{"id":58766,"date":"2024-09-03T06:40:55","date_gmt":"2024-09-02T23:40:55","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=58766"},"modified":"2024-09-03T06:40:55","modified_gmt":"2024-09-02T23:40:55","slug":"selasa-03-september-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=58766","title":{"rendered":"Selasa, 03 September 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 03 September 2024<br \/>\nPeringatan St Gregorius Agung<br \/>\nLukas 4:32 (Luk 4:31-37)<br \/>\n\u201dHai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Tahu Namun Tidak Percaya<\/p>\n<p>Bila kita ikut tour atau ziarah ke Israel, di sana banyak guide atau pemandu yang menjelaskan dengan bagitu detail, rinci dan sangat mendalam, pakai bahasa Indonesia, siapakah Yesus itu. Mereka tahu Dia berasal dari mana, orangtuaNya, apa hubunganNya dengan raja Daud, semua mujizat yang dibuatNya, tempat-tempat yang dikunjungiNya, apa yang terjadi denganNya, khususnya derita dan salibNya di Yerusalem bahkan kebangkitan Yesus. Semua mereka tahu. Tapi ketika ditanya apakah mereka pengikut Yesus, ternyata bukan. Mereka hafal semua temtang Yesus, tahu segalanya tentang Yesus, tapi tidak mengimani Dia.<br \/>\nLukas mengutip dengan jelas, bagaimana Setan sangat mengenal siapakah Yesus itu sesungguhnya. Tapi apakah Ia mengimani Yesus, tentu tidak. Tahu belum tentu percaya.<br \/>\nPelajaran di sekolah, informasi dari internet, semua pengajaran dan kotbah, membuat orang tahu siapakah Yesus, namun bila ada kesulitan dan masalah orang mencari jawaban pada \u2018orang pandai\u2019, dukun, atau berhenti pada ilmu pengetahuan dan teknologi.<br \/>\nOrang tidak lagi mengalami kekaguman iman, rasa takjub dan heran akan kuasa Yesus yang dahsyat dan luar biasa, karena itu tidak datang pada Yesus dan berserah sepenuhnya padaNya.<br \/>\nMemang bila rasa takjub dan heran, kagum dan bangga akan Tuhan lenyap, orang tidak lagi mengalami bahagia dan sukacita oleh imannya. Ia merasa semua berjalan biasa saja, alami, wajar dan tak ada campur tangan Tuhan.<br \/>\nSemoga kita mengenal Yesus bukan hanya bagian dari pengetahuan kita dari informasi dan pelajaran agama, tapi sungguh mengalami kasih karuniaNya, kagum oleh kasih setiaNya. Kita berjumpa dengan Yesus melalui pembicaraan pribadi dalam doa, dalam persekutuan umat. Mengalami sapaan Yesus yang menyentuh hati, bimbingan dan dorongan Sahabat sejati yang peduli dan setia menemani, Tuhan yang penuh kuasa mengatasi segala perkara hidup kita.<br \/>\nDengan penuh iman kita berserah padaNya, tinggal bersamaNya, bersatu hati dengan saudara-saudaraNya, ikut berpikir, merasa, dan bertindak seperti Yesus.<br \/>\nYesus hidup di dalamku dan aku di dalam Dia.<\/p>\n<p>Selamat hari baru, hari yang diciptakan Tuhan bagi kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 03 Sep 2024<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XXII<br \/>\nPW S. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 7:16<br \/>\nBacaan Injil: Luk 4:31-37<br \/>\n**********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 7:16<br \/>\nSeorang nabi besar telah muncul di tengah kita,<br \/>\ndan Allah mengunjungi umat-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 4:31-37<br \/>\nAku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea.<br \/>\nDi situ Ia mengajar pada hari-hari Sabat.<br \/>\nOrang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya,<br \/>\nsebab perkataan-Nya penuh kuasa.<br \/>\nDi rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan.<br \/>\nIa berteriak dengan suara keras,<br \/>\n&#8220;Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami?<br \/>\nEngkau datang hendak membinasakan kami?<br \/>\nAku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya,<br \/>\n&#8220;Diam, keluarlah dari padanya!&#8221;<br \/>\nMaka setan menghempaskan orang itu<br \/>\nke tengah-tengah orang banyak,<br \/>\nlalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya.<\/p>\n<p>Semua orang takjub, lalu berkata satu sama lain,<br \/>\n&#8220;Alangkah hebatnya perkataan ini!<br \/>\nDengan penuh wibawa dan kuasa<br \/>\nIa memberi perintah kepada roh-roh jahat,<br \/>\ndan mereka pun keluar.&#8221;<\/p>\n<p>Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dKemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat\u2026 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: &#8220;Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.\u201d [Luk 4: 31. 33 \u2013 34]<\/p>\n<p>Sinagoga adalah tempat ibadah yang sangat penting bagi umat Yahudi. Ini adalah tempat di mana komunitas berkumpul untuk mendengarkan Firman yang diberitakan dan diuraikan oleh para rabi. Ini adalah simbol dari sebuah komunitas yang menyembah satu-satunya Tuhan. Namun ternyata di tempat ini, iblis menunjukkan perwujudannya seperti dikatakan Injil hari ini. Yesus menghardik iblis dengan Sabda-Nya yang penuh kuasa.<\/p>\n<p>Injil memberi tahu kita bahwa di dunia dan kehidupan ini, ada realitas peperangan rohani di mana-mana, bahkan juga di tempat kudus. Rasul Paulus menulis: \u201cKarena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat,\u201d (Ef 6:12). Perpecahan dunia ini adalah pintu gerbang bagi iblis untuk masuk ke dalam setiap urusan duniawi. Bahkan Gereja, yang merupakan adonan dari dosa dan kasih karunia, tidak terkecuali dari hal ini. Faktanya, iblis senang mengganggu Gereja, karena setiap terobosan dalam Gereja dianggap sebagai serangan baginya.<\/p>\n<p>Doa dan lebih banyak doa yang kita butuhkan. Tidak ada solusi ajaib, seperti mantra atau rumusan tertentu, untuk melindungi kita. Yesus menunjukkan bahwa kekuatan harus datang dari dalam diri kita, yaitu kekuatan yang berasal dari relasi yang erat dengan Tuhan. Kita memohon kepada Allah untuk memenuhi kita dengan kasih karunia dan berkat, agar tak ada ruang untuk godaan dan rayuan si jahat. Sekali lagi mari kita kembali kepada kesaksian Santo Paulus: \u201cAkhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan dan di dalam kekuatan-Nya yang besar\u201d (Efesus 6:10).<\/p>\n<p>Apa pengalaman pribadi yang pernah Anda alami dalam peperangan rohani melawan si jahat? Bagaimana Anda berdoa setiap hari untuk perlindungan Allah?<\/p>\n<p>Bapa, jangan masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Lawan si jahat! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"BXPw65ZqU2\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/iblis-di-tempat-kudus\/\">IBLIS DI TEMPAT KUDUS<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;IBLIS DI TEMPAT KUDUS&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/iblis-di-tempat-kudus\/embed\/#?secret=D785pfuU7N#?secret=BXPw65ZqU2\" data-secret=\"BXPw65ZqU2\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 03 September 2024 Peringatan St Gregorius Agung Lukas 4:32 (Luk 4:31-37) \u201dHai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-58766","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58766","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=58766"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58766\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58767,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58766\/revisions\/58767"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=58766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=58766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=58766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}