{"id":64859,"date":"2024-11-09T09:49:56","date_gmt":"2024-11-09T02:49:56","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=64859"},"modified":"2024-11-09T09:49:56","modified_gmt":"2024-11-09T02:49:56","slug":"sabtu-09-november-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=64859","title":{"rendered":"Sabtu, 09 November 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 9 November 2024<br \/>\nPeringatan Pemberkatan Gereja Pertama Di Dunia: Basilika Lateran Di Roma Tahun 324<br \/>\nYohanes 2:17 (Yoh 2:13-22)<br \/>\n\u201dCinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Dari Bawah Tanah Hingga Menjulang Ke Langit<\/p>\n<p>Hari ini Gereja mengajak kita untuk mengenang peristiwa bersejarah ketika untuk pertama kali dibangun dan ditahbiskan gedung gereja yang megah di atas muka bumi ini, yakni Basilika Agung St Yohanes Lateran di Roma tahun 324.<br \/>\nGereja ini didirikan oleh Kaisar Konstatinus Agung, kaisar Romawi pertama yang menjadi pengikut Kristus. Sejak itu gereja yang teraniaya dan menjadi gerakan di bawah tanah dalam arti sesungguhnya, karena beribadah di bawah tanah, tepatnya di Katekombe atau kuburan bawah tanah, kemudian berdiri megah di atas tanah bahkan sampai menjulang tinggi.<br \/>\nKita memperingati peristiwa bersejarah ini untuk menumbuhkan kecintaan kita pada iman akan Kristus dan gerejaNya. Kita bersyukur iman kristiani tersebar dari Yerusalem sampai ke Eropa &#8211; Roma, hingga ke seluruh dunia, sampai akhirnya ke tanah air tercinta Indonesia.<br \/>\nKiranya kita mesti waspada bahwa sekian ribu tahun kemudian, di abad ini, bangunan-bangunan gereja di Eropa dan di mana-mana mulai kosong. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mulai menyingkirkan Tuhan dalam hidup manusia yang merasa semakin mampu tanpa bantuan Tuhan. Orang tidak lagi ke gereja dan semakin jauh dari Tuhan. Kemajuan iptek kiranya seimbang dengan pertumbuhan iman.<br \/>\nSaat ini gereja Asia sangat berkembang termasuk di Tiongkok dan menjadi harapan dunia.<br \/>\nSemoga semangat membara Yesus yang oleh cintaNya yang meluap-luap, membersihkan dan memurnikan Bait Allah, menjadi semangat kecintaan kita akan Yesus dan gerejaNya.<br \/>\n\u201dCinta untuk rumahMu menghanguskan aku!\u201d Kiranya cinta akan Kristus dan gerejaNya mendesak kita untuk berjuang memperbaiki keadaan, peduli, terlibat untuk perubahan, pemurnian, dan kemajuan.<br \/>\nHadirlah dalam persekutuan dengan Yesus dan jemaatNya dalam Gereja, agar cinta kita padaNya tetap membara. Jangan biarkan gereja kosong karena sikap kita yang acuh dan tidak peduli mengembangkan iman.<\/p>\n<p>Teruslah berkobar mencintai rumah Tuhan. Kasih Yesus mendorong kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Nov 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XXXI<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Taw 7:16<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 2:13-22<br \/>\n**********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Taw 7:16<br \/>\nTelah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini,<br \/>\nsupaya nama-Ku tinggal di sini untuk selama-lamanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 2:13-22<br \/>\nBait Allah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Ketika sudah dekat hari raya Paskah orang Yahudi,<br \/>\nYesus berangkat ke Yerusalem.<br \/>\nDalam Bait Suci didapati-Nya<br \/>\npedagang-pedagang lembu, kambing-domba dan merpati,<br \/>\ndan penukar-penukar uang duduk di situ.<br \/>\nMaka Yesus membuat cambuk dari tali<br \/>\nlalu mengusir mereka semua dari Bait Suci<br \/>\ndengan semua kambing-domba dan lembu mereka;<br \/>\nuang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah,<br \/>\ndan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.<br \/>\nKepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata,<br \/>\n&#8220;Ambil semuanya ini dari sini,<br \/>\njangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan!&#8221;<br \/>\nMaka teringatlah murid-murid Yesus bahwa ada tertulis,<br \/>\n&#8220;Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya,<br \/>\n&#8220;Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami,<br \/>\nbahwa Engkau berhak bertindak demikian?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Rombaklah Bait Allah ini,<br \/>\ndan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.&#8221;<br \/>\nLalu kata orang Yahudi kepada-Nya:<br \/>\n&#8220;Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini,<br \/>\ndan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?