{"id":59063,"date":"2024-09-06T08:54:13","date_gmt":"2024-09-06T01:54:13","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59063"},"modified":"2024-09-06T08:54:13","modified_gmt":"2024-09-06T01:54:13","slug":"jumat-06-september-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=59063","title":{"rendered":"Jumat, 06 September 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 06 September 2024<br \/>\nLukas 5:37-38 (Luk 5:33-39)<br \/>\n\u201dTidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.\u201d<\/p>\n<p>Selalu Membaharui Diri<\/p>\n<p>Dengan begitu indah dan sederhana, Yesus menggunakan contoh dari keseharian umat Israel, mengenai pentingnya kita selalu membaharui diri.<br \/>\nKain yang baru tidak dapat ditambalkan pada kain yang tua. Serat kain yang baru masih kuat sementara serat kain yang tua sudah rapuh dan mudah sobek.<br \/>\nDemikian juga anggur yang baru tidak bisa dimasukkan dalam kantong kulit yang tua, karena proses fermentasi anggur yang baru menghasilkan gas dengan tekanan tinggi, dan akan merobek kantong kulit yang tua, dan anggur di dalamnya akan terbuang percuma. Kantongnya juga rusak.<br \/>\nYesus mengaitkan perumpamaan ini dengan semangat pembaharuan diri kita dan betapa pentingnya menyesuaikan diri dengan berbagai pembaharuan dalam kehidupan. Cara lama tidak sesuai untuk dipakai menyelesaikan persoalan baru. Mindset, cara pikir, paradigma yang lama mesti dibaharui.<br \/>\nAlbert Einstein berkata, \u201cAdalah mimpi mengharapkan hasil yang berbeda dengan menggunakan pendekatan yang sama dengan yang dipakai dulu.\u201d<br \/>\nDalam kunjungan Paus Fransiskus ke tanah air kita, ditemukanlah solusi yang baru sesuai temuan jaman ini, bagaimana agar sebanyak mungkin umat dapat mengikuti misa syukur bersama Sri Paus, tanpa perlu pergi ke gedung Gelora Bung Karno di Jakarta. Maka pengalaman di waktu Covid 19 menjadi jawaban untuk umat mengikuti misa melalui live streaming di masing-masing gereja. Lihatlah, jutaan umat bisa ikut misa dan komuni dari tempatnya masing-masing.<br \/>\nYesus Tuhan kita selalu baru. Ia ada di segala zaman, dan membaharui segala masa dengan ciptaan baru. Pembaharuan adalah kata lain dari pertobatan. Kita mesti meninggalkan manusia lama dan merangkul manusia baru. Mengganti cara lama dengan cara baru, agar kita tetap dekat dengan Tuhan, dalam segala situasi kehidupan kita. Kata Paulus, \u201cBerubahlah oleh pembaharuan budimu.\u201d (Rom 12:2).<br \/>\n\u201dUtuslah RohMu ya Tuhan, dan jadi baru seluruh muka bumi.\u201d<\/p>\n<p>Selamat merayakan hari Jumat pertama di bulan September. Tuhan Yesus memberkati\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 06 Sep 2024<br \/>\nJumat Pekan Biasa XXII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 8:12<br \/>\nBacaan Injil: Luk 5:33-39<br \/>\n*********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 8:12<br \/>\nAku ini cahaya dunia, sabda Tuhan.<br \/>\nYang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 5:33-39<br \/>\nApabila mempelai diambil,<br \/>\nbarulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\norang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang.<br \/>\nDemikian pula murid-murid orang Farisi.<br \/>\nTetapi murid-murid-Mu makan dan minum.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus menjawab, &#8220;Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa,<br \/>\nselagi mempelai itu bersama mereka?<br \/>\nTetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka;<br \/>\npada waktu itulah mereka akan berpuasa.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru<br \/>\nuntuk menambalkannya pada baju yang tua.<br \/>\nSebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak.<br \/>\nApalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru<br \/>\ntidak akan cocok pada baju yang tua.<\/p>\n<p>Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru<br \/>\nke dalam kantong kulit yang tua.<br \/>\nSebab jika demikian,<br \/>\nanggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu,<br \/>\nlalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur.<br \/>\nTetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.<br \/>\nDan tiada seorang pun<br \/>\nyang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru,<br \/>\nsebab ia akan berkata, &#8216;Anggur yang tua itu baik&#8217;.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>MAKNA PUASA\/BERPUASA UNTUK SAYA, ANDA &#8230;. .<br \/>\n(RD John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<br \/>\nLuk. 5: 33-39 : Hal berpuasa<\/p>\n<p>Jumat Pertama bulan September 2024<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, orang2 Farisi dan ahli2 Taurat mengeritik para murid Yesus yang tidak berpuasa. Terhadap kritikan itu, Yesus menjawab bahwa puasa itu dilakukan ketika &#8220;mempelai laki-laki&#8221; itu (Yesus sendiri) tidak ada bersama mereka. Jawaban Yesus ini mengajar saya, anda tentang makna puasa\/berpuasa yakni salah satu cara\/upaya agar saya, anda bisa bertemu, akrab, dekat dan bersatu LAGI dengan Dia (yang &#8220;hilang, menghilang, jauh dari saya, anda karena ulah\/perbuatan saya, anda karena DOSA saya, anda). &#8220;Orang2 Farisi dan ahli2 Taurat berkata kepada Yesus: Murid2 Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid2 orang Farisi, tetapi murid2Mu makan dan minum. Jawab Yesus kepada mereka: Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa&#8221; (Luk.5:33-35).<\/p>\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, puasa dimaknai sebagai UPAYA menahan dan mengurangi makan dan minum. Namun ada MAKNA yang lebih mendalam daripada itu yaitu saya, anda menahan dan mengurangi HAL2 YANG KURANG BAIK\/NEGATIP dalam diri saya, anda seperti dendam, iri hati, benci, sombong, dan lain2 keinginan tidak teratur (dosa dan kesalahan: dengan pikiran, perkataan, perbuatan dan kelalaian). Ketika hal2 buruk\/negatif ini ada dalam diri saya, anda maka Tuhan pasti &#8220;jauh&#8221; dari hidup saya, anda. Dengan puasa\/berpuasa saya, anda kembali dekat, akrab dan bersatu dengan Tuhan.<br \/>\nSaya, anda bisa puasa setiap hari, tanpa harus tunggu masa Prapaskah. Artinya setiap hari saya, anda BERUPAYA untuk MENAHAN DAN MENGURANGI hal2 buruk\/negatif dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan saya, anda sehingga hidup saya, anda selalu bersih dan selalu bersama, akrab, dan bersatu dengan Tuhan. Kebersamaan dan kebersatuan dengan Tuhan akan membuat saya, anda selalu RINDU untuk hidup dalam kebenaran dan kebaikan. Hal ini pula yang membuat saya, anda merasa nyaman dan aman.<\/p>\n<p>Selamat merayakan Misa\/Adorasi Jumat pertama bulan September 2024. Selamat menjalankan puasa. Selamat berpuasa. Selamat mengurangi hal2 buruk\/negatip dalam hidup ini.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda yang selalu berpuasa setiap\u00a0hari.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 06 September 2024 Lukas 5:37-38 (Luk 5:33-39) \u201dTidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-59063","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59063","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=59063"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59063\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59064,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/59063\/revisions\/59064"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=59063"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=59063"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=59063"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}