{"id":61332,"date":"2024-10-01T09:47:50","date_gmt":"2024-10-01T02:47:50","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61332"},"modified":"2024-10-01T09:47:50","modified_gmt":"2024-10-01T02:47:50","slug":"selasa-01-oktober-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=61332","title":{"rendered":"Selasa, 01 Oktober 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 01 Oktober 2024<br \/>\nPesta St Theresia dari Kanak-kanak Yesus<br \/>\nMatius 18:4-5 (Mat 18:1-5)<br \/>\n\u201cBarangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.\u201d<\/p>\n<p>Hidup Sebagai Anak Kecil<\/p>\n<p>Permintaan Yesus untuk menjadi seperti seorang anak kecil di hadapan Allah, dijalankan dengan gembira oleh Santa Theresia dari Lisieux.<br \/>\nSt Theresia adalah seorang suster Karmel dari biara Lisieux di Perancis. Ia menjadi suster Karmel, sebuah biara kontemplatif, pada usia yang sangat muda, 15 tahun.<br \/>\nDi balik tembok biara, St Theresia membayangkan dirinya bermain dengan Yesus kecil. Ia membayangkan, Yesus sebagai anak kecil, pasti senang main bola kaki. Untuk menyenangkan hati Yesus, St Theresia membayangkan dirinya seperti sebuah bola yang dipakai Yesus untuk bermain.<br \/>\nDalam doanya kepada Yesus, St Theresia berkata, \u201dYesus, tentu Engkau senang mempunyai mainan. Biarlah saya menjadi mainanMu! Anggap saja saya ini mainanMu. Bila akan Kauangkat, betapa senang hatiku. Jika hendak Kausepak kian kemari, silakan!\u2019 Dan kalau hendak Kautinggalkan di pojok kamar lantaran bosan, boleh saja. Saya akan menunggu dengan sabar dan setia. Tetapi kalau hendak Kautusuk bolaMu. . .O, Yesus, tentu itu sakit sekali, namun terjadilah kehendakMu!\u201d<br \/>\nDemikianlah St Theresia menggunakan imajinasinya untuk mengalami kegembiraan berteman dengan Yesus kecil. Karena itu ia disebut, Theresia dari Kanak-kanak Yesus.<br \/>\nIa sangat mencintai Yesus dan selalu terinspirasi oleh cinta Yesus bagi semua orang, khususnya bagi orang berdosa. Ia-pun berkata, \u201cPanggilanku adalah cinta.\u201d Ia mewujudkan panggilannya ini melalui pekerjaan-pekerjaan kecil dan sederhana yang dibuatnya dengan \u2018cinta yang besar\u2019.<br \/>\nMari menjadi anak kecil Allah, bahagia dan gembira bersama Kanak-kanak Yesus, berteman dengan Yesus, mengalami cinta Allah Bapa yang menghendaki kita gembira dan bahagia dengan iman kita akan kasih ke-Bapa-anNya.<\/p>\n<p>Selamat memasuki bulan Oktober dengan dipenuhi berkat Tuhan yang melimpah.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Okt 2024<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XXVI<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:25<br \/>\nBacaan Injil: Mat 18:1-5<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:25<br \/>\nAku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,<br \/>\nsebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 18:1-5<br \/>\nJika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini,<br \/>\nkamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\ndatanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya,<br \/>\n&#8220;Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?&#8221;<br \/>\nMaka Yesus memanggil seorang anak kecil<br \/>\ndan menempatkannya di tengah-tengah mereka,<br \/>\nlalu berkata,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, jika kamu tidak bertobat<br \/>\ndan menjadi seperti anak kecil ini,<br \/>\nkamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.<br \/>\nSedangkan barangsiapa merendahkan diri<br \/>\ndan menjadi seperti anak kecil ini,<br \/>\ndialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.<br \/>\nBarangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku,<br \/>\nia menyambut Aku.&#8221;<br \/>\nDemikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga,\u201d (Mat 18: 4).