{"id":62637,"date":"2024-10-16T17:30:32","date_gmt":"2024-10-16T10:30:32","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=62637"},"modified":"2024-10-16T17:30:32","modified_gmt":"2024-10-16T10:30:32","slug":"rabu-16-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=62637","title":{"rendered":"Rabu, 16 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 16 Oktober 2024<br \/>\nLukas 11:42 (Luk 11:42-46)<br \/>\n\u201cTetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.\u201d<\/p>\n<p>Seimbang Dan Harmoni<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, selain kita belajar dari kecaman Yesus atas kemunafikan orang-orang Farisi dan ahli Taurat, Yesus memberikan kita prinsip hidup yang sangat bijaksana, seperti yang dikatakanNya: \u201cyang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.\u201d<br \/>\nBagi Yesus, hukum, keadilan dan cinta kasih adalah satu kesatuan. Seimbang dan harmoni. Cinta kasih adalah hukum dan wujudnya yang nyata adalah keadilan. Hukum adalah perintah cinta kasih yang mesti ditaati dan penjamin keadilan. Keadilan adalah wujud nyata cinta kasih dan ditetapkan dalam hukum.<br \/>\nKetiganya mesti ada dan tritunggal. Sekedar menjalankan hukum tanpa terdorong oleh cinta kasih dan rasa keadilan, hanyalah legalisme belaka. Cinta kasih tanpa mengindahkan hukum dan mengabaikan keadilan hanyalah romantisme belaka. Keadilan tak akan terwujud bila hukum dilanggar dan cinta kasih diabaikan.<br \/>\nItulah sebabnya Yesus menegur gaya hidup orang Farisi yang taat aturan tapi kehilangan roh cintakasih dan rasa keadilan. Bila hal yang sama terus terjadi pada para pengikut Yesus, betapa relevannya pesan Yesus ini bagi kita: \u201cyang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan!\u201d Inilah kesatuan yang tak terpisahkan antara cinta kasih-keadilan-hukum.<br \/>\nJadilah penegak hukum dan pejuang keadilan yang dilandasi semangat cinta kasih yang tulus dan murni.<br \/>\n\u201dYa Yesus anugerahilah kami Roh KebijaksanaanMu agar taat pada perintahMu, berlaku adil kepada sesama dan terus berkobar dalam cintakasih.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru, kesempatan baru untuk menjadi saluran kasih Tuhan\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 16 Okt 2024<br \/>\nRabu Pekan Biasa XXVIII<br \/>\nPF S. Margareta Maria Alacoque, Perawan<br \/>\nPF S. Hedwig, Biarawati<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:27<br \/>\nBacaan Injil: Luk 11:42-46<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:27<br \/>\nDomba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan,<br \/>\nAku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 11:42-46<br \/>\nCelakalah kalian, hai orang-orang Farisi!<br \/>\nCelakalah kalian, hai ahli-ahli kitab!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus bersabda, &#8220;Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi!<br \/>\nSebab kalian membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran,<br \/>\ntetapi kalian mengabaikan keadilan dan kasih Allah.<br \/>\nYang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.<br \/>\nCelakalah kalian, hai orang-orang Farisi,<br \/>\nsebab kalian suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat<br \/>\ndan suka menerima penghormatan di pasar.<br \/>\nCelakalah kalian,<br \/>\nsebab kalian seperti kubur yang tidak memakai tanda;<br \/>\norang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.&#8221;<\/p>\n<p>Seorang ahli Taurat menjawab,<br \/>\n&#8220;Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus berkata lagi,<br \/>\n&#8220;Celakalah kalian juga, hai ahli-ahli Taurat,<br \/>\nsebab kalian meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang,<br \/>\ntetapi kalian sendiri<br \/>\ntidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>MENJADI BERKAT BUKAN BEBAN<\/p>\n<p>\u201dSadar atau tidak sering kita menjadi beban bagi orang lain, dan kita lebih suka serta senang berada di atas pundak orang lain daripada memberi pundak sendiri untuk memikulnya.\u201d<\/p>\n<p>Bila itulah kebiasaan kita maka pagi ini kita ditegur oleh Yesus lewat firman-Nya: &#8220;Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu p dengan satu jaripun.&#8221;( ayat 46 )<\/p>\n<p>Karena itu apa yang Tuhan kehendaki agar kita sadari dan perbuat adalah:<\/p>\n<p>1) Berjuanglah agar sedapat mungkin menjadikan dirimu berkat bukan beban bagi orang lain;<\/p>\n<p>2) Bila engkau tidak rela memikul beban orang lain maka janganlah membebani mereka;<\/p>\n<p>3) Beranilah memikul beban sendiri karena sesungguhnya setiap orang memiliki beban yang harus dipikulnya;<\/p>\n<p>Akhirnya, percayalah bahwa sesaat ketika Anda mau meringankan beban orang lain maka saat itulah Anda akan memiliki kekuatan besar dan bahu yang kuat untuk memikul bebanmu sendiri.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 16 Oktober 2024 Lukas 11:42 (Luk 11:42-46) \u201cTetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-62637","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=62637"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62637\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62638,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62637\/revisions\/62638"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=62637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=62637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=62637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}