{"id":61611,"date":"2024-10-04T10:53:08","date_gmt":"2024-10-04T03:53:08","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61611"},"modified":"2024-10-04T10:53:08","modified_gmt":"2024-10-04T03:53:08","slug":"jumat-04-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61611","title":{"rendered":"Jumat, 04 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 04 Oktober 2024<br \/>\nPesta St Fransiskus Asisi<br \/>\nLukas 10:13 (Luk 10:13-16)<br \/>\n\u201dCelakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.\u201d<\/p>\n<p>Menegur Karena Cinta<\/p>\n<p>Yesus sama sekali tidak membenci orang-orang di kota-kota yang disebutkan Yesus yakni, Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Ia mengecam mereka karena sangat mencintai mereka. Sama halnya dengan orangtua yang harus memarahi anaknya atas perilaku yang salah atau perbuatan yang keliru. Terutama anak yang keras kepala, keras hati dan tidak menghargai jerih payah orangtua.<br \/>\nOrangtua akan dipersalahkan bila bersikap acuh dan tidak peduli atas sikap dan kelakuan anaknya yang salah dan melanggar norma.<br \/>\nSesungguhnya lawan dari cinta bukanlah benci melainkan tidak peduli dan hanya membiarkan kesalahan tanpa perbaikan, dosa tanpa pertobatan.<br \/>\nOleh karena itu, bila Firman Allah sifatnya menegur bahkan mengecam kebiasaan kita yang salah, berbahagialah kita karna itu tandanya Allah begitu mencintai kita. Itulah api cinta Allah yang memurnikan dan menyucikan serta membaharui hidup kita, sekalipun pahit atau menyakitkan. Bukankah obat yang kita minum supaya sembuh pahit rasanya?<br \/>\n\u201dYa Yesus tegurlah kami bila kami salah melangkah. Semoga teguranMu menjadi cambuk bagi kami untuk membaharui diri dan kembali ke jalan yang Engkau tunjukkan. Ampunilah kami yang berdosa ini.\u201d<br \/>\nHari ini kita memperingati St Fransiskus Assisi, orang kudus yang menjadi teladan pertobatan radikal untuk sepenuhnya memberi diri kepada Kristus, mengenakan jubah pengemis untuk hidup tergantung hanya pada Tuhan, menjadi pewarta dan pembawa damai bagi seluruh alam ciptaan, dan menjadi saudara dina bagi siapa saja.<br \/>\n_\u201dSt Fransiskus Assisi doakanlah kami.\u201d<\/p>\n<p>Diberkatilah kita semua di hari Jumat pertama ini, Hari Hati Yesus yang Mahakudus.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 04 Okt 2024<br \/>\nJumat Pekan Biasa XXVI<br \/>\nPW S. Fransiskus dari Assisi<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab<br \/>\nBacaan Injil: Luk 10:13-16<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 95:8ab<br \/>\nHari ini dengarkanlah suara Tuhan,<br \/>\ndan janganlah bertegar hati.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 10:13-16<br \/>\nBarangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus bersabda, &#8220;Celakalah engkau Khorazim!<br \/>\nCelakalah engkau Betsaida!<br \/>\nSebab seandainya di Tirus dan Sidon<br \/>\nterjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengahmu,<br \/>\nsudah lama mereka bertobat dan berkabung.<br \/>\nMaka pada waktu penghakiman,<br \/>\ntanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan<br \/>\ndaripada tanggunganmu.<\/p>\n<p>Dan engkau, Kapernaum,<br \/>\napakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit?<br \/>\nTidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati.<\/p>\n<p>Barangsiapa mendengarkan kalian, ia mendengarkan Daku;<br \/>\ndan barangsiapa menolak kalian, ia menolak Aku;<br \/>\ndan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>&#8220;Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.\u201d (Luk 10: 13 )<\/p>\n<p>Apa yang anda rasakan ketika anda berbicara dengan seseorang tetapi orang itu malahan sibuk menulis\/membaca pesan di handphone-nya? Tentu anda akan merasa jengkel. Itu dapat menjadi pengalaman yang membuat anda frustrasi ketika anda mengetahui bahwa dia sama sekali tidak memberikan perhatian kepada Anda.<br \/>\nYesus pasti merasa frustrasi dengan ketidakpercayaan dan kekebalan hati orang-orang Yahudi. Setelah semua yang telah Dia lakukan, mereka masih belum mengerti. Saya rasa itulah yang Tuhan rasakan terhadap kita ketika Ia mencurahkan kasih dan berkat-Nya yang berlimpah kepada kita, tetapi kita sering tidak &#8216;mengerti&#8217;, karena kita tidak mau menerimanya, atau kita tidak peduli karena kita terlalu asyik dengan agenda pribadi dan terbebani oleh masalah-masalah kita, atau kita dibutakan oleh kepentingan duniawi.<\/p>\n<p>Setiap hari, setiap saat adalah kesempatan untuk melihat dan mengalami banyak mujizat dalam diri kita dan di sekeliling kita. Mujizat bahwa kita masih bernafas, jantung kita masih berdenyut, mujizat persahabatan, pengampunan, keindahan ciptaan, dan masih banyak lagi. Semua mengundang kita untuk semakin dekat dengan-Nya.<\/p>\n<p>Semoga kita semua menjadi lebih peka dan lebih bersyukur kepada Tuhan yang merengkuh kita dengan mujizat-mujizat-Nya. Semoga kita lebih menghargai apa yang sudah kita miliki ketimbang menggerutu tentang apa yang tidak kita miliki, atau mengkhawatirkan apa yang ingin kita miliki.<\/p>\n<p>Hari ini juga kita peringati St. Fransiskus dari Asisi. Pada tahun 1979, Paus Yohanes Paulus II menetapkan Santo Fransiskus sebagai santo pelindung ekologi. Fransiskus mengajarkan kepada kita jalan pertobatan, tidak hanya di dalam hati kita tetapi juga bagaimana kita hidup secara harmonis dengan alam. Semoga perayaan hari ini menginspirasi kita juga untuk bertobat dari dosa-dosa ekologis kita dan merangkul kehidupan, mempunyai rasa syukur, dan kepedulian terhadap dunia di sekitar kita. Semoga keserakahan tidak membutakan kita terhadap kecenderungan merusak alam sekitar kita.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga aku tidak lupa bersyukur atas segala berkat yang aku terima. Semoga aku bertobat dan semakin mendekatkan diri pada-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Selamat ber-Jumat-Pertama. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"2gjX1r4Yi7\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/peka-terhadap-karya-tuhan\/\">PEKA TERHADAP KARYA TUHAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;PEKA TERHADAP KARYA TUHAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/peka-terhadap-karya-tuhan\/embed\/#?secret=Gb5FlSq9TU#?secret=2gjX1r4Yi7\" data-secret=\"2gjX1r4Yi7\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 04 Oktober 2024 Pesta St Fransiskus Asisi Lukas 10:13 (Luk 10:13-16) \u201dCelakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-61611","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61611","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=61611"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61611\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61612,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61611\/revisions\/61612"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=61611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=61611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=61611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}