{"id":61850,"date":"2024-10-07T16:21:05","date_gmt":"2024-10-07T09:21:05","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61850"},"modified":"2024-10-07T16:21:05","modified_gmt":"2024-10-07T09:21:05","slug":"senin-07-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61850","title":{"rendered":"Senin, 07 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 7 Oktober 2024<br \/>\nPeringatan St Perawan Maria, Ratu Rosario<br \/>\nLuk 10:29 (Lukas 10:25-37)<br \/>\nTetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: &#8220;Dan siapakah sesamaku manusia?&#8221;<\/p>\n<p>Tergerak Hati Oleh Belaskasihan<\/p>\n<p>Orang Yahudi di jaman Yesus hanya mengakui sesamanya orang yang sebangsa, teman dekat atau anggota keluarga. Maka sekalipun berpegang pada hukum cinta kasih, kasih mereka hanya terbatas pada orang yang dikenal. Seperti kata pepatah, \u201cbila tak dikenal maka tak sayang.\u201d<br \/>\nYesus datang untuk merangkul semua orang, siapapun dia tanpa membeda-bedakan. Orang Samaria yang baik hati tidak lain adalah Yesus sendiri. Ia selalu tergerak oleh belaskasihan. Bila hati selalu tergerak oleh belaskaihan maka ia tak lagi memandang latar belakang orang itu, dari mana asalnya, kenal atau tidak.<br \/>\nAda ungkapan bijak yang berkata, \u2018iman bisa berbeda, tapi kita sama sebagai manusia.\u2019 Kita diciptakan Tuhan dengan hati yang berbelas kasih. Inilah sifat Tuhan yang ditanamkan dalam hati semua manusia. Kita ingin menjadi seperti Yesus. Mari kita minta supaya hati kita menjadi seperti hati Yesus yang selalu tergerak hatiNya oleh belaskasihan.<br \/>\nBiarlah orang melihat Yesus dalam setiap gerakan hati kita. Mulailah dengan berdoa bagi sesama, dan wujudkanlah doa itu dalam perbuatan yang nyata.<br \/>\nBunda Yesus, Maria, juga adalah ibu yang berbelasksih. Ia peduli dengan Elisabet yang perlu pertolongannya. Ia lantas pergi ke Yudea membantu Elisabet, Mama Yohanes Pembaptis. Ia tergerak hati untuk menolong tuan pesta yang kehabisan anggur. Ia-pun datang pada Yesus meminta pertolonganNya.<br \/>\nKita juga dapat datang pada Yesus memohon pertolonganNya bagi sesama yang ingin kita bantu.<\/p>\n<p>Selamat memulai pekan yang baru dengan semangat belaskasih.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 07 Okt 2024<br \/>\nSenin Pekan Biasa XXVII<br \/>\nPW SP Maria, Ratu Rosario<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 13:34<br \/>\nBacaan Injil: Luk 10:25-37<br \/>\n***********)********************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 13:34<br \/>\nPerintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan;<br \/>\nyaitu supaya kamu saling mengasihi;<br \/>\nsama seperti Aku telah mengasihi kamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 10:25-37<br \/>\nSiapakah sesamaku?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika<br \/>\nseorang ahli kitab berdiri hendak mencobai Yesus,<br \/>\n&#8220;Guru, apakah yang harus kulakukan<br \/>\nuntuk memperoleh hidup yang kekal?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Apa yang tertulis dalam hukum Taurat?<br \/>\nApa yang kaubaca di sana?&#8221;<br \/>\nJawab orang itu,<br \/>\n&#8220;Kasihilah Tuhan, Allahmu,<br \/>\ndengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu,<br \/>\ndan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu.<br \/>\ndan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Benar jawabmu itu.<br \/>\nPerbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata lagi,<br \/>\n&#8220;Dan siapakah sesamaku manusia?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho.<br \/>\nIa jatuh ke tangan penyamun-penyamun<br \/>\nyang bukan saja merampoknya habis-habisan,<br \/>\ntetapi juga memukulnya,<br \/>\ndan sesudah itu meninggalkannya setengah mati.<br \/>\nKebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu.<br \/>\nIa melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.<br \/>\nDemikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu.<br \/>\nKetika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.<\/p>\n<p>Lalu datanglah ke tempat itu<br \/>\nseorang Samaria yang sedang dalam perjalanan.<br \/>\nKetika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.<br \/>\nIa pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya,<br \/>\nsesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur.