{"id":63266,"date":"2024-10-23T13:00:59","date_gmt":"2024-10-23T06:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=63266"},"modified":"2024-10-23T13:00:59","modified_gmt":"2024-10-23T06:00:59","slug":"rabu-23-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=63266","title":{"rendered":"Rabu, 23 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 23 Oktober 2024<br \/>\n*Lukas 12:48b* (Luk 12:39-48)<br \/>\n\u201dSetiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.&#8221;<\/p>\n<p>Banyak Diberi Banyak Memberi<\/p>\n<p>Setiap orang mempunyai kelebihan. Bukan karena membandingkan diri dengan orang lain, tetapi karena setiap kita diciptakan Allah sesuai dengan gambaran atau citra Allah. Maka tanggungjawab kita untuk melihat ke dalam diri, apa saja yang menjadi kelebihan kita.<br \/>\nOrang cenderung melihat kekurangan dan kelemahan. Apalagi ketika membandingkan dirinya dengan orang lain.<br \/>\nYesus telah bersabda: \u201cAku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.\u201d (Yoh 10:10b).<br \/>\nMari melihat segala kelimpahan yang Tuhan berikan kepada kita agar kita menyadari, kita telah diberi banyak. Kita punya nafas kehidupan. Tubuh kita diciptakan Tuhan untuk sanggup merubah udara yang masuk ke dalam paru-paru kita menjadi energi, daya tenaga yang menghasilkan panas. Maka kita dapat memberikan kehangatan dan membaginya melalui sentuhan tangan yang penuh kasih dan penghargaan. Senyuman kita bisa membangkitkan semangat dan gairah bagi orang lain untuk menjalani hidup dengan gembira.<br \/>\nItu hanya dua hal kecil yang sederhana.<br \/>\nLantas kepada kita diberi ilmu pengetahuan melalui sekolah. Kita dilatih untuk trampil. Kita diberi kepercayaan untuk memimpin. Mendapatkan status sosial sebagai ibu dan bapa. Mendapatkan penghasilan dari usaha dan kerja. Diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan terus bertumbuh. Imajinasi dan ide kita tak mampu ditandingi oleh sebuah komputer secanggih apapun.<br \/>\nSetetes darah kita bila didonorkan akan menghidupkan orang lain. Tak terbilang banyaknya anugerah Tuhan bagi kita, ditambah talenta dan bakat yang ada.<br \/>\nTuhan telah memberikan yang terbaik bagi kita, mari kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Menjadikan hidup kita saluran berkat Tuhan.<br \/>\nKita sudah banyak menerima dari Tuhan, pertanggungjawabkan semua itu untuk kemuliaan Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat menjadi berkat Tuhan, jangan lupa bahagia.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 23 Okt 2024<br \/>\nRabu Pekan Biasa XXIX<br \/>\nPF S. Yohanes dari Capestrano, Imam<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 24:42a.44<br \/>\nBacaan Injil: Luk 12:39-48<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 24:42a.44<br \/>\nBerjaga-jaga dan bersiap-siaplah,<br \/>\nkarena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 12:39-48<br \/>\nBarangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut daripadanya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika<br \/>\nberkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Camkanlah ini baik-baik!<br \/>\nJika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang,<br \/>\nia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.<br \/>\nHendaklah kalian juga siap-sedia,<br \/>\nkarena Anak Manusia akan datang<br \/>\npada saat yang tak kalian sangka-sangka.&#8221;<br \/>\nPetrus bertanya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, kami sajakah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan ini<br \/>\nataukah juga semua orang?&#8221;<br \/>\nTuhan menjawab,<br \/>\n&#8220;Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana<br \/>\nyang akan diangkat oleh tuannya<br \/>\nmenjadi kepala atas semua hambanya<br \/>\nuntuk membagikan makanan kepada mereka pada waktunya?<br \/>\nBerbahagialah hamba,<br \/>\nyang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya,<br \/>\nketika tuan itu datang.<br \/>\nAku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, tuan itu akan mengangkat dia<br \/>\nmenjadi pengawas segala miliknya.<br \/>\nTetapi jika hamba itu jahat dan berkata dalam hatinya,<br \/>\n&#8216;Tuanku tidak datang-datang.