{"id":5955,"date":"2015-09-16T08:37:19","date_gmt":"2015-09-16T01:37:19","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=5955"},"modified":"2015-09-16T08:37:19","modified_gmt":"2015-09-16T01:37:19","slug":"galau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=5955","title":{"rendered":"GALAU"},"content":{"rendered":"<p>GALAU Zaman sekarang ini, orang amat mudah berkata, &#8220;Aku sedang galau&#8221;. Lantas dia berkata lagi, &#8220;Omnia fert aetas, animum quoque&#8221; &#8211; Waktu menggerogoti segalanya juga semangat rohani kita. &#8220;Galau&#8221; menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti kacau pikirannya dan tidak keruan. Karena itulah kegalauan bisa membuat hati jadi lelah, letih dan lunglai karena tidak tahu mau buat apa. Mungkin baik kita membaca nasihat ini, &#8220;Walaupun lagi galau, janganlah tercermin di raut muka, karena tidak ada orang yang suka melihatnya.&#8221; Peribahasa Bahasa Inggris menulis, &#8220;Sufficient onto the day is the evil thereof&#8221; &#8211; Jangan menambah kesulitan atau masalah yang dihadapi hari ini dengan kekuatiran tentang hari esok. Jangan menyalahkan cuaca, jangan pula menyalahkan hari, sebab setiap hari itu baik adanya. Tidak ada hari sial dan terkutuk, semua itu ditentukan oleh suasana hati kita sendiri. Memang, kadang terlihat bahwa Hati yang galau, tubuh yang kusam, muka yang kusut menjauhkan rejeki, sebab orang tidak suka dengan hal itu. Karena galau, maka kita berpikiran negatif tentang diri sendiri. Pepatah Latin berbunyi, &#8220;Conscius ipse sibi de se putat omnia dici&#8221; &#8211; Yang menyadari kesalahannya (selalu) mengira bahwa semua pembicaraan adalah mengenai diri kita. Rasa bersalah yang berlebihan akan membuat kita menjadi semakin &#8220;tunduk negatif&#8221; dan tidak Percaya Diri (PD). Mari merenungkan apa yang disabdakan oleh Tuhan Yesus, &#8220;But when you fast, put oil on your head and wash your face&#8221; &#8211; Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu (Mat 6: 17). Rabu, 16 September 2015 &#8211;oo000oo&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Buku Motivasi &#8220;Sebagai sahabat dalam peziarahan hidup&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-oo000oo&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<\/p>\n<p>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Rm. Markus Marlon, MSC &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GALAU Zaman sekarang ini, orang amat mudah berkata, &#8220;Aku sedang galau&#8221;. Lantas dia berkata lagi, &#8220;Omnia fert aetas, animum quoque&#8221; &#8211; Waktu menggerogoti segalanya juga semangat rohani kita. &#8220;Galau&#8221; menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4732,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-5955","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/CAM00476.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5955","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5955"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5955\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5956,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5955\/revisions\/5956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5955"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5955"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5955"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}