{"id":58486,"date":"2024-08-31T08:21:47","date_gmt":"2024-08-31T01:21:47","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=58486"},"modified":"2024-08-31T08:21:47","modified_gmt":"2024-08-31T01:21:47","slug":"sabtu-31-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=58486","title":{"rendered":"Sabtu, 31 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 31 Agustus 2024<br \/>\nMatius 25:14-15 (Mat 25:14-30)<br \/>\n\u201dHal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat\u2026\u201d<\/p>\n<p>Melimpahnya Anugerah Tuhan<\/p>\n<p>Karena Yesus menyebut angka 5, 2 dan 1, orang berpikir bahwa jumlah itu sedikit. Apalagi bila hanya dapat 1. Padahal 1 talenta itu sama dengan 6000 dinar. Bila 1 dinar itu adalah upah kerja sehari, berarti 6000 dinar itu adalah upah untuk 6000 hari atau 16 tahun bekerja.<br \/>\nNah kalau 1 dinar sama dengan upah sehari Rp 200.000, berarti dia dapat Rp 1.2 M sebagai modal usaha. Bagaimana mungkin oleh si penerima 1 talenta dianggap sedikit?<br \/>\nBegitulah jadinya bila orang membandingkan apa yang diterimanya dengan yang diterima orang lain. Mengapa yang lain dapat 2 dan 5 sedangkan saya hanya 1?<br \/>\nSesungguhnya talenta dan anugerah yang Tuhan berikan pada kita sangatlah melimpah. Bila kita bersyukur maka berkat-berkat Tuhan akan berlipat ganda. Itulah yang terjadi dengan mujizat perbanyakan roti dan ikan.<br \/>\nPerumpamaan Yesus tentang talenta dalam Injil hari ini kiranya menjadi pengingat bagi kita betapa Tuhan telah memberi kita hidup yang melimpah dengan pelbagai talenta. Ingatlah bahwa Yesus telah menjadi miskin supaya kita menjadi kaya karena Ia telah memberikan segalanya, seluruh diriNya bagi kita. Fokuslah pada kekayaan rahmat yang Tuhan beri dan yang kita miliki. Mari mengembangkan semua talenta yang Tuhan beri untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita. Hidup yang berkelimpahan akan mendorong kita untuk berbagi dan memuliakan Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan dengan bahagia karena bersyukur atas semua berkat Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 31 Agt 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XXI<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 13:34<br \/>\nBacaan Injil: Mat 25:14-30<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 13:34<br \/>\nPerintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan;<br \/>\nyaitu supaya kalian saling menaruh cinta kasih,<br \/>\nsebagaimana Aku telah menaruh cinta kasih kepadamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 25:14-30<br \/>\nKarena engkau setia memikul tanggung-jawab dalam perkara kecil,<br \/>\nmasuklah ke dalam kebahagiaan tuanmu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\nYesus mengemukakan perumpamaan berikut<br \/>\nkepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Hal Kerajaan Surga itu<br \/>\nseperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri,<br \/>\nyang memanggil hamba-hambanya<br \/>\ndan mempercayakan hartanya kepada mereka.<\/p>\n<p>Yang seorang diberikannya lima talenta,<br \/>\nyang seorang lagi dua, dan yang seorang lain lagi satu,<br \/>\nmasing-masing menurut kesanggupannya,<br \/>\nlalu ia berangkat.<\/p>\n<p>Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu.<br \/>\nIa menjalankan uang itu dan memperoleh laba lima talenta.<br \/>\nHamba yang menerima dua talenta pun berbuat demikian,<br \/>\ndan mendapat laba dua talenta.<br \/>\nTetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi<br \/>\ndan menggali lubang di tanah,<br \/>\nlalu menyembunyikan uang tuannya.<\/p>\n<p>Lama kemudian pulanglah tuan hamba-hamba itu,<br \/>\nlalu mengadakan perhitungan dengan mereka.<br \/>\nHamba yang menerima lima talenta datang<br \/>\ndan membawa laba lima talenta.<br \/>\nIa berkata, &#8216;Tuan, lima talenta Tuan percayakan kepadaku.<br \/>\nLihat, aku telah beroleh laba lima talenta.&#8217;<br \/>\nMaka kata tuannya kepadanya,<br \/>\n&#8216;Baik sekali perbuatanmu itu, hamba yang baik dan setia;<br \/>\nengkau telah setia dalam perkara kecil!<br \/>\nAku akan memberikan kepadamu<br \/>\ntanggung jawab dalam perkara yang besar.<br \/>\nMasuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.<\/p>\n<p>Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta, katanya,<br \/>\n&#8216;Tuan, dua talenta Tuan percayakan kepadaku.<br \/>\nLihat, aku telah mendapat laba dua talenta.&#8217;<br \/>\nMaka kata tuan itu kepadanya,<br \/>\n&#8216;Baik sekali perbuatanmu hamba yang baik dan setia!<br \/>\nKarena engkau telah setia<br \/>\nmemikul tanggung jawab dalam perkara kecil,<br \/>\nmaka aku akan memberikan kepadamu<br \/>\ntanggung jawab dalam perkara yang besar.