{"id":60094,"date":"2024-09-17T12:11:39","date_gmt":"2024-09-17T05:11:39","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=60094"},"modified":"2024-09-17T12:11:39","modified_gmt":"2024-09-17T05:11:39","slug":"selasa-17-september-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=60094","title":{"rendered":"Selasa, 17 September 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 17 September 2024<br \/>\nLukas 7:13-14 (Luk 7:11-17)<br \/>\nKetika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: &#8220;Jangan menangis!&#8221; Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: &#8220;Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!&#8221;<\/p>\n<p>Yesus Mengerti Pergumulan Kita<\/p>\n<p>Bila dalam pelbagai mujizat yang dibuat Yesus, diceritakan bahwa orang datang memohon kepadaNya untuk menolong, kali ini tanpa diminta, Yesus langsung menghampiri rombongan pembawa jenazah, menguatkan hati Ibu Janda yang sedih karena kematian putranya, dan membangkitkan anak muda itu.<br \/>\nYesus Tuhan kita adalah Allah yang menjadi manusia. Ia sungguh mengerti kesedihan kita ditinggal pergi orang yang dicintai. Ia hadir membawa penghiburan dan harapan bagi setiap orang yang berduka. Yesus juga sedih bila kita bersedih. Ia juga menangisi kematian Lazarus. Tapi Yesus tidak ingin kita larut dalam kesedihan.<br \/>\nIa telah berjanji, \u201cBerbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur\u201d (Mat 5:4). Yesus ada untuk menguatkan kita di saat kita \u2018down\u2019, jatuh dan terpuruk. Ia juga ada untuk membangkitkan semangat hidup kita. \u201cBangkitlah!\u201d Kata Yesus.<br \/>\nSambutlah tangan Yesus yang terulur untuk mengangkat, membangkitkan, menghidupkan kembali gairah hidup kita dalam melanjutkan perjalanan hidup ini. Sebelum kita meminta, Yesus sudah tahu kita butuh pertolonganNya. Ia tak akan pernah membiarkan kita bergumul sendiri.<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Bangkitlah, Yesus menemani kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 17 Sep 2024<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XXIV<br \/>\nPF S. Robertus Bellarmino, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 7:16<br \/>\nBacaan Injil: Luk 7:11-17<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 7:16<br \/>\nSeorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,<br \/>\ndan Allah mengunjungi umat-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 7:11-17<br \/>\nHai Pemuda, bangkitlah!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika pergilah Yesus ke sebuah kota bernama Nain.<br \/>\nPara murid serta banyak orang pergi bersama Dia.<br \/>\nKetika Ia mendekati pintu gerbang kota,<br \/>\nada orang mati diusung ke luar,<br \/>\nyaitu anak laki-laki tunggal seorang ibu yang sudah janda.<br \/>\nBanyak orang kota itu menyertai janda tersebut.<\/p>\n<p>Melihat janda itu tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasihan.<br \/>\nLalu Tuhan berkata kepadanya, &#8220;Jangan menangis!&#8221;<br \/>\nDihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuh-Nya,<br \/>\nMaka para pengusung berhenti.<br \/>\nTuhan berkata, &#8220;Hai Pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!&#8221;<br \/>\nMaka bangunlah pemuda itu, duduk, dan mulai berbicara.<br \/>\nYesus lalu menyerahkannya kepada ibunya.<\/p>\n<p>Semua orang itu ketakutan,<br \/>\ndan mereka memuliakan Allah sambil berkata,<br \/>\n&#8220;Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,&#8221;<br \/>\ndan &#8220;Allah telah mengunjungi umat-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Maka tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh Yudea<br \/>\ndan ke seluruh daerah sekitarnya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>YESUS SANGAT DEKAT DENGAN MEREKA YANG MENDERITA<\/p>\n<p>\u201cDalam sedih dan gagal, sakit dan derita serta kepedihan apa pun, cobalah tenangkan hatimu dan dengarlah sapaan lembut Yesus: \u201cJangan menangis! Aku besertamu selalu.\u201d<\/p>\n<p>Meninggalnya si buah hati pasti menggores luka sedih di hati sang ibu. Kesedihan itu membuat Yesus tidak hanya sekedar merasa iba tapi Ia juga melakukan sesuatu kepada si janda, ibu anak yang meninggal. Dikisahkan: &#8220;Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: &#8220;Jangan menangis!&#8221; ( ayat 13 )<\/p>\n<p>Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:<\/p>\n<p>1) Terimalah kenyataan kemanusiaan kita bahwa sedih, gagal, sakit dan derita pasti akan kita alami dalam hidup;<\/p>\n<p>2) Semua pengalaman di atas tidak boleh mengendorkan iman dan harapan kita bahwa Yesus mampu menghibur, menguatkan dan menyembuhkan kita;<\/p>\n<p>3) Percayalah bahwa Yesus sangat sanggup menghibur, menyembuhkan dan memberimu jalan keluar dari setiap permasalahan yang Anda hadapi saat ini.<\/p>\n<p>Ingatlah bahwa hanya sesaat di mana engkau rela menghibur, engkau akan terhibur, dan saat engkau menolong, engkau menemukan kebahagiaan yang sejati.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 17 September 2024 Lukas 7:13-14 (Luk 7:11-17) Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: &#8220;Jangan menangis!&#8221; Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-60094","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60094","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=60094"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":60095,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60094\/revisions\/60095"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=60094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=60094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=60094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}