{"id":62971,"date":"2024-10-20T12:38:09","date_gmt":"2024-10-20T05:38:09","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=62971"},"modified":"2024-10-20T12:38:09","modified_gmt":"2024-10-20T05:38:09","slug":"minggu-20-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=62971","title":{"rendered":"Minggu, 20 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 20 Oktober 2024<br \/>\nHari Minggu Misi<br \/>\nMarkus 10:43-45 (Mrk 10:35-45)<br \/>\nBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Hidup Ini Adalah Kesempatan Untuk Melayani Tuhan<\/p>\n<p>Hari ini Gereja merayakan Hari Minggu Misi untuk mengingatkan kita bahwa tugas perutusan kita yang paling utama di dunia ini sebagai pengikut Kristus adalah menjadi misionaris atau pembawa misi Kristus.<br \/>\nYesus telah berpesan, \u201cpergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku\u201d (Mat 28:19). Ratusan tahun yang lalu, para misionaris dari Eropa datang ke tanah air kita tercinta Indonesia. Puji Tuhan setelah sekian lama Injil diwartakan dan dihidupi di tanah air kita, bangsa kita Indonesia kini menjadi tanah yang subur untuk mempersembahkan para misionaris bagi dunia.<br \/>\nKita bersyukur karena budaya melayani, peduli dengan sesama, ramah dan murah hati telah menjadi inti budaya kita. Indonesia sudah 6 tahun berturut-turut menjadi negara paling dermawan di dunia (lihat: https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/lifestyle\/20231201102834-33-493689\/10-negara-paling-dermawan-di-dunia-indonesia-nomor-berapa ). Indonesia juga menjadi salah satu negara paling ramah di dunia, karena budaya peduli dan gotong royong. Oleh karena itu setelah sekian lama menjadi tujuan karya misi gereja, kini Indonesia menjadi sumber misionaris dunia untuk semua denominasi gereja.<br \/>\nMari terus memperdalam semangat pelayanan kita. Jangan sampai tergerus oleh budaya individualis dan hanya ingat diri. Wartakan kepada dunia Tuhan Yesus teramat baik. Peganglah nilai terdalam perutusan Yesus ke dalam dunia untuk kita, \u201cAku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa menjadi tebusan bagi banyak orang.\u201d<br \/>\n\u201dTerindah dalam hidupku mengenal, mencintai dan melayanimu.\u201d Melayani Tuhan dan sesama.<br \/>\nNyanyikan terus lagu yang indah ini:<br \/>\nHidup ini adalah kesempatan.<br \/>\nHidup ini untuk melayani Tuhan<br \/>\nJangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri<br \/>\nHidup ini hanya sementara<br \/>\nOh Tuhan pakailah hidupku selagi aku masih kuat<br \/>\nBila saatnya nanti ku tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu Misi. Selamat melayani.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 20 Okt 2024<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XXIX<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mrk 10:45<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 10:35-45<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMrk 10:45<br \/>\nAnak Manusia datang bukan untuk dilayani,<br \/>\nmelainkan untuk melayani<br \/>\ndan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 10:35-45<br \/>\nAnak Manusia datang untuk melayani<br \/>\ndan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus,<br \/>\ndan berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Guru, kami harap Engkau mengabulkan suatu permohonan kami!&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Apa yang kamu kehendaki Kuperbuat bagimu?&#8221;<br \/>\nMereka menjawab,<br \/>\n&#8220;Perkenankanlah kami ini duduk dalam kemuliaan-Mu kelak,<br \/>\nseorang di sebelah kanan-Mu,<br \/>\ndan seorang di sebelah kiri-Mu.&#8221;<br \/>\nTetapi kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Kamu tidak tahu apa yang kamu minta.<br \/>\nSanggupkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum,<br \/>\ndan dibaptis dengan pembaptisan yang harus Kuterima?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Kami sanggup!&#8221;<\/p>\n<p>Yesus lalu berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum,<br \/>\ndan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.<br \/>\nTetapi hal duduk di sebelah kanan atau kiri-Ku,<br \/>\nAku tidak berhak memberikannya.<br \/>\nItu akan diberikan kepada orang-orang<br \/>\nyang baginya telah disediakan.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar itu,<br \/>\nkesepuluh murid yang lain menjadi marah<br \/>\nkepada Yakobus dan Yohanes.