{"id":62810,"date":"2024-10-18T18:18:17","date_gmt":"2024-10-18T11:18:17","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=62810"},"modified":"2024-10-18T18:18:17","modified_gmt":"2024-10-18T11:18:17","slug":"jumat-18-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=62810","title":{"rendered":"Jumat, 18 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 18 Oktober 2024<br \/>\nPesta St. Lukas Pengarang Injil<br \/>\nLukas 10:9 (Luk 1:1-9)<br \/>\nKemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Katanya kepada mereka, \u201csembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.&#8221;<\/p>\n<p>Saling Menyembuhkan<\/p>\n<p>Setiap tanggal 18 Oktober Gereja memperingati St Lukas pengarang Injil. Ia adalah seorang tabib atau dokter. Karena itu Lukas menyebutkan bahwa penyembuhan adalah bagian yang tak terpisahkan dari maksud kedatangan Yesus.<br \/>\nDemikian juga ketika Yesus memanggil dan mengutus murid-muridNya, Lukas menuliskan perintah Yesus untuk menyembuhkan yang sakit. Memang sakit dan luka tak akan terhindarkan dari hidup ini. Ada dokter dan perawat, tenaga medis yang profesional di bidang ini. Akan tetapi saling menyembuhkan adalah panggilan anggota keluarga Kerajaan Allah untuk menghadirkan Allah yang menyembuhkan. Baik jasmani maupun rohani.<br \/>\nNamun seperti dikatakan almarhum Pastor Henry Nouwen, kita adalah &#8220;the wounded healer&#8221;, atau penyembuh yang sendiri terluka. Oleh karena itu kita saling menyembuhkan bukan sebagai pribadi yang sempurna tapi sebagai pribadi yang juga perlu disembuhkan. Maka dengan kerendahan hati serta kerelaan hati kita membasuh sesama yang terluka, dan menaruh kasih dan doa sebagai obat yang paling utama.<br \/>\nMari kita saling menyembuhkan. Baik luka-luka batin dengan cara saling mengampuni, maupun sakit penyakit lainnya dengan saling mendoakan. Kita bawa selalu dalam doa: \u201cDalam nama Yesus, jadilah engkau sembuh!&#8221;<br \/>\n\u201dTuhan Yesus sembuhkanlah kami. Ampunilah kami dari dosa yang membuat kami terluka dan melukai orang lain. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Salam sehat. Mari saling menyembuhkan. \u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 18 Okt 2024<br \/>\nJumat Pekan Biasa XXVIII<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:16<br \/>\nBacaan Injil: Luk 10:1-9<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:16<br \/>\nBukan kamu yang memilih Aku,<br \/>\ntetapi Akulah yang memilih kamu.<br \/>\nAku telah menetapkan kamu<br \/>\nsupaya pergi dan menghasilkan buah,<br \/>\ndan buahmu itu tetap.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 10:1-9<br \/>\nTuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.<\/p>\n<p>*_Inilah Injil Suci menurut Lukas: _*<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\nTuhan menunjuk tujuh puluh murid,<br \/>\nlalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya<br \/>\nke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.<br \/>\nKata-Nya kepada mereka, &#8220;Tuaian memang banyak,<br \/>\ntetapi sedikitlah pekerjanya.<br \/>\nKarena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian,<br \/>\nsupaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.<\/p>\n<p>Pergilah!<br \/>\nCamkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba<br \/>\nke tengah-tengah serigala.<br \/>\nJanganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut,<br \/>\ndan janganlah memberi salam kepada siapa pun<br \/>\nselama dalam perjalanan.<\/p>\n<p>Kalau kamu memasuki suatu rumah,<br \/>\nkatakanlah lebih dahulu,<br \/>\n&#8216;Damai sejahtera bagi rumah ini.&#8217;<br \/>\nDan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera,<br \/>\nmaka salammu itu akan tinggal padanya.<br \/>\nTetapi jika tidak, salammu itu akan kembali kepadamu.<br \/>\nTinggallah dalam rumah itu,<br \/>\nmakan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu,<br \/>\nsebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.<br \/>\nJanganlah berpindah-pindah rumah.<br \/>\nJika kamu masuk ke dalam sebuah kota<br \/>\ndan kamu diterima di situ,<br \/>\nmakanlah apa yang dihidangkan kepadamu,<br \/>\ndan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ,<br \/>\ndan katakanlah kepada mereka,<br \/>\n&#8216;Kerajaan Allah sudah dekat padamu.'&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA BANDA NEIRA, MALUKU TENGAH<br \/>\nPesta St Lukas.<\/p>\n<p>JADILAH SHALOM BAGI SESAMAMU<\/p>\n<p>\u201cTidak cukup bagi kita untuk mengucapkan \u201cshalom\u201d, belum lengkap rasanya bila kita hanya mewartakan \u201cshalom\u201d, tapi hendaklah damaikan dirimu dengan Tuhan sehingga dirimu menjadi \u201cshalom\u201d bagi sesamamu ke mana pun engkau pergi dan di mana pun engkau berada.\u201d<\/p>\n<p>Pada pesta St. Lukas, Penulis Injil ini, kita diingatkan untuk membawa damai Tuhan bagi semua orang yang kita jumpai seperti perintah Yesus dalam Injil hari ini: \u201dKalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.\u201d ( ayat 5 )<\/p>\n<p>Karena itu apa yang Tuhan kehendaki agar kita sadari dan perbuat adalah:<\/p>\n<p>1) Damaikanlah hati dan pikiranmu dengan Tuhan dan sesamamu;<\/p>\n<p>2) Perbiasakanlah lidahmu mengucapkan kata-kata yang menyejukkan dan mendamaikan;<\/p>\n<p>3) Ciptakanlah kedamaian dengan semua yang Anda jumpai di sepanjang kehidupanmu.<\/p>\n<p>Akhirnya tidak ada kedamaian yang lebih sempurna selain hanya damai Kristus saja.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 18 Oktober 2024 Pesta St. Lukas Pengarang Injil Lukas 10:9 (Luk 1:1-9) Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-62810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=62810"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62810\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62811,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62810\/revisions\/62811"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=62810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=62810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=62810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}