{"id":56960,"date":"2024-08-16T10:46:10","date_gmt":"2024-08-16T03:46:10","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=56960"},"modified":"2024-08-16T10:46:10","modified_gmt":"2024-08-16T03:46:10","slug":"jumat-16-agustus-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=56960","title":{"rendered":"Jumat, 16 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 16 Agustus 2024<br \/>\nMatius 19:5-6 (Mat 19:3-12)<br \/>\n\u201dDan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.&#8221;<\/p>\n<p>Tetaplah Bersatu<\/p>\n<p>Atas pertanyaan orang-orang Farisi mengenai perceraian, Yesus mengajak mereka untuk kembali pada hakekat perkawinan yakni kesatuan cinta suami istri sebagai anugerah Allah untuk membahagiakan mereka selamanya.<br \/>\nJanganlah melihat keputusan untuk menikah hanya sebagai pilihan pribadi belaka, melainkan sebagai panggilan Allah untuk suami istri agar mengalami kesatuan kasih yang berasal dari Allah Bapa.<br \/>\nPerkawinan bukan hanya bersifat kodrati karena keinginan daging, tapi untuk mengalami kasih Allah dalam relasi yang saling menyempurnakan melalui pemberian diri satu sama lain. Teruslah bersatu, saling setia dalam suka dan duka, dalam keadaan sehat maupun sakit, saling mengampuni dan saling mencintai sekalipun terluka.<br \/>\nKetika Allah menganugerahkan anak-anak sebagai buah kasih suami istri, kasih Allah berlanjut dan kini dialami oleh putra-putri mereka. Demikianlah kasih sayang Allah kepada umatNya menjadi warisan orangtua bagi anak-anaknya.<br \/>\nPanggilan dan perutusan ini sungguh luhur dan mulia karena itu layak diperjuangkan dan dipertahankan sampai mati.<br \/>\nDoa kami untuk semua suami istri, untuk orangtua dan anak-anak yang sedang bergumul mempertahankan keutuhan rumahtangganya. Jangan menyerah! Bila Yesus ada dalam bahtera rumahtangga kita, Ia pasti menolong. Yesus menjadi pemersatu dan teman yang setia. Bila pasangan hidup sudah dipanggil Tuhan, tetaplah berdoa baginya sebagai tanda cinta yang abadi.<br \/>\nDoakan kami juga yang memilih hidup selibat, tidak menikah demi Kerajaan Allah, agar kami tetap setia memberi diri seutuhnya. Persatuan kita dengan Allah Tritunggal Mahakudus dan orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam perjalanan hidup kita di dunia ini itulah arti sesungguhnya keselamatan dan serentak inti kebahagiaan kita.<\/p>\n<p>Selamat Hari Jumat! Teruslah bersatu, Tuhan Yesus memberkati.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 16 Agt 2024<br \/>\nJumat Pekan Biasa XIX<br \/>\nPF S. Stefanus dari Hungaria<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 1Tes 2:13<br \/>\nBacaan Injil: Mat 19:3-12<br \/>\n***********************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n1Tes 2:13<br \/>\nSambutlah pewartaan ini sebagai sabda Allah,<br \/>\nbukan sebagai perkataan manusia.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 19:3-12<br \/>\nKarena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu,<br \/>\ntetapi semula tidaklah demikian.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\ndatanglah orang-orang Farisi kepada Yesus, untuk mencobai Dia.<br \/>\nMereka bertanya,<br \/>\n&#8220;Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya<br \/>\ndengan alasan apa saja?&#8221;<br \/>\nYesus menjawab, &#8220;Tidakkah kalian baca,<br \/>\nbahwa Ia yang menciptakan manusia,<br \/>\nsejak semula menjadikan mereka pria dan wanita?<br \/>\nDan Ia bersabda,<br \/>\nSebab itu pria akan meninggalkan ayah dan ibunya,<br \/>\ndan bersatu dengan isterinya,<br \/>\nsehingga keduanya itu menjadi satu daging.<br \/>\nDemikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.<br \/>\nKarena itu apa yang telah dipersatukan Allah,<br \/>\ntidak boleh diceraikan manusia.&#8221;<\/p>\n<p>Kata mereka kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Jika demikian,<br \/>\nmengapa Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai<br \/>\njika orang menceraikan isterinya?&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Karena ketegaran hatimu<br \/>\nMusa mengizinkan kalian menceraikan isterimu,<br \/>\ntetapi sejak semula tidaklah demikian.