{"id":60272,"date":"2024-09-19T12:43:02","date_gmt":"2024-09-19T05:43:02","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=60272"},"modified":"2024-09-19T12:43:02","modified_gmt":"2024-09-19T05:43:02","slug":"kamis-19-september-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=60272","title":{"rendered":"Kamis, 19 September 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 19 September 2024<br \/>\nLukas 7:47a (Luk 7:36-50)<br \/>\n\u201dSebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih\u2026\u201d<\/p>\n<p>Kasih Penebus Dosa<\/p>\n<p>Yesus sangat tersentuh oleh ungkapan kasih yang ditunjukkan si wanita pendosa padaNya. Ia membasuh kaki Yesus dengan air matanya, itulah air mata penyesalan atas dosa-dosanya. Ia menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Sekalipun martabatnya telah hilang ia masih punya rambut yang menjadi mahkota seorang wanita. Mahkota itu dipakainya untuk menyeka kaki. Ini suatu tanda penghormatan kepada Yesus.<br \/>\nWanita ini juga meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi. Padahal kaki bukan tempat urapan minyak wangi. Suatu tanda kerendahan hati dan pemuliaan bagi Yesus, apalagi ia mencium kaki Yesus.<br \/>\nRambut, airmata dan minyak wangi adalah tiga hal yang sangat pribadi dan khas bagi seorang wanita. Wanita ini sekalipun pendosa berat, lebih tepat seorang pelacur, masih punya apa yang sangat bernilai yang ia persembahkan pada Yesus: air mata, rambut dan minyak wangi dan tentu saja hati yang penuh penyesalan. Semuanya itu adalah ungkapan kasihnya pada Yesus. Olehnya martabat wanita ini dipulihkan Yesus.<br \/>\nYesus tidak peduli apa kata orang terhadapNya karena membiarkan diriNya didekati oleh seorang pelacur dan menyentuh tubuhNya. Semua itu adalah tindakan kasih, kerendahan hati dan penyembahan.<br \/>\nBagi Yesus kasih adalah penghapus dosa karena dosa terjadi ketika kasih tidak ada. Sebagaimana malam tercipta ketika matahari menghilang, atau gelap datang ketika cahaya padam. Bila matahari terbit dan cahaya datang, sirnalah kegelapan tergantikan terang.<br \/>\nBila kasih adalah nyala api yang berkobar dan Roh Kudus adalah sumber api cinta Kristus, mari datang pada Yesus untuk menyalakan api cinta kita agar tidak padam oleh keinginan untuk mencari kesenangan diri dan hanya mau menang sendiri.<br \/>\nYesus telah mengampuni dan memulihkan martabat kita, mari memperbanyak perbuatan kasih, rela mengampuni dan berani memberi kesempatan baik bagi diri sendiri maupun orang lain untuk memulai baru lagi.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Mari mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 19 Sep 2024<br \/>\nKamis Pekan Biasa XXIV<br \/>\nPF S. Yanuarius, Uskup dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:28<br \/>\nBacaan Injil: Luk 7:36-50<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:28<br \/>\nDatanglah kepada-Ku,<br \/>\nkalian semua yang letih dan berbeban berat.<br \/>\nAku akan memberi kelegaan kepadamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 7:36-50<br \/>\nDosanya yang banyak telah diampuni,<br \/>\nkarena ia telah banyak berbuat kasih.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika<br \/>\nseorang Farisi mengundang Yesus makan di rumahnya.<br \/>\nYesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.<br \/>\nDi kota itu ada seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa.<br \/>\nKetika mendengar<br \/>\nbahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu,<br \/>\ndatanglah ia membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi.<br \/>\nSambil menangis ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya,<br \/>\nlalu membasahi kaki-Nya dengan air matanya,<br \/>\ndan menyekanya dengan rambutnya.<br \/>\nKemudian ia mencium kaki Yesus<br \/>\ndan meminyakinya dengan minyak wangi.<\/p>\n<p>Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu,<br \/>\nia berkata dalam hati,<br \/>\n&#8220;Seandainya Dia ini nabi, mestinya Ia tahu,<br \/>\nsiapakah dan orang apakah wanita yang menjamah-Nya ini;<br \/>\nMestinya Ia tahu, bahwa wanita ini adalah orang yang berdosa.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Yesus berkata kepada orang Farisi itu,<br \/>\n&#8220;Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.