{"id":59438,"date":"2024-09-09T21:23:51","date_gmt":"2024-09-09T14:23:51","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59438"},"modified":"2024-09-09T21:23:51","modified_gmt":"2024-09-09T14:23:51","slug":"film-dokumenter-aku-rindu-menghidupi-gereja-santo-paulus-pringgolayan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59438","title":{"rendered":"Film Dokumenter &#8211; Aku Rindu Menghidupi Gereja Santo Paulus Pringgolayan"},"content":{"rendered":"<p>Film Dokumenter &#8211; Aku Rindu Menghidupi Gereja Santo Paulus Pringgolayan<\/p>\n<p>&#8220;Bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup dalam diri saya&#8221; begitulah penuturan Bu Endang. Walaupun sudah memasuki usia lanjut, tetapi semangat iman masih berkobar. Kerinduan untuk dapat menumbuhkan iman Gereja dimaknai dengan Doa Devosi dalam Paguyuban Sabtu Pahing.<\/p>\n<p>Paguyuban yang sudah terbentuk sejak 2011 ini, menjadi sarana umat usia lanjut, orang muda dan anak-anak. Seperti yang dikatakan Pak Narto &#8220;gunakanlah ini sebagai pemicu keyakinan kita kepada Tuhan&#8221; yang menekankan bahwa paguyuban ini dapat menjadi sarana umat dalam menghidupi Gereja. Jika dimaknai lebih dalam, Paguyuban Sabtu Pahing menjadi wahana bagi para umat yang bersatu menjadi satu tubuh dalam Gereja.<\/p>\n<p>Gereja Santo Paulus Pringgolayan memberi tempat bagi paguyupan ini untuk terus menghidupi semangat dan iman Santo Paulus kepada Kristus Sang Juru Selamat bagi para anggotanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Thanks to :<br \/>\nPaguyuban Sabtu Pahing, Paguyuban Yohanes Rasul, Tim Pelayanan Iman Usia Lanjut, Tim Pelayanan Pastoral Keluarga Paroki, dan Tim Pelayanan Komunikasi Sosial Gereja Santo Paulus Pringgolayan.<\/p>\n<p>Sumber KOMSOS Pringgolayan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Film Dokumenter &#8211; Aku Rindu Menghidupi Gereja Santo Paulus Pringgolayan &#8220;Bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup dalam diri saya&#8221; begitulah penuturan Bu Endang. Walaupun sudah memasuki usia lanjut, tetapi semangat iman&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-59438","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59438","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=59438"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59438\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59439,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59438\/revisions\/59439"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=59438"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=59438"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=59438"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}