/>\nMereka mencaplok rumah janda-janda<br \/>\nsambil mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang.<br \/>\nMereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.&#8221;<\/p>\n<p>Pada suatu hari lain,<br \/>\nsambil duduk berhadapan dengan peti persembahan,<br \/>\nYesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang<br \/>\nke dalam peti itu.<br \/>\nBanyak orang kaya memberi jumlah yang besar.<br \/>\nLalu datanglah seorang janda miskin.<br \/>\nIa memasukkan dua peser, yaitu satu duit.<\/p>\n<p>Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak<br \/>\ndaripada semua orang yang memasukkan uang<br \/>\nke dalam peti persembahan.<br \/>\nSebab mereka semua memberi dari kelimpahannya,<br \/>\ntetapi janda itu memberi dari kekurangannya;<br \/>\nsemua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>MEMBERI DERMA DENGAN TULUS HATI<br \/>\n(RD.John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Sikap dan semangat keagamaan mendalam saya, anda dapat dilihat dari kedermawanan hati yang tulus dalam memberikan derma.<\/p>\n<p>Dlm bacaan pertama saya, anda dengar &#8220;Di gerbang kota itu Elia menjumpai seorang janda yang sangat miskin, yang hanya mempunyai segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli sebagai persediaan makanan terakhir untuk dia dan anaknya. \u201cKami akan makan lalu mati\u201d, kata perempuan itu dengan sedih. Biarpun demikian hatinya begitu dermawan sehingga dia rela menyiapkan dulu satu roti bundar kecil untuk Elia, sebelum dia dan anaknya makan, sambil percaya akan penyelenggaraan Tuhan menurut janji sang nabi.<br \/>\nTuhan menunjukkan kuasa belas kasih-Nya dengan memberi rezeki secukupnya kepada janda miskin itu di masa kelaparan. Tuhan membalas kebaikan perempuan miskin ini dengan berkat yang melimpah ruah.<\/p>\n<p>Dalam kisah Injil hari ini: Yesus duduk di kenisah dan menyaksikan orang memasukkan uang ke dalam peti derma. Orang kaya memasukkan banyak. Dan seorang janda miskin memasukkan dua peser (mata uang terkecil dengan nilai paling rendah waktu itu).<\/p>\n<p>Yesus mau mengajar murid2-Nya (saya, anda) untuk memberi DERMA dengan tulus (beri yang terbaik dan terindah, dari kekurangan): \u201cSesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang. &#8230; Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.\u201d<\/p>\n<p>Tuhan tidak memandang besarnya jumlah persembahan, melainkan kedermawan hati untuk memberi dengan ikhlas apa yang terbaik dari diri saya, anda untuk sesama. Dan Tuhan sanggup mengubahnya menjadi tanda berkat bagi banyak orang.<br \/>\nSelamat memberi derma dengan tulus!<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang sudah, sedang dan memberi derma dengan tulus\u00a0hati.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 10 November 2024 Minggu Biasa XXXII Hari Pahlawan Markus 12:43-44 (Mrk 12:38-44) \u201dAku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-64933","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/64933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=64933"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/64933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64934,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/64933\/revisions\/64934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=64933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=64933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=64933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}