{"id":61627,"date":"2024-10-04T16:45:41","date_gmt":"2024-10-04T09:45:41","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61627"},"modified":"2024-10-04T16:45:42","modified_gmt":"2024-10-04T09:45:42","slug":"sabtu-05-oktober-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61627","title":{"rendered":"Sabtu, 05 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Luk 10:21<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Orang bijak dan pandai tidak memahami maksud dan rencana Tuhan, Ayub bergulat dengan dirinya. Ia mengira memiliki sendiri pandangan mengenai segala persoalan. Pada akhir pergulatannya ia mengakui bahwa ia salah. Tetapi kesederhanaan dan keterbukaan para murid dipuji Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami, sumber kedamaian, penuhilah kami dengan Roh Kudus, agar dapat mengenal nama-Mu, agar dapat mengakui Dia, yang berbicara tentang Dikau, yaitu Yesus saksi-Mu, yang merupakan sabda kedamaian bagi setiap orang di dunia. Sebab Dialah Putera-Mu\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA:&nbsp;<\/strong><strong>Bacaan dari Kitab&nbsp;<\/strong><strong>Ayub 42:1-3.5-6.12-17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em><strong>\u201cSekarang mataku sendiri memandang Engkau. Maka aku mencabut perkataanku.\u201d<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ayub berkata kepada Tuhan, \u201cAku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Sabda-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah berceritera tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.\u201d Maka Tuhan memberkati Ayub dalam kelanjutan hidupnya lebih daripada dalam hidup yang dahulu. Ayub mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. Anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh. Di seluruh negeri tidak terdapat wanita yang secantik anak-anak Ayub. Ayub mewariskan kepada mereka bagian milik pusaka seperti kepada anak-anaknya laki-laki. Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya. Ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat. Maka Ayub meninggal dunia pada usia yang tua dan lanjut.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:66.71.75.91.125.130<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Ref. Sinarilah hamba-Mu, ya Tuhan, dengan wajah-Mu.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya pada perintah-perintah-Mu.<\/li>\n\n\n\n<li>Memang baik bahwa aku tertindas, supaya aku belajar memahami ketetapan-ketetapan-Mu.<\/li>\n\n\n\n<li>Aku tahu, ya Tuhan, bahwa hukum-hukum-Mu adil; dan memang tepat bahwa Engkau telah menyiksa aku.<\/li>\n\n\n\n<li>Menurut hukum-hukum-Mu sekarang semuanya itu ada, sebab segala sesuatu melayani Engkau.<\/li>\n\n\n\n<li>Hamba-Mulah aku ini, buatlah aku mengerti, supaya aku paham akan peringatan-peringatan-Mu.<\/li>\n\n\n\n<li>Bila tersingkap, firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U: Alleluya<br>S: Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan kaunyatakan kepada orang kecil. Alleluya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL:&nbsp;<\/strong><strong>Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas&nbsp;<\/strong><strong>10:17-24<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBersukacitalah karena nama-Mu terdaftar di surga.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada waktu itu ketujuhpuluh dua murid Yesus kembali dari perutusannya dengan gembira dan berkata, \u201cTuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.\u201d Lalu kata Yesus kepada mereka, \u201cAku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberi kalian kuasa untuk menginjak-injak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tiada yang dapat membahayakan kalian. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga.\u201d Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, \u201cAku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Segala sesuatu telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tiada seorang pun yang tahu siapa Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya.\u201d Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada para murid dan berkata, \u201cBerbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat. Karena Aku berkata kepadamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat, tetapi tidak melihatnya dan ingin mendengar apa yang kalian dengar, tetapi tidak mendengarnya.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Jesu per Cor Mariae \u2013 Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Doa sukacita atau kegembiraan. Dalam doa yang Yesus tujukan kepada Bapa, kata \u201cbersyukur\u201d mengungkapkan keterbukaan sukacita Mesianik dan Yesus mewartakan kebaikan Bapa. Sukacita itu terlihat dalam diri orang-orang kecil, orang miskin dan sederhana. &nbsp;Mereka yang dianggap tidak memiliki nilai, ternyata merekalah yang menerima Sabda bahagia dan mereka memiliki hubungan yang intim dengan Allah Tritunggal. Sebaliknya, orang bijak dan orang terpelajar, karena merasa yakin, merasa puas dengan kompetensi intelektual dan teologis mereka. Namun, sikap seperti itu menghalangi mereka untuk memasuki dinamika keselamatan yang diberikan oleh Yesus, karena fokus mereka bukan pada Penyelenggaraan Ilahi, melainkan hanya pada pemikiran mereka tentang Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Poin permenungan Injil Lukas hari ini adalah: Kerendahan hati membuka jalan bagi iman. Perasaan puas diri dan terlalu yakin pada diri sendiri akan menutup jalan bagi terang dan kebaikan Tuhan. Ke-70 murid yang kembali dari misi, mereka memberi tahu Yesus tentang apa yang telah mereka lakukan. Kemudian Yesus berkata kepada mereka: \u201cJangan bersukacita karena roh-roh itu takhluk kepadamu; tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga.\u201d Melalui hal ini Yesus mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan dan kehormatan yang dapat ditukar dengan pahala hidup kekal, \u201cKebahagiaan sejati tidak didapat dari pahala lain selain dari kebersatuan dengan Tuhan.\u201dDiperlukan sikap yang rendah hati serta mengandalkan Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Banyak motivator berkata \u201cpercayalah pada dirimu sendiri\u201d. Tetapi hal itu bukanlah semangat Kristiani. Bagi kita, Yesus berpesan supaya kita \u201cpercaya penuh kepadaNya\u201d. Tuhan memberkati<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha pengasih, berkenanlah menyatakan nama-Mu dalam roti anggur ini dan nyatakanlah cinta kasih-Mu yang selalu menghidupi kami. Demi Kristus\u2026..<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp;<\/strong>\u2013 Lukas 10:22<\/h2>\n\n\n\n<p>Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tiada seorang pun yang tahu siapakah Putra selain Bapa, dan siapa Bapa selain Putra dan orang yang dianugerahi Putra mengenal Bapa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa kami, sumber kebebasan sejati, kami bersyukur karena hati kami Kaulimpahi Roh-Mu Semoga bumi langit memuji nama-Mu dan semua orang Kautuntun masuk ke dalam sukacita serta kebebasan sejati yang tidak berkesudahan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Jumat-04-Oktober-2024-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">Resi-Jumat 04 Oktober 2024 oleh Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/10\/04\/sabtu-05-oktober-2024-hari-biasa-pekan-xxvi\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/10\/04\/sabtu-05-oktober-2024-hari-biasa-pekan-xxvi\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=61627-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_2488\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-61627-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Jumat-04-Oktober-2024-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Jumat-04-Oktober-2024-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Jumat-04-Oktober-2024-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Jumat-04-Oktober-2024-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=61627-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Resi-Jumat-04-Oktober-2024-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Jumat-04-Oktober-2024-oleh-Rm.-Aegidius-Warsito-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Toronto-Kanada.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Luk 10:21 Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil.&nbsp; PENGANTAR:&nbsp; Orang bijak dan pandai tidak&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-61627","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=61627"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61627\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61629,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61627\/revisions\/61629"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=61627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=61627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=61627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}