{"id":59288,"date":"2024-09-08T09:31:08","date_gmt":"2024-09-08T02:31:08","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59288"},"modified":"2024-09-08T09:31:08","modified_gmt":"2024-09-08T02:31:08","slug":"minggu-08-september-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59288","title":{"rendered":"Minggu, 08 September 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu, 08 September 2024<br \/>\nHari Minggu Biasa XXIII<br \/>\nPesta Kelahiran St Maria<br \/>\nMarkus 7:37 (Mrk 7:31-37)<br \/>\nMereka takjub dan tercengang dan berkata: &#8220;Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus Sanggup Memulihkan Segalanya<\/p>\n<p>Allah menciptakan segala sesuatu baik adanya. Demikian dikisahkan dalam Kitab Kejadian, ketika Allah menciptakan alam semesta dan manusia. \u201cMaka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.\u201d (Kej 1:31a).<br \/>\nNamun dosa masuk ke dunia dan merusak segalanya. Apa yang semula indah dan baik, hancur dan rusak oleh dosa. Sejak itu manusia tak mampu pulih kembali oleh kekuatannya sendiri.<br \/>\nSyukur kepada Allah, Ia mengutus Yesus PuteraNya untuk memulihkan kita dari kerusakan dan kehancuran oleh dosa. Oleh Yesus \u201csegalanya menjadi baik. Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.&#8221;<br \/>\nDalam Yesus selalu ada harapan untuk pemulihan kembali hidup kita seutuhnya. Yang kotor dibersihkanNya, yang jatuh diangkatNya, yang rusak diperbaiknya, yang sakit disembuhkanNya, yang berdosa diampuniNya, yang lemah dikuatkanNya, yang kurang ditambahkanNya, sampai melimpah dan meluap.<br \/>\nTak ada satu kekuatan di dunia ini yang mampu melumpuhkan semangat kita mencapai impian dan cita-cita karena Yesus ada bersama kita.<br \/>\nBiarlah kasih Yesus melingkupi kita. PadaNya kita percaya dan menaruh segala harapan kita. Kita tak akan pernah dikecewakan. Mari berjalan dalam terangNya agar kita melihat tanda-tanda kehadiranNya. Mari mendengarkan sapaanNya yang selalu meneguhkan dan menyemangati kita.<br \/>\n\u201dYa Yesusku, padaMu aku percaya, Engkau-lah andalanku.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Selamat merayakan Hari Ulang Tahun Bunda Maria dengan penuh sukacita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 08 Sep 2024<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XXIII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 4:23<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 7:31-37<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 4:23<br \/>\nYesus memberitakan Injil Kerajaan Allah<br \/>\nserta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 7:31-37<br \/>\nYang tuli dijadikan-Nya mendengar,<br \/>\nyang bisu dijadikan-Nya berbicara.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus meninggalkan daerah Tirus,<br \/>\ndan lewat Sidon pergi ke danau Galilea,<br \/>\ndi tengah-tengah daerah Dekapolis.<br \/>\nDi situ orang membawa kepada-Nya seorang tuli dan gagap,<br \/>\ndan memohon supaya Yesus meletakkan tangan-Nya atas orang itu.<\/p>\n<p>Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak,<br \/>\nsehingga mereka sendirian.<br \/>\nKemudian Yesus memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu,<br \/>\nlalu meludah dan meraba lidah orang itu.<br \/>\nKemudian sambil menengadah ke langit<br \/>\nYesus menarik nafas dan berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Efata!&#8221; artinya: Terbukalah!<br \/>\nMaka terbukalah telinga orang itu,<br \/>\ndan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya,<br \/>\nlalu ia berkata-kata dengan baik.<br \/>\nYesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ<br \/>\nsupaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga.<br \/>\nTetapi makin dilarang-Nya mereka,<br \/>\nmakin luas mereka memberitakannya.<br \/>\nMereka takjub dan tercengang, dan berkata:<br \/>\n&#8220;Ia menjadikan segala-galanya baik!