<br \/>\nMasuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.<\/p>\n<p>Kini datang juga hamba yang menerima satu talenta dan berkata,<br \/>\n&#8216;Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah manusia kejam,<br \/>\nyang menuai di tempat Tuan tidak menabur,<br \/>\ndan memungut di tempat Tuan tidak menanam.<br \/>\nKarena itu aku takut<br \/>\ndan pergi menyembunyikan talenta Tuan di dalam tanah.<br \/>\nIni, terimalah milik Tuan!&#8217;<\/p>\n<p>Maka tuannya menjawab,<br \/>\n&#8216;Hai engkau, hamba yang jahat dan malas!<br \/>\nEngkau tahu bahwa aku menuai di tempat aku tidak menabur,<br \/>\ndan memungut di tempat aku tidak menanam.<br \/>\nSeharusnya<br \/>\nuangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang,<br \/>\nsupaya sekembaliku aku menerima uang itu serta dengan bunganya.<br \/>\nSebab itu ambillah talenta itu dari padanya,<br \/>\ndan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.<br \/>\nKarena setiap orang yang mempunyai,<br \/>\nakan diberi sampai ia berkelimpahan,<br \/>\ntetapi siapa yang tidak punya,<br \/>\napa pun yang ada padanya akan diambil.<br \/>\nDan buanglah hamba yang tidak berguna itu<br \/>\nke dalam kegelapan yang paling gelap.<br \/>\nDi sanalah akan ada ratap dan kertak gigi&#8217;.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cKerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka\u2026 masing-masing menurut kesanggupannya.\u201d [Mat 25: 14. 15b].<\/p>\n<p>Allah mempercayakan talenta yang berbeda-beda kepada kita masing-masing: \u201cmasing-masing menurut kesanggupannya\u201d (Mat. 25:15). Nilai dari satu talenta sangat besar, setara dengan pendapatan yang dapat menopang hidup seseorang seumur hidupnya. Awal hidup kita tidak didasarkan pada usaha kita sendiri, tetapi pada kasih karunia Allah, yang menganugerahkan talenta yang unik kepada kita masing-masing. Kehidupan, hal-hal positif yang kita miliki, dan keindahan abadi yang ditanamkan dalam diri kita oleh gambar Allah&#8230; Semua talenta ini adalah jumlah yang sangat besar yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita, cukup untuk seumur hidup kita.<\/p>\n<p>Sayangnya, sering kali lebih mudah bagi kita untuk berfokus pada apa yang kurang dari diri kita dan mengungkapkan ketidakpuasan dengan situasi kita saat ini. Kita begitu terobsesi dengan kalimat, \u201cSeandainya&#8230;\u201d Seandainya saya diberi kemampuan itu, seandainya saya memiliki pekerjaan itu, seandainya saya memiliki rumah itu atau seandainya saya tidak memiliki masalah ini atau itu. Sikap ini menghalangi kemampuan untuk menghargai hal-hal positif pada diri kita.<\/p>\n<p>Yesus memuji hamba-hamba-Nya yang bersedia mengambil risiko, dengan menyebut mereka sebagai \u201cbaik dan setia\u201d (ayat 21, 23). Jika kebaikan tidak dimanfaatkan, maka kebaikan itu akan hilang, sama seperti hamba ketiga yang mengubur talentanya. Setia kepada Tuhan berarti menyerahkan kendali atas hidup kita dan membiarkan rencana-rencana kita \u201cterganggu\u201d oleh kewajiban kita untuk melayani.<\/p>\n<p>Hamba yang ketiga mengatakan bahwa \u201cia takut\u201d. Ketakutan adalah permainan iblis, yang menunjukkan kurangnya iman dan kepercayaan kita kepada Tuhan. Orang yang percaya kepada Tuhan tidak akan takut mengambil risiko.<\/p>\n<p>Bapa, tolonglah aku untuk melakukan yang terbaik dalam segala sesuatu yang telah Kaupercayakan kepadaku, sehingga orang lain dapat melihat dan memuliakan Nama-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Mari investasikan talenta dengan melayani. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"xxd769Ytyr\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/jangan-takut-mengambil-risiko\/\">JANGAN TAKUT MENGAMBIL RISIKO<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;JANGAN TAKUT MENGAMBIL RISIKO&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/jangan-takut-mengambil-risiko\/embed\/#?secret=eCmjWSk81l#?secret=xxd769Ytyr\" data-secret=\"xxd769Ytyr\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 31 Agustus 2024 Matius 25:14-15 (Mat 25:14-30) \u201dHal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-58486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=58486"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58486\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58487,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58486\/revisions\/58487"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=58486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=58486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=58486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}