{"id":59666,"date":"2024-09-12T08:33:27","date_gmt":"2024-09-12T01:33:27","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59666"},"modified":"2024-09-12T08:33:27","modified_gmt":"2024-09-12T01:33:27","slug":"kamis-12-september-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59666","title":{"rendered":"Kamis, 12 September 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 12 September 2024<br \/>\nLuk 6:27-29 (Luk 6:27-38)<br \/>\n\u201dTetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Seperti Kristus<\/p>\n<p>Betapa suci dan murni hati orang yang menuruti perintah Yesus ini. Perlakuan jahat orang lain terhadapnya, tak membuatnya berhenti untuk mencintai orang itu. Tak ada gambaran seorang yang begitu rendah hati, bijaksana dan suci yang dapat melampaui pribadi yang digambarkan Yesus ini.<br \/>\nGambaran orang seperti ini, bukankah nyata dalam diri Yesus sendiri? Dan inilah kehendak Allah bagi kita: agar kita menjadi serupa dengan Yesus.<br \/>\nDalam Roma 8:29 Paulus berkata, \u201cSebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.\u201d<br \/>\nUntuk inilah kita diciptakan Allah yakni \u201cMenjadi serupa dengan Kristus.\u201d Segala kelemahan dan keterbatasan kita tidak menjadi alasan bagi kita untuk berhenti mencintai tanpa syarat, dan bertumbuh menjadi sempurna dalam cintakasih.<br \/>\nTentu saja kita tak akan mampu mewujudkannya dengan upaya sendiri, hanya mengandalkan diri sendiri. Yesus menganugerahkan kita Roh KudusNya agar menjadi kekuatan dan semangat kita untuk menjadi seperti Dia. Jadi semua hal yang membuat kita marah, terluka dan sakit hati, adalah cara Allah menguduskan dan menyempurnakan kita agar mampu mencintai seperti Yesus.<br \/>\n\u201dYa Yesus jadikanlah hati kami seperti hatiMu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Yesus memberkati latihan kehidupan kita hari ini.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 12 Sep 2024<br \/>\nKamis Pekan Biasa XXIII<br \/>\nPF Nama SP Maria yang Tersuci<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 1Yoh 4:12<br \/>\nBacaan Injil: Luk 6:27-38<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n1Yoh 4:12<br \/>\nJika kita saling menaruh cinta kasih, Allah tinggal dalam kita;<br \/>\ndan cinta kasih Allah dalam kita menjadi sempurna.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 6:27-38<br \/>\nHendaknya kalian murah hati se bagaimana Bapamu murah hati adanya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Dengarkanlah perkataan-Ku ini:<br \/>\nKasihilah musuhmu.<br \/>\nBerbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian.<br \/>\nMintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kalian.<br \/>\nBerdoalah bagi orang yang mencaci kalian.<br \/>\nBila orang menampar pipimu yang satu,<br \/>\nberikanlah pipimu yang lain.<br \/>\nBila orang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.<\/p>\n<p>Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu,<br \/>\ndan janganlah meminta kembali<br \/>\ndari orang yang mengambil kepunyaanmu.<br \/>\nDan sebagaimana kalian kehendaki orang perbuat kepada kalian,<br \/>\ndemikian pula hendaknya kalian berbuat kepada mereka.<br \/>\nKalau kalian mengasihi orang-orang yang mengasihi kalian, apakah jasamu?<br \/>\nOrang-orang berdosa pun berbuat demikian.<br \/>\nLagi pula kalau kalian memberikan pinjaman kepada orang<br \/>\ndengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya,<br \/>\napakah jasamu?<br \/>\nOrang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa,<br \/>\nsupaya mereka menerima kembali sama banyaknya.<\/p>\n<p>Tetapi kalian,<br \/>\nkasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka<br \/>\ndan berilah pinjaman tanpa mengharapkan balasan,<br \/>\nmaka ganjaranmu akan besar<br \/>\ndan kalian akan menjadi anak Allah Yang Mahatinggi.