<br \/>\nYang tuli dijadikan-Nya mendengar,<br \/>\nyang bisu dijadikan-Nya berbicara.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n\u2020************************************<\/p>\n<p>*  \u210d <\/p>\n<p>\u201cIa menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.\u201d (Mrk 7: 37)<\/p>\n<p>Bacaan Injil hari ini menampilkan Yesus Sang Juruselamat, yang dinubuatkan oleh Yesaya. \u201cIa sendiri datang menyelamatkan kamu!&#8230;. Telinga orang-orang tuli akan dibuka\u2026. mulut orang bisu akan bersorak-sorai\u2026.\u201d (Yes 35: 5 \u2013 6).<\/p>\n<p>Yesus menyembuhkan seorang yang tuli dan bisu (gagap). Tempat terjadinya penyembuhan ajaib bagi orang tuli dan bisu ini terjadi di Dekapolis, sebuah wilayah penyembah berhala. Injil Markus pada Bab 5 juga berbicara tentang Yesus di wilayah yang sama ketika Ia mengusir segerombolan setan dari seorang yang kerasukan.<\/p>\n<p>Orang tuli dan bisu dalam Injil hari ini mewakili semua orang yang tidak membuka telinga mereka terhadap suara Tuhan dan menolak untuk mengakui iman mereka kepada-Nya. Yesus membawanya menjauh dari kerumunan orang banyak. Ketika berada di tengah-tengah kerumunan orang banyak, ada terlalu banyak suara &#8211; ideologi dunia &#8211; yang menghalangi dia untuk mendengarkan suara Tuhan. Untuk mendengarkan suara Tuhan, penting untuk menjauh dari ideologi-ideologi yang berlawanan dan suara-suara dunia luar.<\/p>\n<p>Yesus menaruh jari-Nya ke dalam telinga orang itu\u201d (ayat 33). Jari Allah adalah simbol dari kuasa Allah. Dikatakan pula dalam Injil bahwa \u201cIa meludah dan meraba lidah orang itu.\u201d Dalam tradisi Yahudi, air liur dianggap sebagai nafas yang terkonsentrasi. Nafas adalah milik Allah. Menyentuh lidah orang bisu-tuli itu dengan ludah-Nya, Yesus memberikan nafas-Nya, Roh-Nya. Orang yang sakit &#8211; manusia yang sakit disembuhkan dengan perintah Efata &#8211; Terbukalah \u2013 terbukalah telinga untuk mendengarkan suara Allah dan terbukalah \u201cikatan lidahnya\u201d untuk menyatakan iman kepada-Nya.<\/p>\n<p>Orang banyak yang takjub menyaksikan peristiwa itu berseru, \u201cIa menjadikan segala-galanya baik.\u201d Kata-kata yang mengingatkan kita pada kisah penciptaan: \u201cAllah melihat bahwa semuanya itu baik.\u201d Markus memperkenalkan kepada kita manusia baru &#8211; ciptaan baru Allah &#8211; yang mendengarkan suara Allah dan memberitakan Injil kepada dunia.<\/p>\n<p>Apa saja kebisingan dan ideologi yang menghalangi kita untuk mendengarkan suara Allah saat ini? Apa yang menghalangiku mendengarkan sesama?<\/p>\n<p>Tuhan, bukalah telingaku untuk sungguh-sungguh mendengarkan Engkau dan bukalah mulutku untuk memuji dan memuliakan Dikau. Bukalah hatiku agar mampu berbelas-kasih seperti Engkau.<\/p>\n<p>Selamat hari Minggu. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"iJqUMrQ7gS\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/ciptaan-baru\/\">CIPTAAN BARU<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;CIPTAAN BARU&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/ciptaan-baru\/embed\/#?secret=I9Mw6Inoca#?secret=iJqUMrQ7gS\" data-secret=\"iJqUMrQ7gS\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu, 08 September 2024 Hari Minggu Biasa XXIII Pesta Kelahiran St Maria Markus 7:37 (Mrk 7:31-37) Mereka takjub dan tercengang dan berkata: &#8220;Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-59288","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59288","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=59288"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59288\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59289,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59288\/revisions\/59289"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=59288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=59288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=59288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}