{"id":57601,"date":"2024-08-22T11:11:18","date_gmt":"2024-08-22T04:11:18","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=57601"},"modified":"2024-08-22T11:11:18","modified_gmt":"2024-08-22T04:11:18","slug":"kamis-22-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=57601","title":{"rendered":"Kamis, 22 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 22 Agustus 2024<br \/>\nPeringatan St Perawan Maria, Ratu_<br \/>\nMatius 22:2-3 (Mat 22:1-14)<br \/>\n\u201dHal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang&#8230;&#8221;<\/p>\n<p>Mari Memenuhi Undangan Tuhan<\/p>\n<p>Dengan berbagai cara Yesus mengingatkan kita betapa Allah merindukan kita berada bersamaNya di hadiratNya yang kudus dan mulia.<br \/>\nYesus menggambarkan suasana perjumpaan dengan Allah bagaikan sebuah pesta perjamuan kawin anak raja. Orang yang diundang hadir tentu saja adalah orang-orang pilihan, istimewa dan dekat di hati raja.<br \/>\nBayangkan saja bila kita termasuk yang diundang untuk ikut upacara 17 Agustus di Ibu Kota Nusantara yang disertai dengan jamuan kenegaraan. Nama kita tertera dalam undangan dengan cap istana. Di dalamnya tertera nama yang mengundang: Jokowi, Presiden Indonesia! Betapa kita akan melonjak kegirangan atas kehormatan yang diberikan. Tidak mungkin kita hanya sekedar hadir dan tidak mempersiapkan penampilan terbaik dan hati yang penuh kerinduan serta sukacita.<br \/>\nDemikian mau dikatakan Yesus, begitu istimewanya kita di mata Allah sehingga Yesus sendiri yang menulis nama kita di undangan dan Ia sendiri yang mengantarkan undangan itu.<br \/>\nMari kita bangun suasana hati dan jiwa yang penuh kerinduan, gairah dan sukacita untuk berjumpa dengan Allah dalam ibadah persekutuan, teristimewa dalam Perjamuan Ekaristi. Yesus yang sangat kita kenal dan begitu dekat dengan kita jadi tuan pesta.<br \/>\nMari kita persiapkan yang terbaik. Biarlah Roh Kudus Allah yang mendandani kita dengan pakaian kesucian oleh buah pertobatan, mengobarkan gairah kasih untuk berjumpa dengan Sang junjungan hati kita.<br \/>\nSetiap hari kita siapkan untuk memenuhi undangan Tuhan, dalam persekutuan jemaat, dalam doa keluarga, jamuan Ekaristi. Bukankah Yesus telah berjanji \u2018di mana 2 atau 3 orang berkumpul dalam namaKu, Aku ada bersama mereka.\u2019<br \/>\n\u201dIni aku ya Tuhan, aku mau hadir untukMu. Jangan hapus namaku di surat undanganMu. Hatiku siap sedia ya Allahku untuk setiap saat hadir di hadiratMu. Bunda Maria, doakan aku agar tergerak hati untuk berjumpa dengan Yesus Putera-mu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Terimakasih mau bersama Yesus merenungkan FirmanNya.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 22 Agt 2024<br \/>\nKamis Pekan Biasa XX<br \/>\nPW SP Maria, Ratu<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab<br \/>\nBacaan Injil: Mat 22:1-14<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 95:8ab<br \/>\nHari ini janganlah bertegar hati,<br \/>\ntetapi dengarkanlah sabda Tuhnan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 22:1-14<br \/>\nUndanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika<br \/>\nYesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat<br \/>\ndengan memakai perumpamaan.<br \/>\nIa bersabda, &#8220;Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja<br \/>\nyang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya.<br \/>\nIa menyuruh hamba-hambanya<br \/>\nmemanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu<br \/>\ntetapi mereka tidak mau datang.<\/p>\n<p>Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan,<br \/>\n&#8216;Katakanlah kepada para undangan:<br \/>\nHidanganku sudah kusediakan,<br \/>\nlembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih.<br \/>\nSemuanya telah tersedia.<br \/>\nDatanglah ke perjamuan nikah ini.&#8217;<br \/>\nTetapi para undangan itu tidak mengindahkannya.<br \/>\nAda yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,<br \/>\ndan yang lain menangkap para hamba itu,<br \/>\nmenyiksa dan membunuhnya.<\/p>\n<p>Maka murkalah raja itu.<br \/>\nIa lalu menyuruh pasukannya ke sana<br \/>\nuntuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu<br \/>\ndan membakar kota mereka.