{"id":63081,"date":"2024-10-21T13:28:27","date_gmt":"2024-10-21T06:28:27","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=63081"},"modified":"2024-10-21T13:28:27","modified_gmt":"2024-10-21T06:28:27","slug":"senin-21-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=63081","title":{"rendered":"Senin, 21 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 21 Oktober 2024<br \/>\nLukas 12:20-21<br \/>\n\u201dTetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Menjadi Kaya Di Hadapan Allah<\/p>\n<p>Bagi manusia, mengumpulkan harta hingga menumpuk bagi diri sendiri, itulah kekayaan. Namun sebaliknya bagi Allah. Orang yang mengumpulkan untuk diri sendiri adalah orang yang tak pernah merasa cukup dengan apa yang ada padanya. Seberapapun banyak yang ia kumpulkan, ia tetap merasa berkekurangan.<br \/>\nOrang yang kaya di hadapan Allah adalah orang yang hidup bagi orang lain. Ia selalu bersyukur atas apa yang ada padanya dan merelakannya untuk dibagikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Memberi mengandaikan mempunyai. Pepatah Latin berkata, \u201cNemo dat quid non habet, \u201c (kita tidak dapat memberi apa yang kita tidak punya). Sesungguhnya orang yang bersandar pada Allah memiliki segalanya yakni Allah sendiri, sumber hidup dan penghidupannya.<br \/>\nYesus berkata, \u201cberilah dan kamu akan diberi\u201d (Luk 6:38). Memberi adalah sifat Allah. Dengan memberi kita menjadi saksi bahwa Allah hidup dalam aku, hidupku penuh melimpah. Sabda Allah dalam Masmur 1:3, \u201cIa seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.\u201d<br \/>\nPohon tidak pernah berbuah untuk diri sendiri tapi membaginya untuk sesama ciptaan Tuhan. Dengan demikian bijinya ditanam lagi. Ia menjadi lebih banyak dan berbuah lebih banyak lagi.<br \/>\n\u201dYa Tuhan kami bersyukur atas semua anugerah yang melimpah yang Engkau berikan kepada kami. Nafas hidup dan kasih sayangMu melalui Yesus Juruselamat kami. Jadikanlah hidup kami saluran berkatMu bagi sesama ciptaanMu. Betapa kaya hidup kami ini karena Engkau-lah sumber hidup dan penghidupan kami. KepadaMu kami haturkan segala kemuliaan dan hormat sampai selamanya. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Mari bersyukur dan berbahagia di pekan yang baru ini. Tuhan Yesus memberkati kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 21 Okt 2024<br \/>\nSenin Pekan Biasa XXIX<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 5:3<br \/>\nBacaan Injil: Luk 12:13-21<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 5:3<br \/>\nBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,<br \/>\nkarena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 12:13-21<br \/>\nBagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang.<br \/>\nSalah satu dari mereka berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Guru, katakanlah kepada saudaraku,<br \/>\nsupaya ia berbagi warisan dengan daku.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Saudara, siapakah yang mengangkat Aku<br \/>\nmenjadi hakim atau penengah bagimu?&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepada orang banyak itu,<br \/>\n&#8220;Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan!<br \/>\nSebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya,<br \/>\nhidupnya tidak tergantung dari pada kekayaannya itu.&#8221;<\/p>\n<p>Kemudian Ia menceriterakan kepada mereka perumpamaan berikut,<br \/>\n&#8220;Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.<br \/>\nIa bertanya dalam hatinya, &#8216;Apakah yang harus kuperbuat,<br \/>\nsebab aku tidak punya tempat<br \/>\nuntuk menyimpan segala hasil tanahku.&#8217;<br \/>\nLalu katanya, &#8216;Inilah yang akan kuperbuat:<br \/>\nAku akan merombak lumbung-lumbungku,<br \/>\nlalu mendirikan yang lebih besar,<br \/>\ndan aku akan menyimpan di dalamnya<br \/>\nsegala gandum dan barang-barangku.<br \/>\nSesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku:<br \/>\nJiwaku, ada padamu banyak barang,<br \/>\ntertimbun untuk bertahun-tahun lamanya.<br \/>\nBeristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!&#8217;<br \/>\nTetapi Allah bersabda kepadanya,<br \/>\n&#8216;Hai orang bodoh,<br \/>\npada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu.<br \/>\nBagi siapakah nanti apa yang telah kausediakan itu?<br \/>\nDemikianlah jadinya<br \/>\ndengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri,<br \/>\ntetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA PIRU, PULAU SERAM BAGIAN BARAT<\/p>\n<p>DASAR KEBAHAGIAAN: MENIMBUN ATAU BERBAGI?<\/p>\n<p>\u201dMenimbun harta kekayaan akan membuat dirimu puas, tapi hanya sesaat ketika engkau rela berbagi kepada sesama maka saat itulah jiwamu menemukan dan mengalami kebahagiaan.\u201d<\/p>\n<p>Yesus mengingatkan kita semua di pagi ini bahwa ketamakan bukan hanya sekedar keinginan untuk memiliki, tapi lebih dari itu adalah kepuasaan dalam menyimpan untuk dirinya sendiri. Maka kata Yesus: &#8220;Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.&#8221; ( ayat 15 )<\/p>\n<p>Karena itu apa yang Tuhan kehendaki agar kita sadari dan perbuat adalah:<\/p>\n<p>1) Sadarilah bahwa semua rezeki yang kita terima adalah anugrah Tuhan, yang tentunya diperoleh dari hasil kerja keras kita;<\/p>\n<p>2) Jadikanlah dirimu saluran berkat bukan gudang penyimpan barang;<\/p>\n<p>3) Sekecil apa pun pemberianmu maka sangatlah berarti bagi mereka yang memerlukannya.<\/p>\n<p>Akhirnya sadarlah bahwa hanya sesaat ketika engkau rela berbagi maka saat itulah engkau akan mengerti mengapa Tuhan memberkatimu secara berlimpah.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 21 Oktober 2024 Lukas 12:20-21 \u201dTetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-63081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=63081"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63081\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63082,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/63081\/revisions\/63082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=63081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=63081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=63081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}