<br \/>\nSebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih<br \/>\ndan orang-orang jahat.<br \/>\nHendaklah kalian murah hati<br \/>\nsebagaimana Bapamu murah hati adanya.<br \/>\nJanganlah menghakimi orang, maka kalian pun tidak akan dihakimi.<br \/>\nDan janganlah menghukum orang,<br \/>\nmaka kalian pun tidak akan dihukum.<br \/>\nAmpunilah, maka kalian pun akan diampuni.<br \/>\nBerilah, dan kalian akan diberi.<br \/>\nSuatu takaran yang baik,<br \/>\nyang dipadatkan, yang digoncang dan tumpah ke luar<br \/>\nakan dicurahkan ke pangkuanmu.<br \/>\nSebab ukuran yang kalian pakai, akan diukurkan pula kepadamu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>MENGASIHI DAN MENDOAKAN YANG MEMBENCI DAN MEMUSUHI SAYA, ANDA<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung. Keuskupan Ruteng )<\/p>\n<p>&#8220;Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu&#8221; (Luk. 6: 27 &#8211; 29). Sabda ini sangat bertentangan dg keinginan manusia pd umumnya: &#8220;Kasihilah sesamamu manusia dan BENCILAH MUSUHMU!&#8221; (Mat. 5:43). Ajakan Yesus utk mengasihi dan mendoakan musuh merupakan ajakan yg baik, karena dgn begitu HIDUP saya, anda (yg memiliki musuh) AKAN MENJADI NYAMAN, DAMAI DAN TENANG. Tidak ada perasaan dendam, tdk lagi ada ketakutan akan pembalasan. Hidup ini SEMAKIN DIRASAKAN RINGAN (tak ada beban) KETIKA HATI SAYA, ANDA DIPENUHI CINTA dan DAMAI.<\/p>\n<p>Mengasihi dan mendoakan sesama termasuk &#8220;musuh&#8221; adalah suatu bentuk kepasrahan dan penyerahan diri, suatu sikap iman, di mana SEGALA PERKARA, PERSOALAN HIDUP, termasuk MUSUH yang dihadapi itu , AKAN DISELESAIKAN, &#8220;DIURUS&#8221; OLEH TUHAN ALLAH (dlm kerjasama dgn saya, anda).<\/p>\n<p>Doa (mendoakan) adalah harapan yg mampu mengubah hati seseorang (musuh) karena saya, anda mengandalkan Tuhan Allah, agar Tuhan Allah sendirilah yang akan MENYAPA hati (musuh).<br \/>\nMengasihi musuh dan mendoakan mereka merupakan tanda KEDEWASAAN ORANG BERIMAN (saya,anda) dalam menyikapi masalah, persoalan hidup (termasuk musuh).<br \/>\nMemang mengasihi dan mendoakan musuh tidak lantas menyelesaikan soal, masalah, tetapi paling kurang dgn begitu KEBAIKAN YG DIMULAI DARI DIRI SENDIRI akan memunculkan KEADAAN HATI YG BAIK, CARA HIDUP YG BAIK, PEMIKIRAN YG BAIK, SUASANA HATI YG TEDUH TENANG, yg membuat seseorang (saya,anda) MENJADI BIJAKSANA dalam menyelesaikan segala perkara.<br \/>\nJika tidak mengasihi dan tidak mendoakan musuh, saya, anda akan selamanya merasa &#8220;terganggu&#8221;; bisa menganggap musuh sebagai ORANG YG TIDAK BOLEH ADA DI HADAPAN saya, anda. Hidup menjadi tidak nyaman.<\/p>\n<p>Maka kasihilah sesamamu dan doakanlah musuh2 saya, anda, maka hidup saya, anda menjadi aman, tenteram, penuh damai dan sukacita. Hidup betul dinikmati. Selamat mengasihi dan mendoakan musuh2ku,mu. Selamat menikmati hidup ini.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang selalu mencintai\/mengasihi dan mendoakan orang lain, terutama musuh2 saya,\u00a0anda.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 12 September 2024 Luk 6:27-29 (Luk 6:27-38) \u201dTetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-59666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=59666"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59667,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59666\/revisions\/59667"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=59666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=59666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=59666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}