{"id":57186,"date":"2024-08-18T09:55:49","date_gmt":"2024-08-18T02:55:49","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=57186"},"modified":"2024-08-18T09:55:49","modified_gmt":"2024-08-18T02:55:49","slug":"minggu-18-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=57186","title":{"rendered":"Minggu, 18 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 18 Agustus 2024<br \/>\nHari Raya St Perawan Maria Diangkat Ke Surga<br \/>\nLukas 1:46-49 (Luk 1:39-56)<br \/>\nLalu kata Maria: &#8220;Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.\u201d<\/p>\n<p>\u201dMagnificat Anima Mea\u201d (Jiwaku Memuliakan Tuhan)<\/p>\n<p>Ungkapan iman Bunda Maria akan karya agung Allah yang Mulia dan Tak Terselami terangkai dalam kata-kata yang begitu indah sebagaimana yang ditulis Penginjil Lukas, \u201cJiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.\u201d<br \/>\nSebelumnya dalam Lukas 1: 38, Maria telah mengungkapkan pemberian dirinya yang total penuh penyerahan dan iman, ketika ia menanggapi panggilan Allah melalui malaikat Gabriel yang memintanya menjadi Ibu Yesus Putra Allah, katanya, \u201cAku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanMu itu.&#8221;<br \/>\nSesungguhnya ungkapan iman seperti ini bukanlah diungkapkan seorang perempuan desa yang sederhana melainkan dari seorang Ratu Surgawi yang paham benar kehendak Allah dan sungguh mengimani Keagungan Kasih Allah dalam Karya KeselamatanNya sejak penciptaan dunia, menyusul panggilan Abraham dan keterpilihannya menjadi Ibu Yesus.<br \/>\nSejak manusia jatuh dalam dosa pada awal penciptaan, Allah telah berjanji untuk melahirkan \u2019Hawa Baru\u2019 sebagaimana dikatakan Allah kepada Iblis: \u201cketurunannya akan meremukkan kepalamu\u201d (Kej 3:15) dan disampaikan kembali melalui nabi Yesaya, \u201cSebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.\u201d (Yes 7:14).<br \/>\nOleh kuasa kasih Allah dan jasa Yesus Puteranya, Maria diangkat dalam kemuliaan surga untuk menjadi Bunda Surgawi bagi putra-putri Allah, saudara-saudari Yesus, sebagaimana yang dikatakan Yesus kepada murid-muridNya saat tergantung di kayu salib: &#8220;Inilah ibumu!&#8221; (Yoh 19:27).<br \/>\n\u201dBunda Maria doakanlah kami pada Yesus Puteramu, agar kami tetap setia mengikuti Yesus sekalipun berjalan di jalan salib. Doakan kami agar terus berserah penuh pada kasih Allah Bapa di surga agar kelak kami tiba di rumah Bapa dalam keadaan selamat.\u201d<br \/>\n\u201dYa Bapa Surgawi, kami adalah hamba sahayaMu. Terjadilah pada kami semua seturut kehendakMu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat berbahagia di hari Minggu yang mulia ini.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 18 Agt 2024<br \/>\nMinggu Hari Raya<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBacaan Injil: Luk 1:39-56<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 1:39-56<br \/>\nYang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku<br \/>\ndan meninggikan orang-orang yang rendah.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Beberapa waktu sesudah kedatangan malaikat Gabriel,<br \/>\nbergegaslah Maria ke pegunungan<br \/>\nmenuju sebuah kota di Yehuda.<br \/>\nIa masuk ke rumah Zakharia<br \/>\ndan memberi salam kepada Elisabet.<\/p>\n<p>Ketika Elisabet mendengar salam Maria,<br \/>\nmelonjaklah anak yang di dalam rahimnya,<br \/>\ndan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,<br \/>\nlalu berseru dengan suara nyaring,<br \/>\n&#8220;Diberkatilah engkau di antara semua wanita,<br \/>\ndan diberkatilah buah rahimmu.<br \/>\nSiapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?<br \/>\nSebab sesungguhnya,<br \/>\nketika salammu sampai kepada telingaku,<br \/>\nanak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.<br \/>\nSungguh, berbahagialah dia yang telah percaya,<br \/>\nsebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu kata Maria,<br \/>\n&#8220;Jiwaku memuliakan Tuhan,<br \/>\ndan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,<br \/>\nsebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.<br \/>\nSesungguhnya,<br \/>\nmulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,<br \/>\nkarena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku,<br \/>\ndan nama-Nya adalah kudus.<br \/>\nRahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.