{"id":58397,"date":"2024-08-30T10:03:34","date_gmt":"2024-08-30T03:03:34","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=58397"},"modified":"2024-08-30T10:03:34","modified_gmt":"2024-08-30T03:03:34","slug":"jumat-30-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=58397","title":{"rendered":"Jumat, 30 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 30 Agustus 2024<br \/>\nMatius 25:8-9 (Mat 25:1-13)<br \/>\n\u201cGadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.\u201d<\/p>\n<p>Berani Berkata Tidak!<\/p>\n<p>Barangkali kalau Yesus tidak menyebut gadis yang tidak mau berbagi minyak untuk pelita sebagai gadis yang bijaksana, kita malah akan mengatakan mereka justru yang tidak bijaksana karena tidak mau membantu orang yang membutuhkan.<br \/>\nDalam kisah 5 gadis yang bijaksana dan 5 gadis yang bodoh ini, berkata tidak itulah sikap yang bijaksana menurut Yesus. Demi kebaikan bagi diri sendiri maupun bagi orang lain apalagi demi keselamatan kekal ada saatnya kita mesti berani berkata \u2018tidak\u2019.<br \/>\nOleh Yesus perkataan \u2018tidak\u2019 ini ada pada pihak gadis-gadis yang Ia sebut bijaksana. Tidak semua harus dijawab ya. Apalagi bila jawaban ya hanya akan memanjakan, justru hal ini akan menjerumuskan orang yang kita cintai dan bukannya menyelamatkannya.<br \/>\nMisalnya membantu teman menyontek saat ujian. Hal ini bukannya membantu dia, malah membuatnya terbiasa berbuat curang, tidak mau belajar, selalu tanpa persiapan, cari gampang dan terbiasa mengambil jalan pintas.<br \/>\nUntuk bujukan dan rayuan yang menjerumuskan berkata tidak lebih bijaksana daripada akhirnya harus hidup dalam penyesalan.<br \/>\nBerkata tidak adalah sebuah prinsip untuk teguh pada komitmen dan tidak goyah. Kita tidak bisa menyenangkan semua orang termasuk menyenangkan diri sendiri. Jangan karena \u201cingin menjaga perasaan orang atau diri sendiri\u201d orang takut berkata tidak!<br \/>\nMemilih Tuhan dan taat pada perintahNya berarti berkata tidak pada semua hal yang bukan dari Tuhan, atau berasal dari si jahat.<br \/>\n\u201dYa Yesus bantulah kami untuk selalu memilihMu dan setia mengikutiMu kebijaksanaan salibMu. Teguhkan iman kami untuk berani berkata tidak pada semua hal yang dapat memisahkan kami dariMu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Semoga Roh Kebijaksanaan Kristus selalu menuntun kita\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 30 Agt 2024<br \/>\nJumat Pekan Biasa XXI<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 21:36<br \/>\nBacaan Injil: Mat 25:1-13<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 21:36<br \/>\nBerjaga-jagalah dan berdoalah selalu,<br \/>\nagar kalian layak berdiri di hadapan Anak Manusia.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 25:1-13<br \/>\nLihatlah pengantin datang, pergilah menyongsong dia!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\nYesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis,<br \/>\nyang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong pengantin.<br \/>\nLima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.<br \/>\nYang bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak.<br \/>\nSedangkan yang bijaksana,<br \/>\nselain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya.<br \/>\nTetapi karena pengantin itu lama tidak datang-datang,<br \/>\nmengantuklah mereka semua, lalu tertidur.<\/p>\n<p>Tengah malam terdengarlah suara orang berseru,<br \/>\n&#8216;Pengantin datang! Songsonglah dia!&#8217;<br \/>\nGadis-gadis itu pun bangun semuanya<br \/>\nlalu membereskan pelita mereka.<br \/>\nYang bodoh berkata kepada yang bijaksana,<br \/>\n&#8216;Berilah kami minyakmu sedikit, sebab pelita kami mau padam.&#8217;<br \/>\nTetapi yang bijaksana menjawab,<br \/>\n&#8216;Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kalian.<br \/>\nLebih baik kalian pergi membelinya pada penjual minyak.&#8217;<\/p>\n<p>Tetapi sementara mereka pergi membelinya, datanglah pengantin,<br \/>\ndan yang sudah siap sedia<br \/>\nmasuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah.