{"id":61943,"date":"2024-10-08T18:22:29","date_gmt":"2024-10-08T11:22:29","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61943"},"modified":"2024-10-08T18:22:31","modified_gmt":"2024-10-08T11:22:31","slug":"rabu-09-oktober-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61943","title":{"rendered":"Rabu, 09 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Lukas 11:1<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan, ajarilah kami berdoa, sebagaimana yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Di antara para rasul pun terjadi salah paham. Di Yerusalem Paulus menegaskan agar adat-istiadat bangsa yang menerima pewartaan tetap dihormati. Ia menghendaki pula agar orang-orang Kristen Yahudi setia pada adat-istiadatnya. Kebersamaan mereka adalah dalam Kristus. Dialah yang mengajarkan bahwa mereka semua putra dan putri Bapa yang sama.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa kami di surga,&nbsp;semoga kami terbiasa dengan menyebut nama-Mu&nbsp;dan ajarilah kami mendengarkan sabda-Mu,&nbsp;yang membawa kehidupan dan mendatangkan Dikau&nbsp;di tengah-tengah kami.&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu,&nbsp;Tuhan dan pengantara kami, yang \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia 2:1-2.7-14<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cMereka melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, empat belas tahun setelah dipilih Tuhan, aku pergi ke Yerusalem bersama dengan Barnabas, dan Titus pun kubawa serta. Aku pergi ke sana berdasarkan suatu pernyataan. Di sana aku membentangkan Injil yang kuberitahukan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, jangan sampai dengan percuma aku telah berusaha. Pada kesempatan itu aku berbicara tersendiri dengan orang-orang yang terpandang. Mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil bagi orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus bagi orang-orang bersunat; maka mereka menjadi yakin. Sebab sebagaimana Tuhan telah memberi Petrus kekuatan untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, demikian pula Ia memberi aku kekuatan untuk menjadi rasul bagi orang-orang yang tak bersunat. Mereka pun menjadi yakin mengenai kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku. Maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan daku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan. Semua setuju bahwa kami pergi kepada orang-orang yang tak bersunat, sedangkan mereka kepada orang-orang yang bersunat. Mereka hanya minta agar kami tetap mengingat orang-orang miskin; dan hal itu sungguh-sungguh kuusahakan. Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku terus terang menentang dia, karena ia salah. Sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat. Tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Juga orang-orang Yahudi lain ikut berlaku munafik seperti dia, sehingga Barnabas sendiri terseret oleh kemunafikan mereka. Aku melihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil. Maka aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua, \u201cJika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 117:1bc.2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Rm 8:15)<em>Kalian akan menerima roh pengangkatan menjadi anak; dalam roh itu kita akan berseru, \u2018Abba, ya Bapa.\u2019<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 11:1-4<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cTuhan, ajarilah kami berdoa.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, \u201cTuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.\u201d Maka Yesus berkata kepada mereka, \u201cBila kalian berdoa, katakanlah: \u2018Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas Biara SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur dalam Resi \u2013 Renungan Singkat Dehonian edisi Rabu 9 Oktober 2024.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/I, Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih. Berapa kali anda berdoa setiap hari? Saya yakin anda pasti rajin berdoa setiap hari, bahkan mungkin beberapa kali dalam sehari. Mengapa anda percaya berdoa? Seberapa pentingkan doa itu bagi anda? Pertanyaan-pertanyaan ini bisa membantu untuk semakin memahami makna doa itu sendiri. Hari ini kita mendengar dalam injil, Para murid Yesus meminta Dia untuk mengajarkan mereka cara berdoa. Ini menunjukkan bahwa doa merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang murid Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus mengajarkan sebuah model berdoa yag baru bagi para murid. Doa ini kita kenal sebagai doa BAPA KAMI. Yesus menekankan Pengakuan Allah sebagai Bapa. Dengan memanggil Allah sebagai \u201cBapa\u201d, Yesus ingin agar semua muridNya mengakui hubungan yang intim dan pribadi dengan-Nya. Kedekatan afeksi antara kita dengan Allah memungkinkan kita untuk