<\/p>\n<p>Marie Th\u00e9r\u00e8se Martin, demikian nama aslinya, lahir di Alen\u00e7on, Prancis pada tanggal 2 Januari 1873, anak bungsu dari lima putri. Ayahnya, Louis, adalah seorang pembuat jam tangan, dan ibunya, Zelie, yang meninggal karena kanker payudara ketika Th\u00e9r\u00e8se berusia empat tahun, adalah seorang pembuat renda.<\/p>\n<p>Th\u00e9r\u00e8se dibesarkan dalam sebuah keluarga kristen yang dapat diteladani. Saat masih anak-anak, dia tertarik akan kehidupan membiara, dan pada usia lima belas tahun memperoleh izin untuk bergabung dengan biara Karmel Lisieux. Selama sembilan tahun berikutnya dia menjalani kehidupan religius yang sangat biasa. Tidak ada mujizat, sesuatu yang luar biasa atau mati raga yang tercatat tentang dirinya. Dia mencapai tingkat kesucian yang sangat tinggi dengan menjalankan tugas-tugas hariannya yang biasa dengan kesetiaan yang sempurna, memiliki kepercayaan seperti anak kecil dalam pemeliharaan Tuhan dan cinta yang penuh belas kasihan dan siap untuk melayani orang lain setiap saat.<\/p>\n<p>Dia juga memiliki kasih yang besar kepada Gereja dan semangat untuk pertobatan jiwa. Dia berdoa khusus untuk para imam. Dia meninggal karena sakit paru-paru pada 30 September 1897, pada usia 24, dan dikanonisasi pada tahun 1925. Dia tidak pernah berhenti memenuhi janjinya: &#8220;Aku akan melewati surga dengan berbuat baik di bumi.&#8221; Kehidupan batinnya diketahui melalui otobiografinya yang berjudul Story of a Soul. Paus Yohanes Paulus II mendeklarasikannya sebagai Pujangga Gereja pada tahun 1997.<\/p>\n<p>St Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, tidak pernah pergi ke tanah misi. Namun, cintanya yang besar pada misi dan doa-doa serta surat-surat yang ia berikan untuk mendukung para misionaris menjadi alasan ia diteguhkan sebagai pelindung karya misi. Justru, ia memilih \u201cjalan kecil\u201d untuk mencapai kesempurnaan hidup: yaitu hidup layaknya seorang anak kecil, penuh cinta, dan iman pada Allah, serta penyerahan diri yang total dengan gembira hati. Demi cita-cita itu, ia melakukan hal-hal kecil dan kewajiban sehari-hari dengan penuh tanggung jawab. Hidupnya sungguh mengejawantahkan sabda Yesus hari ini: \u201cBarangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga,\u201d (Mat 18: 4).<\/p>\n<p>St. Theresia sendiri berkata: \u201cDalam seluruh tindakanmu, berusahalah menghindari jejak-jejak pencarian diri sekecil apapun.\u201d Bukankah pencarian diri itu yang biasa kita cari, dengan berusaha menjadi kuat, berkuasa, kaya, populer? Kita diingatkan bahwa kita semua dipanggil menjadi kudus, dengan melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dengan setia, meski dalam hal-hal kecil dan biasa.<\/p>\n<p>Tuhan, Engkau membuka Kerajaan-Mu bagi mereka yang rendah hati dan bagi orang-orang kecil, pimpinlah kami untuk mengikuti dengan penuh kepercayaan jalan kecil Santa Theresia, sehingga melalui perantaraannya kami dapat melihat kemuliaan-Mu yang kekal. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"Vndyav5ZeJ\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/si-bunga-kecil\/\">SI BUNGA KECIL<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;SI BUNGA KECIL&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/si-bunga-kecil\/embed\/#?secret=WIFHNDYzYr#?secret=Vndyav5ZeJ\" data-secret=\"Vndyav5ZeJ\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 01 Oktober 2024 Pesta St Theresia dari Kanak-kanak Yesus Matius 18:4-5 (Mat 18:1-5) \u201cBarangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-61332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=61332"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61333,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61332\/revisions\/61333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=61332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=61332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=61332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}