<br \/>\nKemudian ia berkata kepada para hamba,<br \/>\n&#8216;Perjamuan nikah telah tersedia,<br \/>\ntetapi yang diundang tidak layak untuk itu.<br \/>\nSebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan<br \/>\ndan undanglah setiap orang yang kalian jumpai di sana<br \/>\nke perjamuan nikah itu.<br \/>\nMaka pergilah para hamba<br \/>\ndan mereka mengumpulkan semua orang<br \/>\nyang dijumpainya di jalan-jalan,<br \/>\norang jahat dan orang-orang baik,<br \/>\nsehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu.<\/p>\n<p>Ketika raja masuk hendak menemui para tamu,<br \/>\nia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta.<br \/>\nIa berkata kepadanya,<br \/>\n&#8216;Hai saudara, bagaimana Saudara masuk tanpa berpakaian pesta?&#8217;<br \/>\nTetapi orang itu diam saja.<br \/>\nMaka raja lalu berkata kepada para hamba,<br \/>\n&#8216;Ikatlah kaki dan tangannya<br \/>\ndan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap;<br \/>\ndi sana akan ada ratap dan kertak gigi.&#8217;<br \/>\nSebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cSebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.\u201d [Mat 22: 9]<\/p>\n<p>Hari ini Gereja merayakan peringatan St. Perawan Maria Ratu. Paus Pius XII menetapkan perayaan ini dalam kalender liturgi pada tahun 1954. Maria adalah Ratu karena dia adalah Bunda Kristus, Sang Raja, dan dia berpartisipasi dalam misi penebusan Yesus. Perayaan hari ini menyoroti keibuan rohani Maria di dalam Gereja dan mengingatkan kita bahwa \u201cjika kita bertekun, kita juga akan memerintah bersama-sama dengan Dia\u201d (2 Tim 2:12) sebab kita ambil bagian dalam \u201cimamat rajani\u201d Kristus (1 Ptr 2:9).<\/p>\n<p>Yesus sendiri membandingkan Kerajaan Allah dengan sebuah pesta pernikahan dan menerima atau menolak undangan perjamuan itu adalah pilihan pribadi.<\/p>\n<p>Perumpamaan perjamuan pernikahan itu diawali dengan undangan terbatas yang diikuti dengan penolakan; dan kemudian undangan terbuka, diikuti dengan pengusiran. Bagaimana kita memahami dinamika perumpamaan ini? Keselamatan mula-mula ditawarkan kepada \u201cUmat Terpilih\u201d Israel. Sudah menjadi tipikal manusia untuk tidak menghargai apa yang ditawarkan secara cuma-cuma! Orang-orang yang diundang terlalu sibuk dengan proyek-proyek pribadi mereka sehingga memilih untuk mengabaikan undangan perjamuan itu. Undangan itu kemudian ditawarkan secara cuma-cuma kepada semua orang: Injil diwartakan ke keempat penjuru dunia dan semua orang diundang. Namun, tidaklah cukup bahwa seseorang menanggapi undangan ini hanya dengan menghadirinya: ia harus hadir dengan sikap hati yang benar, pakaian pesta\/perjamuan, yang tidak dapat ditawar-tawar. Anda dapat datang apa adanya, tetapi ketika Anda masuk, kenakanlah pikiran Kristus (bdk. Flp. 2:4-11) sehingga Anda akan dikenali, diterima, dan dilayani dalam perjamuan kehidupan.<\/p>\n<p>Tuhan, terima kasih telah mengundangku ke pesta-Mu yang berkelimpahan. Tolonglah aku untuk selalu menanggapinya dengan pantas.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. \u201cHari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!\u201d (Mz 95: 7 \u2013 8 ). \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"IbklbwkYck\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/undangan-perjamuan-kasih-nya\/\">UNDANGAN PERJAMUAN KASIH-NYA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;UNDANGAN PERJAMUAN KASIH-NYA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/undangan-perjamuan-kasih-nya\/embed\/#?secret=2Q1Be6xcsn#?secret=IbklbwkYck\" data-secret=\"IbklbwkYck\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 22 Agustus 2024 Peringatan St Perawan Maria, Ratu_ Matius 22:2-3 (Mat 22:1-14) \u201dHal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-57601","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57601","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=57601"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57601\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57602,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57601\/revisions\/57602"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=57601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=57601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=57601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}