{"id":59856,"date":"2024-09-14T20:04:55","date_gmt":"2024-09-14T13:04:55","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59856"},"modified":"2024-09-14T20:04:55","modified_gmt":"2024-09-14T13:04:55","slug":"sabtu-14-september-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59856","title":{"rendered":"Sabtu, 14 September 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 14 September 2024<br \/>\nPesta Pemuliaan Salib Suci<br \/>\nYohanes 3:14-15(Yoh 3:13-17)<br \/>\n\u201dDan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.\u201d<\/p>\n<p>Salib Kristus Penebusan Kita<\/p>\n<p>Salib yang adalah lambang penghinaan, oleh Yesus dijadikan lambang cinta dan pengorbananNya untuk menebus dosa manusia. Apa yang oleh manusia dianggap sangat merendahkan, justru menjadi tanda betapa tinggi dan tak terbatas cinta Tuhan yang rela mati untuk keselamatan kita.<br \/>\nSalib yang dimaksud untuk menghina dan merendahkan Yesus telah menjadi tumpuan tahtaNya, dan mahkota duri di kepalaNya telah menjadi mahkota kemuliaanNya. Dengan memandang salib Yesus, kita teguh percaya betapa Tuhan sungguh mencintai kita sampai sehabis-habisnya.<br \/>\nDi saat kita merasa ragu akan cinta Tuhan bagi kita, pandanglah salib Yesus dan temukan kekuatan cinta Tuhan yang rela mati untuk menebus kita. Saat merasa terhina dan direndahkan oleh perjuangan membela keadilan dan kebenaran, oleh cinta dan pengorbanan, pandanglah salib Yesus dan temukanlah kekuatan dan daya ilahi cinta Tuhan di dalamnya.<br \/>\nBangunlah, bangkitlah dan jangan menyerah. Itulah tanda betapa dalamnya nilai cinta dan pengorbanan yang kita rangkul sebagai salib kita, untuk setia mengikuti Yesus. Olehnya kita menjadi pemenang dan pejuang cinta kasih yang pantang menyerah, karena kita percaya tak ada pengorbanan yang sia-sia.<br \/>\n\u201dTerimakasih ya Yesus, dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia. Kuatkanlah kami untuk merangkul salib kehidupan kami, mencintai sekalipun terluka, berani berkorban dengan setulus hati.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Pesta Salib Suci. Bersama Yesus kita kuat.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 14 Sep 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XXIII<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 3:13-17<br \/>\n**********************************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 3:13-17<br \/>\nAnak Manusia harus ditinggikan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata,<br \/>\n&#8220;Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,<br \/>\nselain Dia yang telah turun dari surga,<br \/>\nyaitu Anak Manusia.<\/p>\n<p>Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun,<br \/>\ndemikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,<br \/>\nsupaya setiap orang yang percaya kepada-Nya<br \/>\nberoleh hidup yang kekal.<br \/>\nKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,<br \/>\nsehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,<br \/>\nsupaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,<br \/>\nmelainkan beroleh hidup yang kekal.<br \/>\nSebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia<br \/>\nbukan untuk menghakimi dunia,<br \/>\nmelainkan untuk menyelamatkannya&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>SALIB ADALAH BAHASA\/TANDA CINTAKASIH ALLAH BAGI SAYA\/ANDA<br \/>\n(RD John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>PESTA SALIB SUCI<\/p>\n<p>&#8220;Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yg terpagut, jika ia melihatnya (ular tembaga), AKAN TETAP HIDUP&#8221;, firman Tuhan kp Musa (Bil. 21:8). &#8220;Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia (Kristus) telah merendahkan diriNya, dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib&#8221; (Fil. 2:8). &#8220;Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia HARUS DITINGGIKAN, supaya setiap orang (saya,anda ) yang percaya (&#8220;melihat\/memandang&#8221;) kepadaNya beroleh hidup yg kekal&#8221; (Yoh. 3:14-15).<\/p>\n<p>Salib selalu menjadi simbol sengsara dan penderitaan. Namun bagi saya,anda yg percaya kepadaNya, SALIB\/JALAN SALIB adalah sekaligus menjadi lambang KEMENANGAN. Kemenangan KASIH atas kebencian, kemenangan hidup atas kematian. Salib bukanlah kata akhir dlm perjalanan iman, perjalanan hidup rohani saya,anda. Salib dilihat sbg LAMBANG HARAPAN DAN KEBERANIAN DAN KEMENANGAN. Salib mungkin menjadi pengalaman tragis dan traumatis bagi seorang Putera Allah (saya,anda), namun itu juga menjadi KISAH KEKUATAN dan KESEMBUHAN bagi saya, anda. Salib adalah kisah iman bhw saya, anda bisa melampaui kejahatan dan kekejiaan dunia ini. Salib adalah BAHASA CINTA, KISAH CINTA, KISAH KASIH dan PENGORBANAN YANG MEMBAWA KESELAMATAN. Tiada cinta, tiada kasih tanpa pengorbanan, dan SALIB ADALAH BAHASA UTAMA dari CINTAKASIH itu.<\/p>\n<p>Pada Pesta Salib Suci hari ini saya, anda diingatkan utk MELUANGKAN WAKTU SEMENIT-DUA, atau SEBENTAR SAJA setiap hari utk MENATAP, MELIHAT, MEMANDANG SALIB KRISTUS. MEMBUAT TANDA SALIB, TANDA KEMENANGAN!!! Di sanalah seluruh kisah cinta Allah DIBAHASAKAN bagi saya, anda. Yesus memilih utk menebus saya,anda lewat kurban SalibNya, saat saya,anda berdosa atau dlm keadaan dosa. Begitu besar kasih pengampunan Tuhan yg tertuang dalam kisah salib. Pandanglah, lihatlah Salib Kristus! Renungkanlah! Timbalah rahmat, kekuatan dari Salib Kristus!! Sebab dengan SalibMu yang Suci, Engkau telah menebus dan menyelamatkan dunia, menebus dan menyelamatkan saya, anda. Selamat Pesta Salib Suci.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda yang selalu memandang salib sebagai JALAN, tanda, bahasa cintakasih Tuhan bagi saya,\u00a0anda.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 14 September 2024 Pesta Pemuliaan Salib Suci Yohanes 3:14-15(Yoh 3:13-17) \u201dDan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-59856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=59856"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59857,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59856\/revisions\/59857"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=59856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=59856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=59856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}