{"id":59482,"date":"2024-09-10T10:02:12","date_gmt":"2024-09-10T03:02:12","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59482"},"modified":"2024-09-10T10:02:12","modified_gmt":"2024-09-10T03:02:12","slug":"selasa-10-september-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59482","title":{"rendered":"Selasa, 10 September 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 10 September 2024<br \/>\nLukas 6:12-13 (Luk 6:12-19)<br \/>\nPada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul.<\/p>\n<p>Kekuatan Doa<\/p>\n<p>Penginjil Lukas sangat menekankan hidup doa Yesus. Doa bagi Yesus adalah perjumpaan pribadi dan intim dengan BapaNya di surga. Apapun yang akan dilakukan Yesus, Ia selalu menyampaikannya kepada BapaNya. Komunikasi dan jalinan relasi yang intim antara Yesus dan BapaNya itulah kekuatan Yesus dan menjadi keselamatan kita yaitu persatuan kita dengan Allah Bapa dan saudara saudari kita se Bapa.<br \/>\nYesus menghendaki agar kita semua putra putri Allah, mengalami relasi dan keintiman yang sama. Karena itu Yesus mengajarkan doa Bapa Kami agar kita menyapa Allah sebagai Bapa. Doakanlah doa Bapa Kami setiap hari untuk menyempurnakan semua doa kita, maka kita selalu berada dalam pelukan kasih Bapa. Tiada hari tanpa doa Bapa Kami, tiada hari tanpa komunikasi dengan Bapa surgawi kita.<br \/>\nApapun yang kita sampaikan dalam doa, dalam Nama Yesus, kita serahkan semuanya terjadi sesuai kehendak Allah Bapa kita. \u201cBukan kehendakku, melainkan kehendakMu-lah yang terjadi.\u201d<br \/>\nPengalaman Yesus memilih rasul-rasulNya dalam doa, menjadi gambaran yang indah, apa maksudnya doa Yesus \u2018terjadilah menurut kehendakMu.\u2019 Ternyata ke 12 murid Yesus adalah gambaran semua karakter manusia, termasuk karakter Yudas Iskariot.<br \/>\nUntuk itulah Yesus datang ke dunia menyelamatkan semua manusia, dengan membaharui perjanjian lama dan menggantinya dengan yang baru, melalui korban salib.<br \/>\nPengkhianatan Yudas menjadi jalan salib yang harus ditempuh Yesus untuk menebus seluruh umat manusia. Karena itu jangan pernah menyerah oleh pelbagai karakter sesama yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita dan jangan pernah putus asa oleh pelbagai peristiwa sedih dan tragis yang menimpa kita. Bila semuanya kita bawa dalam doa, maka semua peristiwa hidup kita menjadi bagian dari rancangan Allah bagi kita untuk teguh dalam iman, pengharapan dan kasih.<br \/>\n\u201dTerjadilah kehendakMu ya Bapa, di atas bumi seperti dalam surga.\u201d<\/p>\n<p>Selamat berkarya, biarlah kehendak Tuhan digenapi dalam setiap langkah kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 10 Sep 2024<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XXIII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:16<br \/>\nBacaan Injil: Luk 6:12-19<br \/>\n**********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:16<br \/>\nKalian telah Kupilih dari dunia dan Kutetapkan agar pergi dan berbuah,<br \/>\ndan buahmu tinggal tetap.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 6:12-19<br \/>\nSemalam-malaman Yesus berdoa.<br \/>\nLalu Ia memilih dua belas orang, yang disebut-Nya rasul.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa.<br \/>\nSemalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.<br \/>\nKeesokan harinya, ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya<br \/>\ndan memilih dari antara mereka dua belas orang,<br \/>\nyang disebut-Nya rasul.<br \/>\nMereka itu ialah: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus,<br \/>\ndan Andreas saudara Simon,<br \/>\nYakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,<br \/>\nMatius dan Tomas,<br \/>\nYakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,<br \/>\nYudas anak Yakobus,<br \/>\ndan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.<\/p>\n<p>Lalu Yesus turun bersama mereka<br \/>\ndan berhenti pada suatu tempat yang datar.<br \/>\nDi situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya<br \/>\ndan banyak orang lain<br \/>\nyang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem<br \/>\ndan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.<br \/>\nMereka datang untuk mendengarkan Dia<br \/>\ndan untuk disembuhkan dari penyakit mereka;<br \/>\njuga mereka yang kerasukan roh-roh jahat mendapat kesembuhan.<br \/>\nDan orang banyak itu berusaha menjamah Dia,<br \/>\nsebab daripada-Nya keluar suatu kuasa,<br \/>\ndan semua orang itu disembuhkan-Nya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cPada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.\u201d Luk 6: 12<\/p>\n<p>Seperti dalam peristiwa penting lainnya dalam hidup-Nya, Yesus berdoa sebelum memilih keduabelas rasul, dari antara murid-murid-Nya. Ini adalah saat sangat penting dalam hidup dan pelayanan-Nya. Ia akan mengajar, membentuk, melatih, dan akhirnya akan mengambil risiko untuk mempercayakan misi dan karya-Nya kepada mereka yang tidak sempurna itu. Orang-orang yang dipilih oleh Yesus sebagai rasul-rasul-Nya bukanlah orang-orang yang paling berkualitas, tetapi mereka adalah individu-individu yang tidak sempurna &#8211; orang-orang biasa seperti kita &#8211; untuk melaksanakan misi-Nya. Ia tahu bahwa mereka tidak selalu melakukan yang terbaik, sebab mereka akan mengalami saat-saat jatuh, takut, pengecut dan bahkan lari meninggalkan Dia. Tetapi, Ia tetap percaya kepada mereka dan misi-Nya akan berhasil sesuai dengan waktu Allah.<\/p>\n<p>Dalam peristiwa-peristiwa penting hidup kita, apakah kita juga mempercayakan keputusan-keputusan kita kepada Allah, atau bersandar pada kemampuan dan kekuatan sendiri? Ada banyak tawaran yang menarik di sekitar kita. Tetapi St. Paulus mengingatkan: \u201cHendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur,\u201d (Kol 2: 7).<\/p>\n<p>Tuhan, nyalakan semangat doa dalam hati kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi. Semoga dari hari ke hari, kita semakin berakar dalam Kristus. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"GITsL6g1Ko\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/pentingnya-berdoa\/\">PENTINGNYA BERDOA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;PENTINGNYA BERDOA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/pentingnya-berdoa\/embed\/#?secret=8MXTy0hRVH#?secret=GITsL6g1Ko\" data-secret=\"GITsL6g1Ko\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 10 September 2024 Lukas 6:12-13 (Luk 6:12-19) Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-59482","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59482","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=59482"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59482\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59483,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59482\/revisions\/59483"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=59482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=59482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=59482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}