{"id":63692,"date":"2024-10-27T18:23:46","date_gmt":"2024-10-27T11:23:46","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=63692"},"modified":"2024-10-27T18:23:46","modified_gmt":"2024-10-27T11:23:46","slug":"minggu-27-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=63692","title":{"rendered":"Minggu, 27 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 27 Oktober 2024<br \/>\nMarkus 10:51-52 (Mrk 10:46-52)<br \/>\nTanya Yesus kepadanya: &#8220;Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?&#8221; Jawab orang buta itu: &#8220;Rabuni, supaya aku dapat melihat!&#8221; Lalu kata Yesus kepadanya: &#8220;Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!&#8221; Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.<\/p>\n<p>Melihat Dengan Mata Iman<\/p>\n<p>Bartimeus, orang buta yang disembuhkan Yesus, telah lama menderita kebutaan. Ia hanya bisa mengemis di pinggir kota Yerikho untuk bertahan hidup.<br \/>\nTapi sekalipun buta, ia hidup dari janji-janji Tuhan, seperti yang tertulis dalam Yesaya 29:18, \u201cPada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat.\u201d<br \/>\nBartimeus percaya akan Sabda Tuhan dan berharap satu waktu Sang Mesias yang dijanjikan ini berjumpa dengannya.<br \/>\nImannya ini menumbuhkan harapan yang menjadi doanya. Matanya buta tapi tidak iman dan harapannya. Maka bukanlah kebetulan Yesus lewat di gerbang kota Yeriko. Tuhan mendengar doanya. Oleh jamahan Yesus ia-pun sembuh dan bisa melihat.<br \/>\nCacat dan kelemahan kiranya tak menghalangi orang untuk percaya dan berharap pada Yesus. Ia sanggup memulihkan hidup kita. Terutama untuk dapat melihat dengan mata iman, kebaikan Allah di setiap peristiwa hidup kita.<br \/>\nPersoalan dan beban hidup bisa saja membuat orang buta dan tak mampu melihat kasih sayang Allah. Egoisme dan cinta diri juga membuat orang buta terhadap kebutuhan orang lain. Bahkan kemilau harta membuat mata menjadi silau dan tak dapat melihat Tuhan dan lupa bahwa hidup hanyalah sementara.<br \/>\nIngatlah kita punya mata iman yang dianugerahkan Tuhan bagi kita untuk dapat melihat selalu kebaikan Tuhan.<br \/>\nKitapun dapat menjadi tangan Tuhan untuk menyatakan kasih kepada sesama yang tak mampu melihat dan menuntun mereka kepada Tuhan. Kasih adalah perbuatan yang dapat didengar orang tuli dan dapat dilihat orang buta.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Mari melihat semua kebaikan Tuhan dengan mata iman dan datang beribadah mengucap syukur kepada Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 27 Okt 2024<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XXX<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Tim 1:10<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 10:46-52<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Tim 1:10<br \/>\nJuruselamat kita Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut<br \/>\ndan menerangi hidup kita berkat Injil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 10:46-52<br \/>\nRabuni, semoga aku dapat melihat.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\nYesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho.<br \/>\nKetika Yesus keluar lagi dari kota itu bersama murid-murid-Nya<br \/>\ndan orang banyak yang berbondong-bondong,<br \/>\nduduklah di pinggir jalan seorang pengemis yang buta,<br \/>\nbernama Bartimeus, anak Timeus.<\/p>\n<p>Ketika didengarnya bahwa yang lewat itu adalah Yesus dari Nazaret,<br \/>\nmulailah ia berseru, &#8220;Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!&#8221;<br \/>\nBanyak orang menegurnya supaya ia diam.<br \/>\nNamun semakin keras ia berseru, &#8220;Anak Daud, kasihanilah aku!&#8221;<\/p>\n<p>Maka Yesus berhenti dan berkata, &#8220;Panggillah dia!&#8221;<br \/>\nMereka memanggil si buta itu dan berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Kuatkan hatimu!<br \/>\nBerdirilah, Ia memanggil engkau.