{"id":59159,"date":"2024-09-07T08:35:27","date_gmt":"2024-09-07T01:35:27","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59159"},"modified":"2024-09-07T08:35:27","modified_gmt":"2024-09-07T01:35:27","slug":"sabtu-07-september-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59159","title":{"rendered":"Sabtu, 07 September 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 07 September 2024<br \/>\nLukas 6:5 (Luk 6:1-5)<br \/>\nTetapi beberapa orang Farisi berkata: &#8220;Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?&#8221;<\/p>\n<p>Cinta Menjiwai Aturan Dan Hukum<\/p>\n<p>Dalam kunjungannya ke Tanah Air kita, Paus Fransiskus beberapa kali \u2018melanggar\u2019 protokol pengawalan seorang kepala negara. Misalnya protokol standar kendaraan yang dipakai. Tidak bisa sembarang membuka kaca mobil, apalagi meminta menghentikan kendaraan untuk menyalami orang-orang di pinggir jalan. Presiden Jokowi bisa melakukannya di Indonesia, tapi tidak di luar negeri.<br \/>\nPaus Fransiskus berkali-kali meminta sopir menghentikan kendaraan, bahkan sebelum lanjut ke Papua Nugini, ia menyalami semua petugas darat di landasan. Mereka itu adalah orang-orang yang sangat menentukan keselamatan penerbangan tapi berada di belakang layar.<br \/>\nDemi cintaNya kepada murid-muridNya dan orang-orang yang menyertaiNya, Yesus membiarkan mereka memetik gandum pada hari Sabat, menggisarnya dengan tangan dan memakannya. Satu hal yang dilarang dalam aturan Sabat Israel.<br \/>\nYesus datang bukan untuk mengubah apalagi melanggar hukum Taurat, tapi supaya hukum cinta kasih yang telah ditetapkan dalam kitab Ulangan 6:5, \u201cKasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu,\u201d disempurnakan dengan hukum cintakasih kepada sesama. Kata Yesus, \u201cDan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.\u201d (Mat 22:39).<br \/>\nCinta kita kepada sesama dan kasih peraaudaraan, peduli dan berusaha memahami kebutuhan orang lain itulah wujud cinta kita kepada Tuhan. Itulah pelaksanaan hukum Tuhan dan jiwa semua hukum.<br \/>\nOrang bisa saja setia ke gereja tapi bila ia hanya memikirkan diri sendiri, keluarganya sendiri, kepentingannya sendiri dan tidak peduli dengan orang lain di sekitarnya, yang se paroki, yang se lingkungan, se wilayah, se kolom, ia bukanlah warga gereja yang sesungguhnya. Ia bagaikan tangan yang tidak peduli dengan organ tubuh lain yang membutuhkannya. Ia bertumbuh dengan suburnya tapi tidak berbuah.<br \/>\nBuah dari relasi kita yang intim dengan Tuhan adalah kita menjadi seperti Yesus yang penuh cinta dan memberi diri bahkan nyawaNya untuk keselamatan semua orang.<\/p>\n<p>Selamat hari Sabat. Biarlah Allah dimuliakan oleh sembah bakti dan pelayanan kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 07 Sep 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XXII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 14:6<br \/>\nBacaan Injil: Luk 6:1-5<br \/>\n**********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 14:6<br \/>\nAkulah jalan, kebenaran dan sumber kehidupan, sabda Tuhan;<br \/>\nhanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 6:1-5<br \/>\nMengapa kalian melakukan sesuatu<br \/>\nyang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Sabat,<br \/>\nYesus dan murid-murid-Nya berjalan di ladang gandum.<br \/>\nPara murid memetik bulir-bulir gandum,<br \/>\nmenggisarnya dengan tangan, lalu memakannya.<br \/>\nTetapi beberapa orang Farisi berkata,<br \/>\n&#8220;Mengapa kalian melakukan sesuatu<br \/>\nyang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?&#8221;<\/p>\n<p>Maka Yesus menjawab, &#8220;Tidakkah kalian baca<br \/>\napa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar?<br \/>\nIa masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian.<br \/>\nRoti itu dimakannya dan diberikannya kepada para pengikutnya.<br \/>\nPadahal roti itu tidak boleh dimakan, kecuali oleh para imam.&#8221;<\/p>\n<p>Dan Yesus berkata lagi,<br \/>\n&#8220;Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>JANGAN BERHENTI BERBUAT BAIK DAN BENAR DAN MENYELAMATKAN APAPUN KEADAAN<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Yesus sebagai Anak Allah adalah Tuhan atas hari Sabat. Dalam dan untuk Tuhan tidak ada waktu yg terbagi2, hanya ada kekekalan. Karya agung Tuhan pun TIDAK DIBATASI WAKTU (tempat dan aturan).<br \/>\nKetika orang Farisi dan para ahli Taurat melihat Yesus menyembuhkan org sakit pd hari Sabat atau melihat murid Yesus &#8220;berbuat sesuatu&#8221; (yg baik dan menyelamatkan nyawa) pada hari Sabat, Yesus menantang mereka dg berkata:&#8221;Manakah yg diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?&#8221; (Luk. 6:9). Atau dlm Injil hari ini Yesus berkata kp mereka:&#8221;Anak manusia adalah Tuhan atas hari Sabat&#8221; (Luk. 6:5).<\/p>\n<p>Yesus ingin menggugat pengertian mereka tentang Sabat dan aturannya. Di sini Yesus mengedepankan &#8220;sikap, kebijaksanaan, semangat, tindakan pastoral&#8221; Nya, yang hanya ada dalam HATINYA (kalau mau protes, tanyakan kepada HATINYA), hehehe. Hari Sabat merupakan hari beristirahat. Tetapi tidak berarti beristirahat berbuat baik dan benar dan menyelamatkan. Beristirahat berbuat baik, bagi Yesus adalah salah. Saya, anda justru &#8220;berbuat jahat&#8221; bila saya\/anda melewatkan kesempatan yg seharusnya berbuat baik dan menyelamatkan orang lain.<\/p>\n<p>Dalam ketegangan itu, Yesus mengajarkan saya, anda bahwa TIADA WAKTU DAN TEMPAT YG BISA MEMBATASI saya, anda UTK BERBUAT BAIK dan BENAR, utk melakukan perbuatan baik dan benar dan menyelamatkan. Sebagmana Allah yang adalah Tuhan dari waktu ke waktu dan dari tempat yang satu ke tempat yang lain melakukan karya agungNya melampaui batas waktu yang ditentukan manusia, demikianlah saya, anda anak2Nya: Jangan berhenti melakukan kebaikan dan kebenaran dalam segala waktu dan tempat. Jangan pensiun berbuat baik dan benar dan menyelamatkan! Jangan berhenti atau beristirahat berbuat baik dan benar di sini &#8211; saat ini!<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda yang selalu rajin berbuat baik dan benar dan menyelamatkan &#8220;di sini &#8211; saat ini&#8221; apapun\u00a0keadaan.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 07 September 2024 Lukas 6:5 (Luk 6:1-5) Tetapi beberapa orang Farisi berkata: &#8220;Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?&#8221; Cinta Menjiwai Aturan Dan Hukum Dalam kunjungannya ke Tanah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-59159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=59159"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59160,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59159\/revisions\/59160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=59159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=59159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=59159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}