{"id":58203,"date":"2024-08-28T07:47:38","date_gmt":"2024-08-28T00:47:38","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=58203"},"modified":"2024-08-28T07:47:38","modified_gmt":"2024-08-28T00:47:38","slug":"rabu-28-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=58203","title":{"rendered":"Rabu, 28 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 28 Agustus 2024<br \/>\nPeringtan St Agustinus<br \/>\nMatius 23:28 (Mat 23:27-32)<br \/>\n\u201dDemikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.&#8221;<\/p>\n<p>Di Ujung Cemeti Ada Cinta Kasih*<\/p>\n<p>Ini pepatah lama mengenai motivasi cinta di balik tindakan tegas untuk membentuk (formatio), meluruskan, dan membaharui. Inilah cemeti yang dipakai Yesus ketika Ia mengusir para pedagang di Bait Allah. (Yoh 2:13-25)<br \/>\nBukanlah maksud Yesus mengecam para ahli Taurat dan orang Farisi karena Ia membenci mereka. Apalagi menghendaki mereka celaka. Akan tetapi ketegaran hati dan kemunafikan bahkan kedurjanaan mereka dengan sendirinya akan menjerumuskan dan mencelakakan mereka.<br \/>\nBagi Yesus lebih baik mengecam dan menegur mereka agar berbalik dan berjalan di jalan yang benar daripada diam dan membiarkan mereka tersesat. Ini yang disebut dalam bahasa Latin, \u2019correctio fraterna\u2019 atau menegur sebagai saudara demi perbaikan dan pembaharuan.<br \/>\nTanda kasih Yesus tidak selamanya berbentuk ungkapan lembut dan halus. Kecaman Yesus bagi orang Farisi dan ahli Taurat yang munafik adalah bentuk kepedulianNya agar mereka bertobat, berubah dan kembali kepada jati diri yang sebenarnya sebagai anak Allah. Perkataan Yesus, entah lembut atau tegas bahkan keras, kiranya menjadi suara hati kita.<br \/>\n\u201dYa Yesus, teguranMu bagi orang Farisi dan ahli Taurat adalah teguranMu bagiku juga. Agar aku tidak bersikap munafik, mau jujur dan terbuka mengakui kesalahan serta dengan rendah hati menyesal dan bertobat. Biarlah sabdaMu menjadi hati nuraniku agar aku tahu apa yang seharusnya aku lakukan dan sikap apa yang harus aku jauhi. Tuntun aku agar tak menyimpang dari jalanMu.&#8221;<\/p>\n<p>Selamat hari Rabu. Sabda Tuhan menuntun dan menerangi hati dan budi kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 28 Agt 2024<br \/>\nRabu Pekan Biasa XXI<br \/>\nPW S. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: 1Yoh 2:5<br \/>\nBacaan Injil: Mat 23:27-32<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n1Yoh 2:5<br \/>\nSempurnalah cinta Allah dalam hati orang<br \/>\nyang mendengarkan sabda Kristus.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 23:27-32<br \/>\nKalian ini keturunan pembunuh nabi-nabi.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada waktu itu Yesus bersabda,<br \/>\n&#8220;Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,<br \/>\nhai kalian orang-orang munafik,<br \/>\nsebab kalian itu seperti kuburan yang dilabur putih.<br \/>\nSebelah luarnya memang tampak bersih,<br \/>\ntetapi sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.<br \/>\nDemikian pula kalian,<br \/>\ndari sebelah luar nampaknya benar,<br \/>\ntetapi sebelah dalam penuh kemunafikan dan kedurjanaan.<\/p>\n<p>Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,<br \/>\nhai kalian orang-orang munafik,<br \/>\nkalian membangun makam bagi nabi-nabi<br \/>\ndan memperindah tugu peringatan bagi orang-orang saleh,<br \/>\ndan sementara itu kalian berkata,<br \/>\n&#8216;Seandainya kami hidup pada zaman nenek moyang kita,<br \/>\ntentulah kami tidak ikut membunuh para nabi.&#8217;<br \/>\nTetapi dengan demikian kalian bersaksi melawan dirimu sendiri,<br \/>\nbahwa kalian keturunan pembunuh nabi-nabi itu.<br \/>\nJadi, penuhilah takaran para leluhurmu!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*******************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>CASING MENARIK MEMBUNGKUS HANDPHONE MURAHAN<\/p>\n<p>\u201cKemunafikan dan gaya hidup parlente membuat seseorang berpenampilan seperti casing menarik yang sedang membungkus handphone murahan.\u201d<\/p>\n<p>Menyaksikan kemunafikan yang ditampilkan oleh orang-orang Farisi dan para Ahli Taurat, maka Yesus menghardik mereka dalam Injil hari ini: &#8220;Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.&#8221;<\/p>\n<p>Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:<\/p>\n<p>1) Kemunafikan hanya mendatangkan kesenangan bagi tubuhmu, tapi akan menyengsarakan hati dan jiwamu sepanjang hayat;<\/p>\n<p>2) Kemunafikan yang dipelihara akan mengucilkan dirimu dari para sahabat dan kenalanmu;<\/p>\n<p>3) Bertobat dan hidup jujur dan seadanya akan membuat dirimu dan jiwamu akan tenang menjalani kehidupanmu.<\/p>\n<p>Akhirnya sadarlah bahwa kemuliaan seseorang nampak bukan pada penampilan lahiriahnya melainkan pada keaslian dan kejujuran yang ditampakkannya.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 28 Agustus 2024 Peringtan St Agustinus Matius 23:28 (Mat 23:27-32) \u201dDemikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.&#8221;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-58203","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=58203"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58203\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58204,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58203\/revisions\/58204"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=58203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=58203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=58203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}