{"id":57265,"date":"2024-08-19T08:56:55","date_gmt":"2024-08-19T01:56:55","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=57265"},"modified":"2024-08-19T08:56:55","modified_gmt":"2024-08-19T01:56:55","slug":"senin-19-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=57265","title":{"rendered":"Senin, 19 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 19 Agustus 2024<br \/>\nMatius 19:20-21 (Mat 19:16-22)<br \/>\nKata orang muda itu kepada-Nya: &#8220;Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Kepenuhan Hidup Dalam Yesus<\/p>\n<p>Orang muda dalam kisah Injil hari ini ingin mengejar kesempurnaan yakni hidup kekal. Ia telah melakukan semua perintah dalam hukum Taurat, tapi belumlah cukup bila semua itu ia lakukan hanya untuk tujuan pribadinya sendiri.<br \/>\nYesus lalu menantang dia: maukah ia menjual semua yang ada padanya, memberi diri seutuhnya dan mengikuti Yesus?<br \/>\nOrang bisa saja berhasil dalam segala hal termasuk dalam melakukan banyak kebaikan. Tapi bila itu semua ia jalani hanya untuk kepentingan diri sendiri atau untuk mencari selamat sendiri maka ia masih jauh dari hidup kekal. Kalau hanya bergiat untuk diri sendiri, semua orang telah melakukannya.<br \/>\nYesus mengajak si anak muda ini dan kita semua untuk berjalan bersama Dia. Berjalan mengikuti Yesus sambil mengosongkan diri. Biarlah Yesus yang menjadi kepenuhan hidup kita dan menjadikan segala sesuatu yang kita lakukan semata untuk maksud Tuhan, demi Kerajaan Allah.<br \/>\nSesungguhnya yang kita cari adalah Yesus sendiri. Dialah harta kita yang sejati. Tinggallah di dalam Dia dan berjalan bersama Dia. Mari menjadikan hidup kita saluran berkat Tuhan untuk orang lain, hidup untuk tujuan Tuhan.<\/p>\n<p>Semangat Senin. Mari persembahkan karya kita untuk kemuliaan Tuhan.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 19 Agt 2024<br \/>\nSenin Pekan Biasa XX<br \/>\nPF S. Yohanes Eudes, Imam<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 5:3<br \/>\nBacaan Injil: Mat 19:16-22<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 5:3<br \/>\nBerbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus,<br \/>\nsebab bagi merekalah Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 19:16-22<br \/>\nJika engkau hendak sempurna,<br \/>\njuallah segala milikmu dan berikanlah kepada orang-orang miskin.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari ada seorang datang kepada Yesus dan berkata,<br \/>\n&#8220;Guru, perbuatan baik apakah yang harus kulakukan<br \/>\nuntuk memperoleh hidup yang kekal?&#8221;<br \/>\nYesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku<br \/>\ntentang apa yang baik?<br \/>\nHanya Satu yang baik!<br \/>\nJika engkau ingin masuk ke dalam hidup,<br \/>\nturutilah segala perintah Allah.&#8221;<br \/>\nKata orang itu kepada Yesus, &#8220;Perintah yang mana?&#8221;<br \/>\nKata Yesus, &#8220;Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri,<br \/>\njangan mengucapkan saksi dusta,<br \/>\nhormatilah ayah dan ibumu,<br \/>\ndan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.&#8221;<br \/>\nKata orang muda itu,<br \/>\n&#8220;Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?&#8221;<br \/>\nLalu Yesus berkata,<br \/>\n&#8220;Jika engkau hendak sempurna,<br \/>\npergilah, juallah segala milikmu,<br \/>\ndan berikanlah itu kepada orang-orang miskin,<br \/>\nmaka engkau akan memperoleh harta di surga.<br \/>\nKemudian datanglah ke mari dan ikutilah Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Ketika mendengar perkataan itu, pergilah orang muda itu dengan sedih,<br \/>\nsebab hartanya banyak.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*****************************************<\/p>\n<p>  \u210dp\u2618<\/p>\n<p>\u201cJikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.\u201d [Mat 19: 21]<\/p>\n<p>Tuhan tak dapat disogok. Praktek kesalehan, doa, dan puasa kita seharusnya tidak kita lakukan dengan harapan menerima berkat atau mukjizat tertentu dari Tuhan; sebaliknya, semua itu menjadi cara untuk mempererat hubungan kita dengan Tuhan. Namun demikian, ada banyak orang yang secara keliru berpikir bahwa hidup kekal adalah hadiah atas perbuatan baik mereka.<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Matius menggunakan kisah seorang pemuda untuk mengungkapkan kepercayaan bahwa dengan melakukan perbuatan baik untuk menyenangkan hati Tuhan akan mendapatkan tempat di surga. Yesus mengoreksi kepercayaan ini dengan menekankan bahwa hidup kekal semata-mata adalah anugerah dari Tuhan.<\/p>\n<p>Orang muda dalam Injil hari ini mewakili kegelisahan orang muda pada umumnya. Dia yakin bahwa dia telah mematuhi semua perintah, namun tetap tidak puas. Yesus memahami pergulatan batinnya: kegelisahan jiwa manusia hingga menemukan Penciptanya. Tiga abad setelah Yesus, seorang pemuda kaya lainnya menggemakan perasaan yang diungkapkan dalam Injil, dengan mengatakan, \u201cEngkau telah mencipta kami bagi diri-Mu ya Allah, dan hati kami gelisah sebelum beristirahat dalam Engkau.\u201d Agustinus dari Hippo telah menikmati semua kesenangan duniawi, namun menyadari kekosongan dalam hidupnya dan menemukan ketenangan, kepenuhan, hanya dalam Tuhan.<\/p>\n<p>Kesenangan duniawi dan daya tariknya sering menyebabkan frustrasi dan kesedihan yang lebih jauh. Pemuda dalam Injil itu mencari makna hidup dan oleh karena itu, dia bertanya: Apa yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?\u201d Santo Agustinus juga mencari kebahagiaan dalam hidup. Ia menemukannya dengan meninggalkan semua yang ditawarkan dunia dan masuk dalam sukacita dan kedamaian yang hanya dapat diberikan oleh Allah.<\/p>\n<p>Kelekatan apa yang harus saya lepaskan? Seberapa besar aku bersedia melepaskannya?<\/p>\n<p>Engkau telah mencipta kami bagi diri-Mu ya Allah dan hati kami tidak tenteram sebelum beristirahat di dalam Engkau. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"qq0HMBwZaJ\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/hanya-satu-kekuranganmu-2\/\">HANYA SATU KEKURANGANMU<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;HANYA SATU KEKURANGANMU&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/hanya-satu-kekuranganmu-2\/embed\/#?secret=WaBnL42V24#?secret=qq0HMBwZaJ\" data-secret=\"qq0HMBwZaJ\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 19 Agustus 2024 Matius 19:20-21 (Mat 19:16-22) Kata orang muda itu kepada-Nya: &#8220;Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-57265","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57265","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=57265"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57266,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57265\/revisions\/57266"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=57265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=57265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=57265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}