{"id":62553,"date":"2024-10-15T09:31:31","date_gmt":"2024-10-15T02:31:31","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=62553"},"modified":"2024-10-15T09:31:31","modified_gmt":"2024-10-15T02:31:31","slug":"selasa-15-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=62553","title":{"rendered":"Selasa, 15 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 15 Oktober 2024<br \/>\nLukas 11:37-38 (Luk 11:37-41)<br \/>\nKetika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.<\/p>\n<p>Kecantikan Dari Dalam<\/p>\n<p>Bukan maksud Yesus melanggar protokol kesehatan karena tidak mencuci tangan sebelum makan. Setiap sikap dan tindakan Yesus selalu mengandung pesan, terutama bagi orang Farisi dan ahli Taurat yang menjalankan tradisi hanya demi luaran, supaya dilihat orang, bukan datang dari hati yang tulus.<br \/>\nKetulusan hati itulah yang utama. Disebut sebagai \u2018inner beauty\u2019 atau kecantikan dari dalam. Bukan soal penampilan luaran.<br \/>\nYesus mengajak kita masuk lebih dalam untuk menemukan dorongan hati yang penuh cinta ketika berbakti kepada Tuhan atau menolong sesama serta menjalani semua aturan. Kita melakukannya bukan karena disuruh orangtua, atau sekedar mengikuti aturan dan kebiasaan. Bukan juga seperti robot yang sudah disetel namun tanpa jiwa dan hati nurani.<br \/>\nDemikian kita ingat protokol kesehatan di masa pandemi. Kita mencuci tangan bukan lagi karena disuruh tapi karena kesadaran pentingnya pola hidup sehat.<br \/>\nUntuk semua yang kita lakukan, baiklah ada motivasi yang dalam di balik semuanya, ada cinta yang tulus yang mendorongnya.<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Damai selalu di hati. Tuhan Yesus menyertai\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 15 Okt 2024<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XXVIII<br \/>\nPW S. Teresia dr Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Ibr 4:12<br \/>\nBacaan Injil: Luk 11:37-41<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nIbr 4:12<br \/>\nSabda Allah itu hidup dan penuh daya,<br \/>\nmenguji segala pikiran dan maksud hati.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 11:37-41<br \/>\nBerikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika, selesai mengajar,<br \/>\nYesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya.<br \/>\nMaka masuklah Yesus ke rumah itu, lalu duduk makan.<br \/>\nTetapi orang Farisi itu heran<br \/>\nmelihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan.<br \/>\nLalu Tuhan berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Hai orang-orang Farisi,<br \/>\nkamu membersihkan cawan dan pinggan bagian luar,<br \/>\ntetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan.<br \/>\nHai orang-orang bodoh,<br \/>\nbukankah yang menjadikan bagian luar,<br \/>\nDialah juga yang menjadikan bagian dalam?<br \/>\nMaka berikanlah isinya sebagai sedekah,<br \/>\ndan semuanya akan menjadi bersih bagimu.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>BERPENAMPILAN PARLENTE DENGAN MULUT MANIS<\/p>\n<p>\u201dDemi mendapatkan sesuatu entahkah pujian atau imbalan berupa uang dan kedudukan maka ada banyak di antara kita berpenampilan parlente dengan mulut manis di hadapan orang lain. Inilah yang disebut orang munafik dan jahat.\u201d<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus menghardik golongan orang munafik dengan pernyataan keras ini:&#8221;Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.&#8221; ( ayat 39 )<\/p>\n<p>Karena itu apa yang Tuhan kehendaki agar kita sadari dan perbuat adalah:<\/p>\n<p>1) Tampillah ada adanya sebagai wujud dari kepolosan dan ketulusanmu;<\/p>\n<p>2) Gunakanlah cara-cara jujur untuk mendapatkan tujuan dan cita-citamu;<\/p>\n<p>3) Telingamu mengembang kempis karena pujian dusta, tapi batinmu tidak akan tenang karena kemunafikanmu, kecuali gaya parlente dan bermulut manis adalah pilihan untuk cara hidupmu.<\/p>\n<p>Akhirnya sadarlah bahwa \u201cmendapatkan hinaan karena kejujuran lebih bermartabat daripada menerima pujian karena kemunafikan.\u201d<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 15 Oktober 2024 Lukas 11:37-38 (Luk 11:37-41) Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-62553","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=62553"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62553\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62554,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/62553\/revisions\/62554"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=62553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=62553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=62553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}