&#8217;<br \/>\nLalu ia mulai memukuli hamba-hamba lain, pria maupun wanita,<br \/>\ndan makan minum serta mabuk,<br \/>\nmaka tuannya akan datang<br \/>\npada hari yang tidak disangka-sangkanya<br \/>\ndan pada saat yang tidak diketahuinya,<br \/>\ndan tuan itu akan membunuh dia<br \/>\nserta membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.<\/p>\n<p>Hamba yang tahu akan kehendak tuannya,<br \/>\ntetapi tidak mengadakan persiapan<br \/>\natau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya,<br \/>\nia akan menerima banyak pukulan.<br \/>\nTetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya<br \/>\ndan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan,<br \/>\nia akan menerima sedikit pukulan.<br \/>\nBarangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut daripadanya.<br \/>\nDan barangsiapa dipercaya banyak,<br \/>\nlebih banyak lagi yang dituntut daripadanya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cJadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.\u201d(Luk 12: 42 \u2013 43)<\/p>\n<p>Seperti kemarin, Injil hari ini mengajak kita untuk berjaga dan siap sedia. *Yesus bersabda: \u201cHendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan,\u201d (Luk 12: 40).*<\/p>\n<p>Seorang murid harus siap sedia menantikan kedatangan Tuhan dan kerajaan-Nya. Injil menerangkan hal ini dengan perumpamaan para hamba yang dipercayakan untuk menjadi kepala atas semua hambanya. Di bagian pertama, seorang hamba melaksanakan tugasnya dengan setia dan menerima ganjarannya, menjadi pengawas segala miliknya. Di bagian yang kedua, hamba yang diceriterakan menyalahgunakan kuasanya dan menganiaya hamba-hamba yang lain. Bukankah situasi seperti ini juga sering terjadi di masa kini?<\/p>\n<p>\u201cKesempatan untuk menjadi hamba yang dipercaya menjadi pengawas segala milik Rumah Allah tidak memberi kita kuasa atas hidup penghuni yang lain; malahan, kepercayaan itu memberi kita tanggungjawab tambahan untuk membuat \u201crumah kita bersama\u201d menjadi lebih adil dan lebih layak huni,\u201d kata Paus Fransiskus.<\/p>\n<p>Ketika Lukas menulis Injil, orang-orang kristen perdana percaya bahwa Yesus akan segera datang kembali, tetapi seiring jalannya waktu, tak ada tanda-tanda akan kedatangan kembali Tuhan Yesus. Maka mereka tergoda untuk kehilangan kewaspadaan dan mulai menyerah. Melalui perikope ini, penginjil berusaha mengingatkan akan adanya bahaya kelesuan dan agar orang-orang beriman tetap berperilaku baik.<\/p>\n<p>Dua hal dapat kita renungkan. Pertama, kita semua bukanlah pemilik atas semua yang diberikan kepada kita. Kita hanya hamba yang dipercaya. Tuhan telah memberikan keistimewaan kepada kita untuk menjadi Anak-anak-Nya. Itu adalah anugerah, yang diberikan kepada kita secara cuma-cuma. Kita tidak dapat menuntut Tuhan. Kedua, sebagai anak-anak-Nya, Allah telah mempercayakan kepada kita saudara-saudari kita \u2013 khususnya mereka yang berjuang untuk hidup mereka \u2013 untuk kita perhatikan. Mengabaikan mereka, tak akan lepas dari murka Allah. Tiadanya empati dan membiarkan orang miskin menderita serta menolak untuk memperhatikan mereka adalah dosa: dosa kelalaian.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga kami Engkau dapati setia dan bijaksana. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Selamat melayani. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"2upsm9l2VZ\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/pengurus-yang-setia-dan-bijaksana\/\">PENGURUS YANG SETIA DAN BIJAKSANA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;PENGURUS YANG SETIA DAN BIJAKSANA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/pengurus-yang-setia-dan-bijaksana\/embed\/#?secret=X6Co5WrgAl#?secret=2upsm9l2VZ\" data-secret=\"2upsm9l2VZ\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 23 Oktober 2024 *Lukas 12:48b* (Luk 12:39-48) \u201dSetiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.&#8221;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-63266","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63266","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=63266"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63266\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63267,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63266\/revisions\/63267"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=63266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=63266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=63266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}