&#8221;<br \/>\nOrang buta itu lalu menanggalkan jubahnya.<br \/>\nIa segera berdiri, dan pergi mendapatkan Yesus.<br \/>\nYesus bertanya kepadanya,<br \/>\n&#8220;Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?&#8221;<br \/>\nJawab orang buta itu,<br \/>\n&#8220;Rabuni, semoga aku dapat melihat!&#8221;<\/p>\n<p>Yesus lalu berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!&#8221;<br \/>\nPada saat itu juga melihatlah ia!<br \/>\nLalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>BERIMAN DAN BERPENGHARAPAN SERTA BERTOBAT PENUH KEPADA TUHAN ALLAH: menyelamatkan!!! Supaya saya, anda dapat &#8220;melihat&#8221;!!!<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Orang buta dalam Injil hari ini mempunyai sikap\/semangat iman, harapan dan pertobatan yang penuh kepada kekuatan dan kebaikan dan cinta serta belaskasihan Tuhan. &#8220;Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!&#8221; 2 kali teriakan\/doa\/intensi si buta kepada Yesus dlm Injil hari ini (Mrk. 10:47-48). Sikap\/semangat hidup si buta telah memberikan sebuah teladan dan pelajaran berharga kepada saya, anda utk setia, percaya dan berharap serta bertobat penuh kepada Tuhan Allah dalam situasi sesulit apapun yang dialami. &#8220;Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus&#8221; (Mrk. 10: 50). Sikap\/tobat terus menerus, membuang &#8220;jubah\/pakaian&#8221; lama, membuang sikap\/semangat lama yang salah!!!<\/p>\n<p>Beriman, percaya dan berharap serta bertobat penuh kepada Tuhan Yesus itu menyelamatkan\/menyembuhkan. Beriman, percaya itu bermula dari sikap mau MENDENGAR dan MENDENGARKAN, BERJUMPA dan MEMOHON kepada Tuhan Yesus (intensi) atas kebutuhan hidup kita. Itulah yang diperlihatkan oleh seorang pengemis yg buta dlm kisah Injil hari ini: kebutuhan supaya bisa &#8220;melihat&#8221;. Iman akan Yesus yang bisa menyelamatkan atau menyembuhkannya TELAH MENGGERAKKAN HATINYA untuk mencaritahu keberadaan Yesus (di Gereja), lalu datang kepadaNya sambil berseru2 mohon belas kasihanNya (menyampaikan intensinya). Ia akhirnya memperoleh keselamatan karena imannya itu (intensinya dikabulkan). &#8220;Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau&#8221; kata Yesus kepadanya &#8211; kpd kuta juga (Mrk. 10: 52).<\/p>\n<p>Iman yang teguh dan harapan yang kuat ditambah sikap tobat yang terus menerus memampukan saya, anda untuk mengatasi segala persoalan hidup dalam bentuk apapun. Pengharapan menguatkan orang (saya,anda) untuk memperoleh kebahagiaan. Kebahagiaan ini akan menjadi sempurna dalam Allah sendiri bila saya, anda setia kepada Allah sampai akhir. Mengisi hidup dengan perbuatan baik dan melakukan pertobatan terus menerus adalah bentuk nyata dari sebuah hidup penuh iman dan berpengharapan. Selamat beriman kuat, berpengharapan penuh, terus bertobat &#8220;saat ini dan di sini&#8221;, supaya saya, anda dapat&#8221; melihat&#8221;\/selamat!!!<\/p>\n<p>Semoga dengan bantuan doa Bunda Maria dan St. Yosef, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang beriman, berharap dan terus menerus bertobat kepada\u00a0Tuhan.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 27 Oktober 2024 Markus 10:51-52 (Mrk 10:46-52) Tanya Yesus kepadanya: &#8220;Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?&#8221; Jawab orang buta itu: &#8220;Rabuni, supaya aku dapat melihat!&#8221; Lalu kata Yesus kepadanya: &#8220;Pergilah,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-63692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=63692"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63693,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63692\/revisions\/63693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=63692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=63692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=63692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}