{"id":61782,"date":"2024-10-06T10:18:23","date_gmt":"2024-10-06T03:18:23","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61782"},"modified":"2024-10-06T10:18:23","modified_gmt":"2024-10-06T03:18:23","slug":"minggu-06-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61782","title":{"rendered":"Minggu, 06 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 06 Oktober 2024<br \/>\nMarkus 10:9 (Mrk 10:2-16)<br \/>\n\u201dApa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.&#8221;<\/p>\n<p>Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh<\/p>\n<p>Pepatah ini terus mengingatkan kita sepanjang masa pentingnya persatuan, khususnya bagi suami istri. Yesus dengan tegas menyampaikan hakekat persatuan suami istri yang berasal dari Allah sendiri, \u201cApa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.\u201d<br \/>\nDua insan yang berbeda menjadi satu tentulah bukan perkara mudah. Adalah rancangan Allah Bapa yang agung hingga dapat menyatu. Karena itu Allah menganugerahkan cinta kepada manusia agar sanggup menyatukan perbedaan. \u201cDi mana ada cinta kasih di situ Allah hadir.\u201d<br \/>\nCinta mengalahkan ego untuk menang sendiri dan mencari jalan sendiri-sendiri. Dalam cinta ada pengampunan dan pengorbanan. Cinta Kristus menjadi dasar hidup suami istri, serentak menjadi sumber kebahagiaan. Yesus telah berpesan, \u201cHendaklah kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu.\u201d (Yoh 15:12).<br \/>\nBerjuanglah dengan sepenuh hati, jiwa dan raga, agar tak ada kekuatan apapun yang mampu memisahkan ikatan cinta suami istri. Jangan pernah berhenti memohon rahmat kesatuan dari Yesus yang mempersatukan dua hati yang berbeda ini.<br \/>\nPeganglah selalu prinsip kebahagiaan dalam kesatuan ini sehingga bila terjadi perselisihan, perseteruan, kiranya akan selalu ada rekonsiliasi, pemulihan hubungan karena kerinduan yang mendalam untuk terus bersatu dalam cinta Kristus.<br \/>\nKita saling mendoakan agar tetap bersatu. Bahkan ketika maut memisahkan, ada doa dari yang ditinggalkan, dan doa dari surga bersama para kudus, oleh yang telah pergi menghadap Bapa di surga.<\/p>\n<p>Selamat berbahagia di hari Minggu, jangan lupa bersyukur dan terus bersatu.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 06 Okt 2024<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XXVII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 1Yoh 4:12<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 10:2-16<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n1Yoh 4:12<br \/>\nJika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita,<br \/>\ndan kasih-Nya sempurna di dalam kita.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 10:2-16<br \/>\nApa yang telah dipersatukan Allah<br \/>\njanganlah diceraikan manusia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa,<br \/>\ndatanglah orang-orang Farisi hendak mencobai Yesus.<br \/>\nMereka bertanya kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Bolehkah seorang suami menceraikan isterinya?&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi Yesus menjawab kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Apa perintah Musa kepadamu?&#8221;<br \/>\nJawab mereka,<br \/>\n&#8220;Musa memberi izin untuk menceraikan isterinya<br \/>\ndengan membuat surat cerai.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Karena ketegaran hatimulah Musa menulis perintah ini untukmu.<br \/>\nSebab pada awal dunia,<br \/>\nAllah menjadikan manusia laki-laki dan perempuan;<br \/>\nkarena itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya,<br \/>\ndan bersatu dengan isterinya,<br \/>\nsehingga keduanya itu menjadi satu daging.<br \/>\nDemikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.<br \/>\nKarena itu, apa yang telah dipersatukan Allah,<br \/>\njanganlah diceraikan manusia.&#8221;<\/p>\n<p>Setelah tiba di rumah,<br \/>\npara murid bertanya pula tentang hal itu kepada Yesus.<br \/>\nLalu Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Barangsiapa menceraikan isterinya<br \/>\nlalu kawin dengan perempuan lain,<br \/>\nia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.<br \/>\nDan jika si isteri menceraikan suaminya<br \/>\nlalu kawin dengan laki-laki lain,<br \/>\nia berbuat zinah.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus,<br \/>\nsupaya Ia menjamah mereka.<br \/>\nTetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.<br \/>\nMelihat itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku!<br \/>\nJangan menghalang-halangi mereka!<br \/>\nSebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.<br \/>\nAku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah<br \/>\nseperti seorang anak kecil,<br \/>\nia tidak akan masuk ke dalamnya.&#8221;<\/p>\n<p>Kemudian Yesus memeluk anak-anak itu,<br \/>\nmeletakkan tangan-Nya ke atas mereka dan memberkati mereka.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cSebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.\u201d (Mrk 10: 6 \u2013 8 ).<\/p>\n<p>Kitab Suci mengatakan kepada kita bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar-Nya. Allah yang adalah kasih, ingin menyatukan mereka dalam ikatan kasih dan membuat mereka hidup untuk saling mengasihi. Begitulah pada awalnya. Dan begitulah seharusnya sekarang. Yesus membuat ikatan antara suami dan istri menjadi lebih suci, meyakinkan mereka akan kasih karunia Allah. Dia ingin persatuan mereka dalam kasih menjadi seperti kasih-Nya sendiri bagi umat-Nya: setia, kuat, abadi. Dengan para suami dan isteri, dengan semua yang terikat bersama dalam persahabatan, dengan mereka yang mempersembahkan hidup seutuhnya kepada Allah, dengan semua komunitas Kristen kita, kita berdiri di hadapan Tuhan hari ini dan kita memohon: semoga kasih kita satu sama lain menjadi kuat, dapat diandalkan, setia. Itulah jalan kasih. Jalan Yesus.<\/p>\n<p>Allah dan Bapa kami, hadirlah dengan segenap kesetiaan-Mu di mana pun orang-orang berkumpul untuk membangun komunitas yang penuh kasih dan persahabatan. Semoga cinta-Mu senantiasa ada di tengah kami, agar kasih kami dapat bertahan, sekarang dan selamanya. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"YCtfh9sce1\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/semoga-kasih-kita-abadi\/\">SEMOGA KASIH KITA ABADI<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;SEMOGA KASIH KITA ABADI&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/semoga-kasih-kita-abadi\/embed\/#?secret=Wus8Sfjz6M#?secret=YCtfh9sce1\" data-secret=\"YCtfh9sce1\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 06 Oktober 2024 Markus 10:9 (Mrk 10:2-16) \u201dApa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.&#8221; Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh Pepatah ini terus mengingatkan kita sepanjang masa pentingnya persatuan,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-61782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=61782"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61782\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61783,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61782\/revisions\/61783"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=61782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=61782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=61782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}