&#8221;<br \/>\nTetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah<br \/>\nialah tubuh-Nya sendiri.<br \/>\nSesudah Yesus bangkit dari antara orang mati,<br \/>\nbarulah teringat oleh murid-murid-Nya<br \/>\nbahwa hal itu telah dikatakan-Nya.<br \/>\nMaka percayalah mereka akan Kitab Suci<br \/>\ndan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>  \u210d<br \/>\nPesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran<\/p>\n<p>\u201cCinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.\u201d (Yoh 2: 17)<\/p>\n<p>Basilika St. Yohanes Lateran adalah gereja paroki Uskup Roma, Paus, dan menjadi Katedral Keuskupan Roma. Ini adalah basilika tertua di dunia, bahkan lebih tua dari Basilika Santo Petrus di Vatikan. Pada bagian depan gereja ini terdapat prasasti: &#8220;Ibu dan Kepala semua gereja di Roma dan di seluruh dunia.&#8221; Basilika St. Yohanes Lateran adalah katedral Paus dan Paus adalah Kepala Gereja Universal, oleh karena itu Gereja ini juga adalah Bunda dari semua Gereja di dunia.<\/p>\n<p>Selama beberapa abad Paus tidak lagi tinggal di Istana Lateran. Walau demikian tidak berarti bahwa keutamaan Basilika dengan demikian diubah. Basilik Lateran tetap menjadi kepala semua gereja. Santo Petrus Damianus menulis bahwa &#8220;sama seperti Sang Juruselamat adalah Kepala umat pilihan, gereja yang menyandang nama-Nya adalah kepala semua gereja.&#8221;<\/p>\n<p>Ibu dari semua Gereja ini diberkati oleh Paus St. Alexander pada tahun 324. Gereja Lateran pernah sebagian hancur karena kebakaran, invasi musuh dan gempa bumi namun selalu dibangun kembali dengan semangat oleh Paus yang berkuasa. Pada tahun 1726, setelah suatu restorasi, Paus Benediktus XIII memberkatinya kembali dan menetapkan peringatan akan peristiwa tersebut sampai saat ini. Gereja kemudian diperbesar dan diperindah oleh Paus Pius IX dan Paus Leo XIII.<\/p>\n<p>Dengan bersatu dalam pesta pemberkatannya hari ini, maka kita berada dalam persekutuan dengan Paus. Dalam kesempatan ini juga menjadi waktu yang baik bagi kita berdoa untuk kesatuan semua gereja.<\/p>\n<p>Injil hari ini menghubungkan dua gagasan: pertama, Tuhan hadir di rumah ibadat. Ini nampak ketika Yesus membersihkan bait Allah dari para penukar uang dan berkata kepada mereka: &#8220;Jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan\u201d dan kedua, Tuhan hadir dalam diri manusia dan Dia adalah Bait Suci saat Dia berfirman: &#8220;Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.&#8221; (Yoh 2: 17). Apakah seperti Kristus, cinta untuk rumah Tuhan, antusiasime untuk menyembah Tuhan \u201cmenghanguskan\u201d kita? Semoga keinginan untuk memenuhi rumah Tuhan memenuhi hati kita! Semoga Gereja Universal yang mempersatukan semua umat beriman menjadi komunitas ibadat yang rendah hati, dipimpin oleh para gembala yang dijiwai oleh semangat Kristus.<\/p>\n<p>Tuhan, tolonglah kami untuk berkontribusi bagi kesatuan semua orang Kristen dengan mengusahakannya di rumah, komunitas, dan di manapun kami berada. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi. Selamat berakhir-pekan. Mari bangun persatuan. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"acuCjpbRdS\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/pesta-pemberkatan-gereja-basilik-lateran\/\">PESTA PEMBERKATAN GEREJA BASILIK LATERAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;PESTA PEMBERKATAN GEREJA BASILIK LATERAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/pesta-pemberkatan-gereja-basilik-lateran\/embed\/#?secret=nFsSaEp9Lb#?secret=acuCjpbRdS\" data-secret=\"acuCjpbRdS\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 9 November 2024 Peringatan Pemberkatan Gereja Pertama Di Dunia: Basilika Lateran Di Roma Tahun 324 Yohanes 2:17 (Yoh 2:13-22) \u201dCinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.&#8221; Dari Bawah Tanah Hingga Menjulang Ke Langit&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-64859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/64859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=64859"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/64859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64860,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/64859\/revisions\/64860"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=64859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=64859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=64859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}