<br \/>\nKemudian<br \/>\nia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri<br \/>\nlalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.<br \/>\nKeesokan harinya<br \/>\nia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu,<br \/>\nkatanya, &#8216;Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini,<br \/>\naku akan menggantinya waktu aku kembali.&#8217;<\/p>\n<p>Menurut pendapatmu siapakah di antara ketiga orang ini,<br \/>\nadalah sesama manusia<br \/>\ndari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?&#8221;<\/p>\n<p>Jawab orang itu,<br \/>\n&#8220;Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.&#8221;<br \/>\nYesus berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Pergilah, dan perbuatlah demikian!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**********************************+)*<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cSiapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?&#8221; Jawab orang itu: &#8220;Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.&#8221; (Luk 10: 36 \u2013 37)<\/p>\n<p>Kisah tentang Orang Samaria Yang Baik Hati sangat familiar bagi kita, mungkin sudah hafal jalan ceritanya.<\/p>\n<p>Menarik bahwa Yesus bertanya, \u201cSiapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu,\u201d kepada orang yang bertanya kepada Yesus di awal cerita. Ia tidak menjawab \u201cOrang Samaria\u201d, melainkan \u201cOrang yang menunjukkan belas kasihan kepadanya.\u201d<\/p>\n<p>Barangkali orang itu malu mengakui bahwa dalam cerita itu justru orang Samarialah yang berbelas-kasihan. Sebab bagi orang Yahudi, orang Samaria adalah musuh bebuyutan. Selain itu, belas kasihlah yang menjadi fokus utama dalam kisah ini.<\/p>\n<p>Sangatlah mudah bagi kita untuk menilai dan menghakimi satu sama lain. Setiap saat, di media masa, dalam percakapan kita sehari-hari, kita baca, kita dengar, atau kita saksikan penghakiman terus menerus. Nampaknya manusia jatuh dalam sikap mudah menghakimi. Kalau tidak menilai dan menghakimi, kita sering tergoda menjadi seperti imam dan orang Lewi dalam kisah itu. Kita tergoda untuk menutup mata dan telinga terhadap mereka yang membutuhkan. Orang Papua bilang, \u201cMalas tahu!\u201d Apalagi ketika kita sudah jatuh dalam pengkotak-kotakan atas dasar pelbagai macam kategori. Kuncinya adalah belas kasih dan bela rasa yang dinyatakan dengan murah hati.<\/p>\n<p>Kita dipanggil menjadi alat belas-kasih-Nya. Sering kali untuk menyatakan belas kasih secara sungguh-sungguh, kita mesti terluka. Mesti terluka karena belas kasih sejati menuntut kita melepaskan ego, kesombongan, kemarahan, dendam, pandangan pribadi, dsb. Untuk berbelas kasih kita harus memilih KASIH. Kita memilih untuk mengasihi hingga terluka. Luka yang menjadi sumber kesembuhan.<\/p>\n<p>Jangan lupa, Pada peringatan Sta. Perawan Maria Ratu Rosario ini kita diajak oleh Paus Fransiskus untuk menjadikan hari ini sebagai hari doa dan puasa bagi perdamaian dunia. Mari berdoa rosario suci untuk perdamaian dunia. Mari memilih KASIH. Mari memilih DAMAI.<\/p>\n<p>Santa Perawan Maria Ratu Rosario, bantulah kami untuk menyerupai Puteramu, menjadi penyalur belas kasih, bela rasa, dan damai. Amin.<\/p>\n<p>Selamat memasuki pekan yang baru. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"AuxWqL2iCF\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/memilih-kasih-memilih-damai\/\">MEMILIH KASIH, MEMILIH DAMAI<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;MEMILIH KASIH, MEMILIH DAMAI&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/memilih-kasih-memilih-damai\/embed\/#?secret=FZ4oP39SL9#?secret=AuxWqL2iCF\" data-secret=\"AuxWqL2iCF\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 7 Oktober 2024 Peringatan St Perawan Maria, Ratu Rosario Luk 10:29 (Lukas 10:25-37) Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: &#8220;Dan siapakah sesamaku manusia?&#8221; Tergerak Hati Oleh Belaskasihan Orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-61850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=61850"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61851,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61850\/revisions\/61851"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=61850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=61850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=61850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}