{"id":58989,"date":"2024-09-05T16:02:35","date_gmt":"2024-09-05T09:02:35","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=58989"},"modified":"2024-09-05T16:02:35","modified_gmt":"2024-09-05T09:02:35","slug":"kamis-05-september-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=58989","title":{"rendered":"Kamis, 05 September 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 05 September 2024<br \/>\nPeringatan Mother Teresa dari Calcutta<br \/>\nLukas 5:4-5 (Luk 5:1-11)<br \/>\nYesus berkata kepada Simon: &#8220;Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.&#8221; Simon menjawab: &#8220;Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.&#8221;<\/p>\n<p>Masuklah Lebih Dalam<\/p>\n<p>Pada suatu hari di sebuah gerbong kereta api di New York, para penumpang merasa sangat terganggu oleh dua anak kecil yang sedang bermain dan berkejaran ke sana ke mari begitu ribut. Lebih menjengkelkan lagi karena ayahnya hanya duduk diam dan membiarkan anak-anak itu bermain. Ia seakan tak peduli bila mereka telah mengganggu ketenangan orang lain.<br \/>\nSeorang ibu akhirnya memberanikan diri menegur si bapak, \u201cMengapa kamu membiarkan anak-anakmu seperti itu. Mereka telah mengganggu orang-orang lain di sini.\u201d Si bapak yang kelihatan kelelahan dan murung menjawab, \u201cMohon maaf atas kelakuan anak-anak saya. Dua hari lalu mereka baru saja kehilangan ibunya.\u201d Semua yang di kereta itu terdiam dan dengan penuh kasih memandang dua anak itu dan membiarkan mereka bermain. Kali ini tanpa merasa terganggu.<br \/>\nDalam Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk \u201cbertolaklah ke tempat yang dalam.\u201d Suatu ajakan iman yang penuh makna untuk selalu masuk ke kedalaman hati. Baik ke kedalaman hati sendiri untuk berefleksi dan menguji batin, maupun ke kedalaman hati orang lain untuk lebih memahami mereka.<br \/>\nTidak jarang kita terlalu cepat menghakimi, mengambil kesimpulan sendiri tanpa memahami pergumulan hati dan persoalan serta beban hidup orang lain. Kita menaruh pikiran kita sendiri pada orang lain tanpa mendengarkan ungkapan hati mereka.<br \/>\n\u201dYa Yesus bantulah kami untuk dapat masuk ke dalam hati untuk memeriksa batin kami agar tak mudah curiga atau berprasangka. Terlebih lagi agar suara hati kami menjadi semakin jernih. Biarlah pikiranMu menjadi pikiranku, suara hatiMu menjadi suara hatiku juga. Semoga aku semakin dalam mengenal dan semakin tulus mencintai.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Bertolaklah ke kedalaman hati bersama Yesus\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 05 Sep 2024<br \/>\nKamis Pekan Biasa XXII<br \/>\nPF S. Teresa dari Kalkuta, Biarawati<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 4:19<br \/>\nBacaan Injil: Luk 5:1-11<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 4:19<br \/>\nMari, ikutilah Aku, sabda Tuhan,<br \/>\ndan kalian akan Kujadikan penjala manusia.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 5:1-11<br \/>\nMereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika Yesus berdiri di pantai danau Genesaret.<br \/>\nOrang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah.<br \/>\nYesus melihat dua perahu di tepi pantai.<br \/>\nNelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.<br \/>\nIa naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon,<br \/>\ndan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai.<br \/>\nLalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.<\/p>\n<p>Setelah berbicara, Ia berkata kepada Simon,<br \/>\n&#8220;Bertolaklah ke tempat yang dalam<br \/>\ndan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.&#8221;<br \/>\nSimon menjawab,<br \/>\n&#8220;Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras<br \/>\ndan kami tidak menangkap apa-apa.<br \/>\nTetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga.&#8221;<\/p>\n<p>Dan setelah mereka melakukannya,<br \/>\nmereka menangkap ikan dalam jumlah besar,<br \/>\nsehingga jala mereka mulai koyak.<br \/>\nLalu mereka memberi isyarat<br \/>\nkepada teman-temannya di perahu yang lain,<br \/>\nsupaya mereka datang membantu.