{"id":57928,"date":"2024-08-25T18:41:11","date_gmt":"2024-08-25T11:41:11","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=57928"},"modified":"2024-08-25T18:41:12","modified_gmt":"2024-08-25T11:41:12","slug":"senin-26-agustus-2024-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=57928","title":{"rendered":"Senin, 26 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 96:1-2a<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nyanyikan lagu baru untuk Tuhan! Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Iman harus selalu berkembang. Ganjalan-ganjalan tak boleh meng- hentikan perkembangan itu. Beriman berarti mengarahkan hati kita kepada Tuhan. Dialah tujuan kita. Dialah harapan kita. Dari situlah kita menimba daya kekuatan agar dapat saling membimbing. Tingkah laku kita akan membesarkan hati sesama dan mengarahkan sesama kepada Tuhan. Manusia menjadi lebih penting daripada peraturan dan hukum. Hal mana tidak dipahami oleh kaum Farisi.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mari kita berdoa: Tuhan Bapa, sumber kebenaran, jadikanlah kami orang-orang jujur, yang selalu memuji nama-Mu dalam perkataan dan perbuatan dan semoga kami merasakan rahmat-Mu dalam segala tingkah laku kami. Demi Yesus Kristus Putramu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (1:1-5.11b-12)<\/strong>&nbsp;&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cNama Tuhan kita dimuliakan dalam kamu dan kamu dalam Dia.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. Semoga Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 96:1-2a.2b-3.4-5<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.<\/em><\/strong><br><strong>atau<em>&nbsp;Wartakanlah karya Tuhan yang ajaib di antara segala bangsa.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.<\/li>\n\n\n\n<li>Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab Mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya<\/em><br>S : (Yoh 10:27)<em>Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan, Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 23:13-22<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cCelakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta!\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, \u201cCelakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, karena kalian menutup pintu Kerajaan Surga di depan orang. Sebab kalian sendiri tidak masuk dan kalian merintangi mereka yang berusaha masuk. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian menelan rumah janda-janda sementara mengelabui indra orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kalian pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian mengarungi lautan dan menjelajah daratan untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kalian menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat daripada kalian sendiri. Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata, \u2018Bila bersumpah demi bait suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas bait suci, sumpah itu mengikat.\u2019 Hai kalian orang-orang bodoh dan orang-orang buta, manakah yang lebih penting, emas atau bait suci yang menguduskan emas itu? Dan kalian berkata, \u2018Bila bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.\u2019 Hai kalian orang-orang buta, manakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi bait suci, ia bersumpah demi bait suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi surga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan.<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Vincen Suparman SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Herodes tampil sebagai politisi yang mengincar publisitas, yang tidak mau ketinggalan kontak dengan seseorang yang membuat berita. Jesus dibicarakan, jadi Herodes harus menemui-Nya. Ia ingin melihat Jesus bersama para penonton, tetapi ia tidak mau terlibat dalam kehidupan Jesus yang sudah dikenal oleh masyarakat selama ini. Ia ingin menumpang pada popularitas Jesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Entah bagaimana Herodes ingin melihat Jesus. Ia ingin mencoba untuk bertemu Jesus selama pelayanan publik Jesus. Apakah itu untuk berdebat? Mendengarkan, atau, menyinkirkan dia? Mungkin antara keduanya. Tetapi yang pasti yang terakhir. Dalam doa kita ingin \u2018memandang Jesus\u2019 untuk mengetahui seperti apa Ia, untuk mengetahui cinta yang Ia realisir dalam pertemuan Jesus dengan umat-Nya.&nbsp; Herodes memiliki keinginan hidupnya bisa diubah oleh Jesus. Melihat Jesus berarti rela hidup selamanya dengan apa yang kita \u2018lihat dan rasakan\u2019.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Banyak orang berhenti tertarik pada Jesus segera setelah pencarian mereka dimulai. Hari-hari kita dipenuhi dengan ribuan alternatif. Fikiran kita dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang saling bersaing yang tak terhitung jumlahnya. Kerap kali kita tak dapat menentukan pilihan kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semua kekayaan dan otoritas di Roma tidak mampu meredakan rasa bersalah Herodes, tetapi Kristus dapat membersihkannya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jika ketertarikanmu&nbsp; kepada Yesus Kristus tidak diciptakan oleh Roh, maka hal itu hanya akan terlihat sebatas kulit saja. Marilah kita mengevaluasi diri kita sendiri, untuk melihat apakah kita berada dalam iman.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sudahkah Injil mencapai hatimu?&nbsp; Apakah Injil mengubah caramu berfikir dan bertindak? Karena jika tidak, keadaanmu tidak lebih baik daripada Herodes. Inilah sebabnya kita membutuhkan Roh Kudus untuk memulai pekerjaan, menunjang pekerjaan, dan menyelesaikan pekerjaan keselamatan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mereka yang telah ditentukan Allah secara efektif Ia sebut \u201cdengan Firman dan Roh-Nya\u201d (2 Tesalonika 2:13-14). Ia menyelamatkan mereka dari dosa dan kematian dan membawa mereka ke dalam rahmat dan keselamatan melalui Jesus Kristus. Tuhan mencerahkan fikiran kita \u201csecara rohani dan menyelamatkan untuk memahami hal-hal tentang Tuhan.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kita menerima hati yang baru dan kemauan yang diperbarui sehingga kita bisa menginginkan apa yang baik dan berkenan kepada Tuhan \u2013 yang pertama dan yang terpenting, kita tertarik kepada Jesus Kristus! Marilah kita mengungkapkan ketertarikan kita kepada Jesus dengan iman yang diwujudkan oleh Roh ketika kita menanggapi Firman Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan Bapa yang mulia, semoga Putra-Mu berkenan memasukkan kami ke dalam kerajaan-Mu, tempat terakhir terlebih dahulu dan tempat orang-orang yang mati demi orang lain.&nbsp; Demi Kristus, \u2026..<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 II Tesalonika 1:12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nama Yesus Tuhan kita akan dimuliakan dalam kalian. dan kalian dalam Dia sesuai kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mari kita berdoa:&nbsp;Tuhan Bapa, sumber kebenaran,&nbsp;kami bersyukur, karena dapat mengenal kebenaran&nbsp;berkat ajaran Yesus Putra-Mu terkasih. Semoga semua orang Kaubimbing menuju kedamaian yang dijanjikan akan terdapat pada Dia, yang hidup dan perkasa\u2026..<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Senin-26-Agustus-2024-oleh-Rm.-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3\">Resi-Senin 26 Agustus 2024 oleh Rm. Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Florida USA<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/08\/23\/senin-26-agustus-2024-hari-biasa-pekan-xxi\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/08\/23\/senin-26-agustus-2024-hari-biasa-pekan-xxi\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=57928-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6073\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-57928-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Senin-26-Agustus-2024-oleh-Rm.-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Senin-26-Agustus-2024-oleh-Rm.-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Senin-26-Agustus-2024-oleh-Rm.-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Senin-26-Agustus-2024-oleh-Rm.-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=57928-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Senin-26-Agustus-2024-oleh-Rm.-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Senin-26-Agustus-2024-oleh-Rm.-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Florida-USA.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 96:1-2a Nyanyikan lagu baru untuk Tuhan! Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya. PENGANTAR: Iman harus selalu berkembang. Ganjalan-ganjalan tak boleh meng- hentikan perkembangan itu. Beriman&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-57928","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=57928"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57930,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57928\/revisions\/57930"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=57928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=57928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=57928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}