<br \/>\nLalu pintu ditutup.<br \/>\nKemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata,<br \/>\n&#8216;Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!&#8217;<br \/>\nTetapi tuan itu menjawab,<br \/>\n&#8216;Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kalian.&#8217;<\/p>\n<p>Karena itu, berjaga-jagalah,<br \/>\nsebab kamu tidak tahu akan hari maupun saatnya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n******************************************<\/p>\n<p>  \u210d \u2618<\/p>\n<p>\u201cGadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam&#8230;. Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.&#8221; (Mat 25: 9. 13).<\/p>\n<p>Dalam hidup bersama dengan orang lain, pinjam-meminjam adalah hal biasa. Mau bepergian, tetapi tidak ada kendaraan, \u201cSobat, sa pinjam ko pu mobil dulu kah?\u201d \u201cPinjam ko pu motor dulu kah?\u201d Atau mau ada keperluan, \u201cKawan, pinjam uang dulu kah\u2026..\u201d Bahkan mau menikah, pinjam gaun pengantin juga tidak aneh.<\/p>\n<p>Tetapi, ada hal-hal yang tidak dapat dipinjam. Anda mau masuk surga? Anda ingin kehidupan kekal? Anda tidak bisa bilang kepada teman anda: \u201cKawan, sa pinjam ko pu kekudusan dulu kah\u2026?\u201d Kita tidak bisa bilang kepada tetangga: \u201c Pinjam ko pu kebaikan hati dulu kah\u2026\u201d Kita tidak bisa meminjam dari orang lain relasi dengan Tuhan. Kita tidak bisa meminjam keutamaan hidup. Apa yang kita lakukan sendiri, relasi dengan Tuhan yang kita bangun sendiri, itulah yang diperhitungkan.<\/p>\n<p>Dalam peziarahan rohani, seseorang harus berjalan di jalan sendiri. Seseorang harus menghasilkan \u201cminyak\u201d ketekunan dan komitmen sendiri. Orang lain hanya bisa mendampingi, menasihati, dan mendorong. Seorang pembimbing rohani hanya dapat menunjukkan jalan, orang yang dipimpinnya harus berjalan sendiri. Seorang teman dapat mendoakan, menasihati, dan mendukung yang lain, tetapi seseorang harus berkomitmen secara pribadi. Tidak seorang pun dapat menjalani kehidupan orang lain.<\/p>\n<p>Dan semua itu membutuhkan proses. Tidak semudah memasak mie sedaap. Perlu ketekunan dan kesetiaan dari hari ke hari, dari waktu ke waktu. \u201cKarena itu berjaga-jagalah!\u201d kata Yesus. Berjaga-jaga bukan berarti menanti dan tidak berbuat apa-apa, atau bersikap waspada supaya tidak \u201ctercyduk\u201d saat berbuat dosa. Berjaga-jaga adalah berbuat baik setiap waktu, entah diawasi atau tidak, entah mendapat ganjaran atau tidak. Kita berbuat baik karena \u201cdari sono-nya\u201d kita adalah baik. Bukankah kita dicipta seturut gambar Allah yang Mahabaik?<\/p>\n<p>Yesus menghendaki komitmen terus menerus dalam mengikuti Dia. Bagaimana komitmen kita? Apakah kita setia dan selalu siap sedia? Bagaimana kita menjaga agar pelita iman tetapi menyala?<\/p>\n<p>Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, ya Tuhan, agar kami beroleh hati yang bijaksana. Amin. [Mzm 90: 12]<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Selalu siap sedia dan berjaga-jaga. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"h2lOyswzQs\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/menjaga-pelita-iman-tetap-menyala\/\">MENJAGA PELITA IMAN TETAP MENYALA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;MENJAGA PELITA IMAN TETAP MENYALA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/menjaga-pelita-iman-tetap-menyala\/embed\/#?secret=o4XCBHvLLq#?secret=h2lOyswzQs\" data-secret=\"h2lOyswzQs\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 30 Agustus 2024 Matius 25:8-9 (Mat 25:1-13) \u201cGadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-58397","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=58397"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58398,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58397\/revisions\/58398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=58397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=58397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=58397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}