<br \/>\nTetapi Aku berkata kepadamu,<br \/>\n&#8216;Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah,<br \/>\nlalu kawin dengan wanita lain, ia berbuat zinah&#8217;.&#8221;<\/p>\n<p>Maka murid-murid berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri,<br \/>\nlebih baik jangan kawin.&#8221;<br \/>\nAkan tetapi Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Tidak semua orang dapat mengerti perkataan ini,<br \/>\nhanya mereka yang dikaruniai saja.<br \/>\nAda orang yang tidak dapat kawin<br \/>\nkarena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya,<br \/>\ndan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain;<br \/>\ndan ada orang yang membuat dirinya demikian<br \/>\nkarena kemauannya sendiri, demi Kerajaan Surga.<br \/>\nSiapa yang dapat mengerti, hendaklah ia mengerti.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n****************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cApa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.\u201d (Mat 19: 6)<\/p>\n<p>Salah seorang sahabat belum lama ini memperingati 30 tahun pernikahannya. Sebenarnya, tahun-tahun awal kehidupan pernikahannya telah menjadi \u201cneraka\u201d baginya. Disiksa secara fisik, emosional, dan spiritual oleh istrinya, dia telah menderita dan menanggung beban itu melalui masa-masa kelam.<\/p>\n<p>Apakah dia pernah mempertimbangkan untuk bercerai? Tentu saja; tapi baginya, perceraian bukanlah sebuah pilihan. Walau sulit, dia belajar memahami bahwa istrinya memiliki masa kecil yang penuh dengan kekerasan yang tampaknya tercermin dalam hubungan mereka. \u201cTuhan telah membawanya kepada saya sebagai pasangan hidup. Oleh karena itu, saya mencoba yang terbaik untuk memahaminya, dan terus mengusahakan hubungan kami, tetapi tidak ada perceraian, karena itu bukan kehendak Tuhan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di dalam dirinya saya melihat kesetiaan Yahweh terhadap Yerusalem yang tidak setia, seperti yang dikisahkan oleh Yehezkiel dalam bacaan pertama hari ini. Kendati ketidaksetiaan Yerusalem, Yahweh bersabda, \u201cAku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu dan Aku akan meneguhkan bagimu perjanjian yang kekal,\u201d (Yeh 16: 60). Ketika pernikahan menjadi semakin rapuh di dunia saat ini, marilah kita berdoa untuk kesetiaan janji para pasangan suami istri. Kita doakan keluarga-keluarga yang sedang mengalami kesulitan, agar Tuhan hadir di tengah-tengah mereka menuntun mereka melalui masa-masa sulit.<\/p>\n<p>Tuhan, nama-Mu adalah KASIH. Setiap orang yang mengasihi mengenal-Mu dan setiap orang yang tidak mengasihi tidak akan pernah mengenal-Mu. Jauhkanlah kami dari keinginan untuk memisahkan apa yang telah Engkau satukan: suami dan istri, orang tua dan anak-anak mereka, Putra-Mu dan Gereja-Mu, sahabat-sahabat dalam suka dan duka. Biarlah mereka semua hidup dalam kasih-Mu yang kreatif dan abadi. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi. Mari berdoa bagi keluarga-keluarga kita. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"P1b7QJfONA\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/tuhan-pusat-hidup-keluarga\/\">TUHAN PUSAT HIDUP KELUARGA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;TUHAN PUSAT HIDUP KELUARGA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/tuhan-pusat-hidup-keluarga\/embed\/#?secret=Yz8uYxsyBt#?secret=P1b7QJfONA\" data-secret=\"P1b7QJfONA\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 16 Agustus 2024 Matius 19:5-6 (Mat 19:3-12) \u201dDan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-56960","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/56960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=56960"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/56960\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56961,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/56960\/revisions\/56961"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=56960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=56960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=56960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}