<br \/>\nMaka mereka itu datang,<br \/>\nlalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.<\/p>\n<p>Melihat hal itu Simon tersungkur di depan Yesus dan berkata,<br \/>\n&#8220;Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa.&#8221;<br \/>\nSebab Simon dan teman-temannya takjub<br \/>\nkarena banyaknya ikan yang mereka tangkap.<br \/>\nDemikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus,<br \/>\nyang menjadi teman Simon.<br \/>\nYesus lalu berkata kepada Simon,<br \/>\n&#8220;Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.&#8221;<\/p>\n<p>Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat,<br \/>\nmereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikuti Yesus.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>TUHAN MEMBERIKAN ANUGERAH DAN BERKAT (MUKJIZATNYA) SEJALAN\/SETIMPAL JUGA DENGAN USAHA\/KERJA KERAS DAN PERJUANGAN SAYA\/ANDA<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Tuhan Yesus mengajak para muridNya utk terus menerus berjuang, bekerja, berusaha bahkan lebih LEBIH KERAS lagi, meskipun kelihatannya &#8220;sukses\/hasil&#8221; yg diperjuangkan\/diharapkan itu hampir sirna atau bahkan tidak dicapai. Kalau orang MAU TERUS BERJUANG&#8230;, BERJUANG TERUS&#8230;, TIDAK HENTI HENTI BERJUANG maka orang akan mendapatkan &#8220;sesuatu&#8221; yg diharapkan, bahkan SESUATU YANG TIDAK DISANGKA2KAN atau diharapkannya (mendapatkan &#8220;mukjizat&#8221;).<\/p>\n<p>Hal itulah yg dialami Simon Petrus dkk dalam Injil hari ini. Yesus berkata kp Simon:&#8221;Bertolaklah ke tempat yg dalam dan tebarkanlah jalamu utk menangkap ikan. Kata Simon: Guru, telah sepanjang malam kami BEKERJA KERAS dan kami TIDAK MENANGKAP APA2, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan&#8230; &#8220;(Luk. 5:4-6).<br \/>\nSimon Petrus sepertinya meragukan perintah itu. Alasan rationalnya: Yesus anak tukang kayu, bukan nelayan, dan harus menuruti perintahNya dalam hal menangkap ikan. Sepanjang malam tdk menangkap ikan apa2, padahal malam adalah waktu yg terbaik utk tangkap ikan, bukan pagi hari atau siang hari. Tempat yg dalam, juga bukan tempat yg baik utk tangkap ikan, kecuali kalau punya jala yang besar, panjang, dan lebar sekali. Tetapi satu hal yg luar biasa, sekalipun ia mempunyai alasan2 rational itu, ia tetap MENAATI DAN MELAKUKAN PERINTAH ITU. Dan Simon Petrus mendapatkan banyak ikan.<\/p>\n<p>Simon Petrus berani dan mau berjuang\/bekerja\/berusaha sekuat tenaga utk MENEBARKAN LAGI jalanya ke tempat yg LEBIH JAUH DAN LEBIH DALAM LAGI, ia mendapatkan banyak ikan, hasil, sukses. Saya\/anda harus berani dan mau BERJUANG\/BEKERJA\/BERUSAHA KERAS! Berani MENGAMBIL RISIKO. Jangan berjuang hanya dg mengandalkan kekuatan sendiri. Simon Petrus gagal tangkap ikan, krn berjuang sendiri.<\/p>\n<p>Libatkan Tuhan!! JANGAN JUGA HANYA MENGANDALKAN TUHAN TANPA SEDIKITPUN BERJUANG ATAU BERUSAHA ATAU BERKERINGAT. Tetap dibutuhkan usaha\/perjuangan\/&#8221;keringat&#8221; manusiawi saya\/anda! Bersama Tuhan:Berjuanglah terus!! Teruslah bekerja keras bersama Tuhan!! Bukankah Tuhan selalu memberikan anugerah, rahmat, kekuatan, berkat, mukjizatNya sesuai atau SETIMPAL JUGA dg tingkat usaha, perjuangan, jerih payah, &#8216;keringat&#8221; saya\/anda juga?<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya\/anda sekalian yang telah berjuang dan bekerja keras bersama dengan Tuhan dalam menjalankan hidup\u00a0ini.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 05 September 2024 Peringatan Mother Teresa dari Calcutta Lukas 5:4-5 (Luk 5:1-11) Yesus berkata kepada Simon: &#8220;Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.&#8221; Simon menjawab: &#8220;Guru, telah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-58989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=58989"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58989\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58990,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58989\/revisions\/58990"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=58989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=58989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=58989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}