{"id":60055,"date":"2024-09-16T20:42:22","date_gmt":"2024-09-16T13:42:22","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=60055"},"modified":"2024-09-16T20:42:23","modified_gmt":"2024-09-16T13:42:23","slug":"selasa-17-september-2024-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=60055","title":{"rendered":"Selasa, 17 September 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2013 Mazmur 100:3<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah. Dialah pencipta dan kita milik-Nya, Kita ini umat-Nya, domba gembalaan-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setiap kali kita menyambut komuni, imam mengatakan \u2018Tubuh Kristus\u2019, dan kita jawab, \u2018Amin\u2019. Dengan demikian kita menyatakan percaya menyambut Kristus. Tetapi kita juga berjanji akan berusaha semakin menjadi \u2018tubuh Kristus\u2019. Paulus menjelaskan apa itu artinya. Ia melihat orang beriman sebagai bagian dari suatu keseluruhan, yang disebut tubuh Kristus. Setiap orang mendapat tugasnya di situ demi keseluruhannya. Kristus yang menjiwai keseluruhan itu.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa: Allah Bapa kami sumber kerukunan, perkenankanlah kami bangkit dari perselisihan yang merusak, dan jadikanlah kiranya kami orang yang rukun bersatu padu berkat daya semangat Putra-Mu, yang telah membangkitkan kami. Sebab Dialah Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korentus 12:12-14.27-31a<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cKalian semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing anggotanya.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, sebagaimana tubuh itu satu, meskipun anggotanya banyak, dan semua anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh saja, demikian pula Kristus. Sebab kita semua telah dibaptis dalam satu Roh menjadi satu tubuh, dan juga diberi minum dari satu Roh, entah kita orang Yahudi, entah bukan Yahudi, entah budak, entah orang merdeka. Sebab tubuh tidak terdiri atas satu anggota saja, tetapi atas banyak anggota. Kalian semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menentukan beberapa orang di dalam jemaat; pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya Ia menentukan mereka yang mendapat kurnia untuk mengadakan mukjizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berbicara dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah semua mendapat karunia untuk mengadakan mukjizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berbicara dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? Maka berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang utama.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 100:2.3.4.5<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref. Kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Beribadahlah kepada Tuhan dalam sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!<\/li>\n\n\n\n<li>Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.<\/li>\n\n\n\n<li>Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, daan pujilah nama-Nya!<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun temurun.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya<\/em><br>S : (Luk 7:16)&nbsp;<em>Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya. Alleluya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"post_message_1037788423\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 7:11-17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cHai pemuda, bangkitlah!\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu ketika pergilah Yesus ke sebuah kota bernama Nain. Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia. Ketika Ia mendekati pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, yaitu anak laki-laki tunggal seorang ibu yang sudah janda. Banyak orang kota itu menyertai janda tersebut. Melihat janda itu tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasih. Lalu Tuhan berkata kepadanya, \u201cJangan menangis!\u201d Dihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuh-Nya. Maka para pengusung berhenti. Tuhan berkata, \u201cHai Pemuda, aku berkata kepadamu, bangkitlah!\u201d Maka bangunlah pemuda itu, duduk, dan mulai berbicara. Yesus lalu menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan, dan mereka memuliakan Allah sambil berkata, \u201cSeorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,\u201d dan \u201cAllah telah mengunjungi umat-Nya.\u201d Maka tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh Yudea dan ke seluruh daerah sekitarnya.<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Guntoro SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabat di mana pun Anda berada, saya, Agustinus Guntoro, SCJ, dari Yogyakarta, menyapa dan mengundang Anda untuk sejenak merenung bersama RESI (Renungan Singkat) DEHONIAN, hari ini, tanggal 17 September 2024.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabatku yang mengasihi dan dikasihi Tuhan Yesus, apa yang dilakukan Tuhan Yesus dalam Injil yang baru saja kita dengarkan tadi, membuat heboh seluruh penduduk kota Nain. Yesus menjadi viral, menjadi buah bibir, dan dipuja-puji, bahkan dinyatakan, \u201cSeorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Keadaan seperti itu, apakah yang dicari dan yang menjadi tujuan Tuhan Yesus dalam setiap aksinya, termasuk aksi menghidupkan seorang pemuda Nain itu? Apakah Yesus sedang membangun popularitas?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kita sepakat, Yesus bukan tipe orang yang mencari popularitas. Secara manusiawi, Yesus sudah beres dengan dirinya sendiri. Ia tidak pernah melakukan suatu kebaikan hanya untuk pencitraan, untuk dikenal dan terkenal. Semua yang dilakukan-Nya, melulu karena, \u201ctergeraklah hati-Nya oleh belas kasih.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cHati yang tergerak oleh belas kasih\u201d menjadi dasar atau alasan atas segala tindakan-Nya.&nbsp; Dalam konteks Dehonian, hal itu dibahasakan dengan istilah \u201cHati yang terbuka.\u201d Konsep yang sama, diminta oleh Tuhan Yesus untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika hati kita tidak tergerak dan tidak terbuka oleh realitas dunia yang semakin jauh dari roh cinta kasih, kita belum layak disebut murid Yesus dan secara khusus sebagai Dehonian. Dan ketika dunia memanggil kita untuk bertindak, semoga tidak ada modus (tidak ada udang di balik batu). Semoga kita dimurnikan untuk melakukan sesuatu, melalui karena cinta kasih. Nothing else!<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka para sahabat yang terkasih, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, agar hati kita semakin terarah menuju Hati-Nya yang penuh dengan belas kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semuanya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kerukunan, jadikanlah kiranya kami satu Gereja dan perkenankanlah kami menyerahkan diri kepada-Mu, sebagaimana Dia yang kami kenangkan sekarang dan yang menjadi harapan kami, ialah Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 I Korintus 12:27<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kalian semua adalah tubuh Kristus dan masing-masing adalah anggota tubuh-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa pangkal persatuan dan kerukunan, kami mengucap syukur, karena Engkau berkenan memperhatikan kami melalui Yesus, Sang Kepala. Semoga kami setiap hari Kaubangkitkan, Kaurukunkan dan Kaupersatukan dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Resi-Selasa-17-September-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Selasa 17 September 2024 oleh Rm. Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas SCJ Yogyakarta Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/09\/16\/selasa-17-september-2024-hari-biasa-pekan-xxiv\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/09\/16\/selasa-17-september-2024-hari-biasa-pekan-xxiv\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=60055-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6222\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-60055-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Resi-Selasa-17-September-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Resi-Selasa-17-September-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Resi-Selasa-17-September-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Resi-Selasa-17-September-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=60055-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Resi-Selasa-17-September-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Selasa-17-September-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Yogyakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2013 Mazmur 100:3 Ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah. Dialah pencipta dan kita milik-Nya, Kita ini umat-Nya, domba gembalaan-Nya. PENGANTAR: Setiap kali kita menyambut komuni, imam mengatakan \u2018Tubuh Kristus\u2019, dan kita jawab, \u2018Amin\u2019.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-60055","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=60055"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60055\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":60057,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/60055\/revisions\/60057"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=60055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=60055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=60055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}