{"id":62626,"date":"2024-10-15T20:58:45","date_gmt":"2024-10-15T13:58:45","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=62626"},"modified":"2024-10-15T20:58:45","modified_gmt":"2024-10-15T13:58:45","slug":"berbagi-kasih-dengan-teman-teman-difabilitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=62626","title":{"rendered":"Berbagi Kasih Dengan Teman Teman Difabilitas"},"content":{"rendered":"<p>BERBAGI KASIH DENGAN TEMAN TEMAN DIFABILITAS<\/p>\n<p>Problematika sosial, ekonomi hingga budaya yang masih dialami penyandang disabilitas di tengah masyarakat menyebabkan mereka sulit mengembangkan diri.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut perlu ditangani, dengan cara memberi perhatian khusus. \u201cBentuk perhatian bisa berupa pendekatan psikologi, pendidikan, hingga memberikan pelatihan keterampilan agar mereka bisa berkarya atau bekerja,\u201d tandas pemerhati disabilitas, Tommy Kondong saat ditemui BincangInklusi di Jakarta, Minggu (13\/10).<\/p>\n<p>Diungkapkan, hingga kini perhatian yang diterima disabilitas masih belum maksimal. \u201cKarenanya saya berharap Bapa Uskup Keuskupan Agung Jakarta dapat menginstruksikan paroki-paroki untuk meningkatkan perhatiannya kepada umat disabilitas,\u201d imbuh pria yang menjadi koordinator wilayah di Gereja Santo Fransiskus Asisi, Paroki Tebet, Jakarta itu.<\/p>\n<p>Tommy mendukung keberadaan komunitas disabilitas di gereja serta mengapresiasi pelayanan para volunteer. \u201cKehadiran komunitas dapat membantu mengarahkan umat disabilitas misalnya dalam pelatihan keterampilan dan penempatan kerja. Kehadiran volunteer atau relawan mampu mengayomi dan sekaligus mendidik umat disabilitas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ajang Berbagi<\/p>\n<p>Sementara itu di Aula Paroki Tebet, usai Misa Inklusi, digelar acara ramah tamah bersama umat disabilitas. \u201cKalau tanggal 6 Oktober, Misa Inklusi dalam rangkaian HUT ke-58 Gereja Santo Fransiskus Asisi, Tebet. Sedangkan 13 Oktober juga ada Misa Inklusi, tapi acara ramah tamahnya untuk merayakan syukur ulang tahun Pak Tommy yang ingin berbagi sukacita pada umat disabilitas,\u201d terang ketua panitia acara ramah tamah, Bernadetta Wiwin Listyaningsih saat dihubungi via telepon, Selasa (15\/10).<\/p>\n<p>Sekitar 70 orang yang terdiri dari umat disabilitas dan para relawan larut dalam acara ramah tamah tersebut. Gim atau permainan dihelat untuk menambah marak suasana. Penampilan umat disabilitas, juga umat non-disabilitas dalam bernyanyi mewarnai inklusivitas acara hari itu.<\/p>\n<p>\u201cKami senang melihat teman-teman disabilitas bisa menikmati acara. Bingkisan, konsumsi, semuanya itu karena kemurahan hati Pak Tommy dan istrinya, Bu Loely,\u201d tukas Wiwin yang mengajar bina iman anak berkebutuhan khusus di Jakarta dan Bogor itu.<\/p>\n<p>Lebih lanjut perempuan yang berprofesi sebagai perawat itu menyatakan, kegiatan terkait disabilitas di Paroki Tebet tak terlepas dari AMARE ET SEVIRE, nama komunitas sahabat disabilitas yang dibentuknya tiga tahun lalu. \u201cArti nama tersebut yakni mengenal dan melayani Tuhan. Inilah yang mendasari kami saat mendampingi umat disabilitas di mana pun,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Penulis: Ignatius Herjanjam<br \/>\nhttps:\/\/bincanginklusi.com\/disabilita&#8230;<\/p>\n<p>Sumber Komsos Paroki Tebet<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERBAGI KASIH DENGAN TEMAN TEMAN DIFABILITAS Problematika sosial, ekonomi hingga budaya yang masih dialami penyandang disabilitas di tengah masyarakat menyebabkan mereka sulit mengembangkan diri. Kondisi tersebut perlu ditangani, dengan cara memberi perhatian khusus. \u201cBentuk&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-62626","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=62626"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62626\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62627,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62626\/revisions\/62627"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=62626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=62626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=62626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}