&#8221;<br \/>\nSahut Simon, &#8220;Katakanlah, Guru.&#8221;<br \/>\n&#8220;Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang.<br \/>\nYang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.<br \/>\nKarena mereka tidak sanggup membayar,<br \/>\nmaka utang kedua orang itu dihapuskannya.<br \/>\nSiapakah di antara mereka akan lebih mengasihi dia?&#8221;<\/p>\n<p>Jawab Simon,<br \/>\n&#8220;Aku sangka, yang mendapat penghapusan utang lebih banyak!&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya, &#8220;Betul pendapatmu itu!&#8221;<br \/>\nDan sambil berpaling kepada wanita itu,<br \/>\nYesus berkata kepada Simon, &#8220;Engkau melihat wanita ini?<br \/>\nAku masuk ke dalam rumahmu,<br \/>\nnamun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku;<br \/>\ntetapi wanita ini membasahi kaki-Ku dengan air mata<br \/>\ndan menyekanya dengan rambutnya.<br \/>\nEngkau tidak mencium Aku,<br \/>\ntetapi sejak Aku masuk, ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.<br \/>\nEngkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak,<br \/>\ntetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.<br \/>\nSebab itu Aku berkata kepadamu,<br \/>\n&#8216;Dosanya yang banyak itu telah diampuni,<br \/>\nkarena ia telah banyak berbuat kasih.<br \/>\nTetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih!&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, &#8220;Dosamu telah diampuni.&#8221;<br \/>\nOrang-orang yang makan bersama Yesus berpikir dalam hati,<br \/>\n&#8220;Siapakah Dia ini, maka Ia dapat mengampuni dosa?&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus berkata kepada wanita itu,<br \/>\n&#8220;Imanmu telah menyelamatkan dikau. Pergilah dengan selamat!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah Sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>TUHAN SEDANG MENANTI UNTUK MENGAMPUNI DAN MEMBEBASKANMU<\/p>\n<p>\u201cDosa hendaknya membuat kita tidak berlari jauh dari Tuhan bersembunyi seperti Adam dan Hawa, tapi sadarlah bahwa saat itulah Tuhan sedang menanti untuk mengampunimu. Inilah kebenarannya; Saat engkau rindu menemui lalu mencari-Nya maka Ia akan membiarkan Diri-Nya ditemui, dan sebagai balasannya, Ia memberkati dan mengampunimu.\u201d<\/p>\n<p>Inilah yang terjadi ketika si perempuan berdosa mencari dan menemui Yesus; Ia menangis dan membasuh kaki Yesus dan meminyakinya, maka sebagai balasnya:&#8221;Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.&#8221;( ayat 47 )<\/p>\n<p>Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:<\/p>\n<p>1) Sadarlah bahwa sekecil apa pun dosa, tapi pernah dibuat oleh setiap orang, dan engkau termasuk salah satu pendosa itu;<\/p>\n<p>2) Dosa hendaknya tidak membuat kita malu, lari dan bersembunyi, melainkan mendorong kita untuk mencari dan menemui Tuhan di dalam kamar pengakuan;<\/p>\n<p>3) Di dalam kamar pengakuan, engkau tidak mendengar kata-kata penghakiman, melainkan pengampunan dan pelepasan dari Tuhan lewat para imam-Nya.<\/p>\n<p>Akhirnya ingatlah bahwa sampai saat ini dan kapan pun, Tuhan selalu menantimu saat engkau kembali kepada-Nya lewat pertobatan dan pengakuan jujur di hadapan-Nya, karena sesungguhnya Ia akan lebih dulu mengampunimu sebelum engkau mengakuinya. Itulah Allah Bapa kita, yang penuh rahim dan pengampun.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 19 September 2024 Lukas 7:47a (Luk 7:36-50) \u201dSebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih\u2026\u201d Kasih Penebus Dosa Yesus sangat tersentuh oleh&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-60272","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60272","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=60272"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60272\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":60273,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60272\/revisions\/60273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=60272"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=60272"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=60272"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}