<br \/>\nIa memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya,<br \/>\ndan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;<br \/>\nIa menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya,<br \/>\ndan meninggikan orang-orang yang rendah;<br \/>\nIa melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar,<br \/>\ndan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;<br \/>\nIa menolong Israel, hamba-Nya,<br \/>\nkarena Ia mengingat rahmat-Nya,<br \/>\nseperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita,<br \/>\nkepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.&#8221;<\/p>\n<p>Kira-kira tiga bulan lamanya<br \/>\nMaria tinggal bersama dengan Elisabet,<br \/>\nlalu pulang ke rumahnya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cJiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus,\u201d (Luk 1: 46 \u2013 49).<\/p>\n<p>Kita rayakan hari ini Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga. Barangkali kebanyakan dari kita berpikir bahwa pengangkatannya ke Surga itu adalah sesuatu yang ia peroleh, sesuatu yang layak dan dicapai oleh dirinya sendiri. Bukankah dia adalah Bunda Allah? Bukankah dia adalah teladan murid Yesus yang sejati? Pantas saja ia diangkat ke surga baik badan dan jiwanya. \u201cAda harus\u2026.\u201d kata orang Papua. Barangkali ada benarnya, tetapi tidak seluruhnya dan tidak tepat menggambarkan mengapa Allah menganugerahkan kepenuhan rahmat itu kepada Maria.<\/p>\n<p>Kunci untuk memahami pengangkatan Maria ke surga dan semua misteri kehidupannya ditemukan dalam kerendahan hatinya yang selalu menunjuk pada kerahiman Allah. Keseluruhan dirinya dan semua yang dapat ia lakukan untuk kita bukan dari dirinya sendiri, tetapi dari Allah yang adalah Kasih dan Kerahiman. Ia dipilih bukan karena ia berhak dan layak, tetapi karena Allah berbelaskasih kepadanya dan memandang kerendahan hatinya. Hal ini sungguh nampak dalam kidung yang didendangkannya: \u201cJiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus,\u201d (Luk 1: 46 \u2013 49).<\/p>\n<p>Maria sungguh-sungguh rendah hati, dan ia menunjukkannya dengan kasih, hormat dan bahkan ketaatannya kepada Puteranya. Ia dapat saja \u201cmemaksa-Nya\u201d karena ia adalah ibu-Nya! Ia, dari segala ciptaan, adalah gambaran sempurna Kristus. Maka setiap orang yang mengaku murid Kristus harus memandang dirinya dengan standard Maria. Jika orang itu tidak meneladan Maria dan mengasihi Maria, maka ia bukan dari Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Hari Raya Maria diangkat ke surga tetap menjadi pengingat bagi kita, untuk melihat kembali kerendahan hati kita. Kerendahan hati adalah fondasi dan tempat persemaian keutamaan-keutamaan yang lain dan sarana yang efektif bagi kita untuk membuka diri bagi rahmat Allah.<\/p>\n<p>Apakah kita menjadi alat belas kasih Allah melalui usaha kita melaksanakan perintah-perintah-Nya? Atau justru kita menjadi penghalang bagi rahmat-Nya? Apakah kita patuh dan taat kepada Dia yang dapat kita jumpai dalam Sabda, Ekaristi, dan dalam Gereja? Apakah kita selalu siap sedia dan sadar untuk melayani sesama seperti Maria melayani Elisabeth sanaknya itu? Dalam kehidupan kita, nyanyian apa yang kita kumandangkan, tentang diri sendiri atau tentang kebesaran Allah?<\/p>\n<p>Bapa, terima kasih karena Engkau telah memilih Maria untuk menjadi ibu Yesus dan ibu kami. Semoga kerendahan hati, kesederhanaan dan ketaatannya pada rencana-Mu menginspirasi kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Selamat Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"MaPzSSWXbd\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/diangkat-karena-kerendahan-hati\/\">DIANGKAT KARENA KERENDAHAN HATI<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;DIANGKAT KARENA KERENDAHAN HATI&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/diangkat-karena-kerendahan-hati\/embed\/#?secret=YNmjY5gQja#?secret=MaPzSSWXbd\" data-secret=\"MaPzSSWXbd\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 18 Agustus 2024 Hari Raya St Perawan Maria Diangkat Ke Surga Lukas 1:46-49 (Luk 1:39-56) Lalu kata Maria: &#8220;Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-57186","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=57186"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57186\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57187,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57186\/revisions\/57187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=57186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=57186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=57186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}