<br \/>\nTetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,<br \/>\n&#8220;Kamu tahu, bahwa<br \/>\norang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa<br \/>\nmemerintah rakyatnya dengan tangan besi,<br \/>\ndan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.<br \/>\nTidaklah janganlah demikian di antara kamu!<br \/>\nBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi pelayanmu,<br \/>\ndan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.<br \/>\nKarena Anak Manusia pun datang<br \/>\nbukan untuk dilayani melainkan untuk melayani<br \/>\ndan untuk memberikan nyawa-Nya<br \/>\nsebagai tebusan bagi banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p> Sabda Hidup\u2618<\/p>\n<p>\u201cAnak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221; [Mrk 10: 45]<\/p>\n<p>Injil hari ini mengingatkan kita bahwa kepemimpinan, di mata Yesus, bukanlah tentang otoritas atau kekuasaan, tetapi tentang pelayanan dan kerendahan hati. Yesus menghargai mereka yang memikul tanggung jawab, tetapi menekankan pentingnya sikap yang benar. Sebagai orang Kristen, kita memahami bahwa kepemimpinan sejati mencerminkan teladan Kristus dalam hal pelayanan, bukan promosi diri.<\/p>\n<p>Hari ini, Hari Minggu Misi Sedunia, Gereja mengingatkan kita akan peran penting yang dimainkan oleh para misionaris dalam menyebarkan kasih Allah dan Kabar Baik Kerajaan-Nya. Paus Fransiskus telah memilih tema yang tepat untuk tahun ini: \u201cPergi dan Undanglah Semua Orang ke Perjamuan,\u201d(Mat 22: 9) yang mencerminkan inklusivitas kasih Allah dan tanggung jawab kita untuk membagikannya kepada dunia. Seperti dalam Injil Matius, di mana undangan perjamuan diulurkan kepada semua orang, demikian juga kita dipanggil untuk membagikan kasih karunia Allah kepada semua orang, tanpa memandang siapa mereka atau dari mana asalnya.<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, kita mendengar tentang perselisihan di antara para rasul tentang siapa yang seharusnya memegang posisi tertinggi dalam Kerajaan yang akan didirikan Yesus. Yakobus dan Yohanes mencari gengsi, menyebabkan ketegangan di dalam kelompok itu. Namun, Yesus mengalihkan fokus mereka, mengingatkan mereka bahwa kepemimpinan bukanlah tentang status atau kendali, tetapi tentang melayani orang lain. Dia mengundang mereka untuk berbagi dalam piala-Nya, sebuah simbol kasih-Nya dan kesediaan-Nya untuk menderita bagi orang lain. Undangan ini bukan hanya untuk para rasul, tetapi juga untuk kita semua yang berusaha mengikut Kristus.<\/p>\n<p>Pada Hari Misi Sedunia ini, kita diingatkan bahwa karya misi juga adalah tentang pelayanan, bukan tentang status. Para misionaris tidak pergi untuk mengontrol atau memaksa tetapi untuk dengan penuh kasih mengundang orang lain ke dalam kepenuhan kasih Allah. Kita semua dipanggil untuk menjadi misionaris, membagikan karunia iman dan pengharapan kepada orang lain melalui pelayanan yang rendah hati dan kepedulian yang tulus. Ketika kita menghormati mereka yang melayani dalam misi, kita juga diingatkan untuk menerima panggilan kita sendiri untuk melayani di mana pun kita berada.<\/p>\n<p>Allah dan Bapa kami, Putera-Mu Yesus adalah setara dengan-Mu namun Ia menjadikan diri-Nya sebagai saudara dan hamba kami. Semoga Roh-Nya hidup di dalam kami dan membuat kami menjadi seperti Putra-Mu, tak berdaya dan rentan, sehingga kami dapat melayani satu sama lain, terutama saudara dan saudari kami yang paling lemah. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu Misi Sedunia, selamat melayani! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"aReQ3Iz91y\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/pergi-dan-undanglah-semua-ke-dalam-perjamuan\/\">PERGI DAN UNDANGLAH SEMUA KE DALAM PERJAMUAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;PERGI DAN UNDANGLAH SEMUA KE DALAM PERJAMUAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/pergi-dan-undanglah-semua-ke-dalam-perjamuan\/embed\/#?secret=Ze13Xp2l0Y#?secret=aReQ3Iz91y\" data-secret=\"aReQ3Iz91y\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 20 Oktober 2024 Hari Minggu Misi Markus 10:43-45 (Mrk 10:35-45) Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-62971","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=62971"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62971\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62972,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62971\/revisions\/62972"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=62971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=62971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=62971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}