{"id":63885,"date":"2024-10-29T15:06:22","date_gmt":"2024-10-29T08:06:22","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=63885"},"modified":"2024-10-29T15:06:22","modified_gmt":"2024-10-29T08:06:22","slug":"selasa-29-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=63885","title":{"rendered":"Selasa, 29 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 29 Oktober 2024<br \/>\n_Lukas 13:18-19 (Luk 13:18-21)<br \/>\nKata Yesus: &#8220;Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.&#8221;<\/p>\n<p>Bermegah Oleh Kekuatan Allah<\/p>\n<p>Ketika umat Korintus berselisih karena membanggakan diri yang satu dari golongan Paulus dan yang satu dari golongan Apolos, Rasul Paulus mengingatkan mereka bahwa Paulus yang menanam, Apolos yang menyiram, tapi Allah yang memberi pertumbuhan (baca 1 Kor 3:1-9)<br \/>\nTidak perlu cemas dengan kekecilan, kelemahan dan kekurangan manusiawi kita karena bukan itu yang menentukan tumbuh dan berkembangnya gereja umat Allah. Yesus telah menganugerahkan kita iman yang Ia tabur dalam hati kita. Mari kita letakkan iman kita dalam tangan pengasihan Allah, biarlah Roh Allah bekerja menumbuhkan iman itu. Tentu kita ambil bagian menyiram dan merawatnya, melalui siraman Sabda Allah, santapan Roti Kehidupan di atas meja persekutuan dan persaudaraan.<br \/>\nIngatlah bahwa kuasa gelap akan berusaha menggagalkan pertumbuhan benih iman dan merusak serta menghancurkannya. Karena itu wajib kita jaga dan pelihara, dan jangan biarkan perbedaan dan perselisihan merusak pertumbuhannya dan kita tercerai berai oleh egoisme dan cinta diri.<br \/>\nOleh semua yang kita usahakan dan perjuangkan, mari kita bermegah dalam Tuhan yang memberikan pertumbuhan, bukan oleh kebesaran nama dan jasa kita, tapi semata oleh kasih karunia Tuhan.<br \/>\nSekecil apapun yang ada pada kita, kita bawa pada Tuhan menjadi persembahan untuk kemuliaan Allah yang mahakuasa dan mahabesar.<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Mari berserah dan bermegah hanya dalam Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 29 Okt 2024<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XXX<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:25<br \/>\nBacaan Injil: Luk 13:18-21<br \/>\n**********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:25<br \/>\nTerpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi,<br \/>\nsebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 13:18-21<br \/>\nBiji itu tumbuh dan menjadi pohon.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Ketika mengajar di salah satu rumah ibadat, Yesus bersabda,<br \/>\n&#8220;Kerajaan Allah itu seumpama apa?<br \/>\nDengan apakah Aku akan mengumpamakannya?<br \/>\nKerajaan Allah itu seumpama biji sesawi,<br \/>\nyang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya.<br \/>\nBiji itu tumbuh dan menjadi pohon,<br \/>\ndan burung-burung di udara bersarang di ranting-rantingnya.&#8221;<\/p>\n<p>Dan Yesus berkata lagi,<br \/>\n&#8220;Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?<br \/>\nKerajaan Allah itu seumpama ragi, yang diambil seorang wanita<br \/>\ndan diaduk-aduk ke dalam tepung terigu tiga sukat<br \/>\nsampai seluruhnya beragi.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dSeumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.&#8221; Dan Ia berkata lagi: &#8220;Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.\u201d (Luk 13: 18 \u2013 21)<\/p>\n<p>Dua perumpamaan dalam Injil hari ini mempunyai fokus yang serupa. Keduanya menarik suatu kontras antara sesuatu yang sangat kecil dengan hasil atau dampaknya yang sangat signifikan. Sebutir biji sesawi yang kecil dapat menghasilkan sebuah pohon yang dapat menjadi tempat bersarang burung-burung di undara. Sejumlah kecil ragi dapat mengubah tepung sampai khamir seluruhnya. Kerajaan Allah pun seperti itu.<\/p>\n<p>Dalam Kerajaan Allah, apa yang kecil dapat menjadi sangat signifikan. Bahkan perbuatan baik yang sangat kecil pun dapat mempunyai dampak jauh melebihi yang kita bayangkan. Inisiatif-inisiatif kecil dalam melayani Tuhan dapat membuka jalan untuk Tuhan berkarya dan menyempurnakannya. Kita dapat tergoda untuk berpikir bahwa untuk mendapatkan dampak yang besar, kita harus membuat sesuatu yang besar, spektakuler, dan mengesankan mata dunia. Perumpamaan-perumpamaan hari ini menunjukkan bahwa tindakan-tindakan kecil, inisiatif-inisiatif kecil, bahkan yang sering kurang diperhatikan atau tidak nampak di mata dunia, dapat mengembangkan Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>\u201cLittle things are indeed little, but to be faithful in little things is a great thing. Hal-hal kecil memang kecil, tetapi untuk setia dalam hal-hal kecil adalah hal yang luar biasa,\u201d kata Ibu Theresa dari Calcutta.<\/p>\n<p>Tidak semua orang dapat melakukan hal besar, tetapi kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan kasih yang besar.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga aku dapat menjadi berkat bagi sesama dan dunia di sekitarku, walau hanya melalui hal-hal kecil. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Setia menjadi berkat! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"YTtj1EWlGq\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/setia-dalam-hal-hal-kecil-adalah-hal-yang-besar\/\">SETIA DALAM HAL-HAL KECIL ADALAH HAL YANG BESAR<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;SETIA DALAM HAL-HAL KECIL ADALAH HAL YANG BESAR&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/setia-dalam-hal-hal-kecil-adalah-hal-yang-besar\/embed\/#?secret=Yn1Y4l5G3y#?secret=YTtj1EWlGq\" data-secret=\"YTtj1EWlGq\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 29 Oktober 2024 _Lukas 13:18-19 (Luk 13:18-21) Kata Yesus: &#8220;Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-63885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=63885"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63886,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63885\/revisions\/63886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=63885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=63885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=63885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}