percaya bukan karena ketakutan, tetapi karena kasih seorang anak kepada bapanya. Doa menjadi saran kita menjalin komunikasi dengan Allah: Melalui doa, kita bercakap-cakap dengan Allah dan mengungkapkan hati kita kepada-Nya.Yesus juga mengajarkan bahwa dalam setiap doa-Doa, kita diajak untuk mengutamakan kehendak Allah. Kita belajar untuk menyerahkan hidup kita kepada Bapa dan mengutamakan kehendak-Nya di atas kehendak dan keinginan kita. Kita mesti mengakui bahwa kita membutuhkan Allah dalam segala hal dan bergantung pada-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Doa memiliki kekuatan yang membantu kita untuk belajar mengampuni. Sama seperti kita meminta pengampunan dari Allah, kita juga harus belajar untuk mengampuni orang lain. Doa juga adalah senjata yang kuat yang melindungi kita: Doa memiliki kuasa untuk mengubah keadaan dan membawa kita lebih dekat kepada Allah. Bagian \u201cJanganlah masukkan kami ke dalam pencobaan\u201d menunjukkan bahwa kita membutuhkan kekuatan Allah untuk menghadapi godaan dunia dan kuasa gelap yang seringkali datang untuk membawa kita pada kuasa setan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudariku terkasih, bagi kita sebagai pengikut Kristus, doa seharusnya menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang Kristen. Doa bukan sekadar ritual atau kewajiban yang harus dijalankan, melainkan percakapan pribadi dengan Allah. Melalui doa, kita dapat membangun hubungan yang semakin dalam dan pribadi dengan Allah dan bergantung padaNya. Dalam doa, kita mengungkapkan kerinduan, harapan, dan ketakutan kita. Ini memperkuat ikatan kita dengan Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka, berdoalah secara teratur. Luangkan waktu setiap hari untuk berdoa dan berkomunikasi dengan Allah. Berdoalah dengan hati yang tulus dan ungkapkan segala &nbsp;perasaan dan pikiran kita kepada Allah dengan jujur dan terbuka, baik saat kita merasa Bahagia, bersukacita, atau saat kita merasa sedih, kecewa, terluka. Percayalah bahwa Allah mendengar dan menjawab doa kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga kita senantiasa diberi kemampuan dan anugerah untuk setia berdoa dan bercakap-cakap dengan Bapa kita. Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin&nbsp; Tuhan memberkati. Berkah Dalem.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahakudus,&nbsp;berkatilah kiranya anggur roti ini,&nbsp;agar menunjukkan jalan yang menuju kepada-Mu,&nbsp;Allah dan Bapa kami.&nbsp;Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Lukas 11:1<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan ajarilah kami berdoa,&nbsp;sebagaimana yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa kami di surga,&nbsp;perkenankanlah kami bertobat kepada-Mu&nbsp;dan semoga Kauampuni segala dosa kami&nbsp;setiap kali kami dengan iman&nbsp;menyembah nama-Mu dan memohon kedatangan-Mu.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Rabu-09-Oktober-2024-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Rabu 09 Oktober 2024 oleh Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang Cempedak Jakarta \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/10\/08\/rabu-09-oktober-2024-hari-biasa-pekan-xxvii\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/10\/08\/rabu-09-oktober-2024-hari-biasa-pekan-xxvii\/<\/a> <\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=61943-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_5539\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-61943-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Rabu-09-Oktober-2024-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Rabu-09-Oktober-2024-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Rabu-09-Oktober-2024-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Rabu-09-Oktober-2024-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=61943-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Rabu-09-Oktober-2024-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Rabu-09-Oktober-2024-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Lukas 11:1 Tuhan, ajarilah kami berdoa, sebagaimana yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya. PENGANTAR: Di antara para rasul pun terjadi salah paham. Di Yerusalem Paulus menegaskan agar adat-istiadat bangsa yang menerima pewartaan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-61943","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=61943"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61943\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61945,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61943\/revisions\/61945"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=61943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=61943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=61943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}