{"id":60362,"date":"2024-09-20T18:49:59","date_gmt":"2024-09-20T11:49:59","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=60362"},"modified":"2024-09-20T18:49:59","modified_gmt":"2024-09-20T11:49:59","slug":"jumat-20-september-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=60362","title":{"rendered":"Jumat, 20 September 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 20 September 2024<br \/>\nPeringatan St Andreas Kim Taegon, St Paulus Chong Ha Sang, Para Martir Korea<br \/>\nLukas 8:1 (Luk 8:1-3)<br \/>\nYesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia<\/p>\n<p>Kita Menjadi Misionaris Abad Ini<\/p>\n<p>Kita barangkali lebih mengenal Korea lewat drama-drama Korea, atau para singers K-Pop dan produk-produk kecantikan dan elektronik serta kendaraan merek Korea yang kini membanjiri dunia. Puji Tuhan Korea Selatan menjadi sumber pewarta-pewarta Injil masa kini, dan saksi-saksi Kristus melalui para misionaris Korea dan para penginjil yang besar jumlahnya.<br \/>\nKisahnya bermula ketika iman kristiani masuk Korea pada tahun 1784 melalui seorang rasul awam bernama Yi Seung Hun yang pulang ke Korea dari Beijing, tempat ia dibaptis. Oleh pewartaannya, Iman kristiani kemudian menyebar di Korea.<br \/>\nNamun Dinasti Yoseon yang berkuasa waktu itu tidak senang dengan perkembangan agama dari Barat ini, lalu mulai menganiaya jemaat kristen. Banyak dari antara mereka mati dibunuh menjadi martir. Antara lain Pastor Andreas Kim Taegon dan Bapak Paulus Chong Hasang, seorang katekis. Oleh kemartiran mereka, Korea Selatan kini menjadi tempat di mana iman kristiani bertumbuh subur, dan sumber para misionaris yang merasul ke seluruh dunia.<br \/>\nOleh baptisan, kita semua telah diangkat Yesus menjadi saudara-saudariNya, keluarga Kerajaan Allah. Tanah Asia diberkati dengan kasih karunia Tuhan dan baptisan-baptisan baru. Teristimewa persaudaran kasih yang jauh melampaui batas-batas suku dan bahasa, budaya dan bangsa.<br \/>\nMari terus menjadi saksi Kristus melalui hidup dan karya kasih kita, memperluas persaudaran kristiani, menjadi pembawa damai, hidup rukun dan saling peduli. Kini kita menjadi misionaris kasih, mewartakan dan memperluas Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>Selamat menikmati berkat Tuhan di hari Jumat ini dan tak henti berbagi berkat.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 20 Sep 2024<br \/>\nJumat Pekan Biasa XXIV<br \/>\nPW S. Andreas Kim Taegon, Imam, dan Paulus Chong Hasang, dkk. Martir Korea<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:25<br \/>\nBacaan Injil: Luk 8:1-3<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:25<br \/>\nTerpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi<br \/>\nsebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 8:1-3<br \/>\nBeberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa<br \/>\nmemberitakan Injil Kerajaan Allah.<br \/>\nKedua belas murid menyertai Dia,<br \/>\ndan juga beberapa wanita,<br \/>\nyang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit,<br \/>\nselalu menyertai Dia.<br \/>\nPada wanita itu ialah:<br \/>\nMaria yang disebut Magdalena,<br \/>\nyang telah dibebaskan dari tujuh setan;<br \/>\nYohana, isteri Khuza, bendahara Herodes,<br \/>\nSusana dan banyak lagi yang lain.<br \/>\nWanita-wanita itu melayani seluruh rombongan<br \/>\ndengan harta kekayaan mereka.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>BERJALAN BERSAMA DALAM PELAYANAN<\/p>\n<p>\u201cIngatlah bahwa penggerak utama karya pelayanan dalam Gereja dan pewartaan firman adalah Roh Kudus, dan kita semua dipanggil dan dibentuk menjadi tim kerja, yang harus bahu membahu dan berjalan serta bekerja sama dalam pelayanan dengan semua yang kita miliki.\u201d<\/p>\n<p>Dikisahkan secara indah dalam Injil hari ini bahwa bukan hanya para Rasul, tapi juga ada kelompok lai yang turut mendukung karya Yesus yakni: &#8220;Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.&#8221; ( ayat 3 )<\/p>\n<p>Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:<\/p>\n<p>1) Pewartaan firman dan pelayanan dalam Gereja bukan karya orang tertentu saja, melainkan karya bersama;<\/p>\n<p>2) Keterlibatan dalam karya pelayanan tidak harus menjadi pengkhotbah dan pemimpin, tapi juga bisa melalui sumbangan yang mendukung karya tersebut;<\/p>\n<p>3) Jangan pernah mengeluh, tapi berikan dan sumbangkanlah dengan suka rela dan penuh sukacita bila diminta oleh Gereja.<\/p>\n<p>Akhirnya berjalan bersama dalam karya pelayanan adalah kekuatan dan keindahan dalam hidup.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 20 September 2024 Peringatan St Andreas Kim Taegon, St Paulus Chong Ha Sang, Para Martir Korea Lukas 8:1 (Luk 8:1-3) Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-60362","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60362","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=60362"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60362\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":60363,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60362\/revisions\/60363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=60362"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=60362"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=60362"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}