{"id":56813,"date":"2024-08-14T20:08:29","date_gmt":"2024-08-14T13:08:29","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=56813"},"modified":"2024-08-14T20:08:30","modified_gmt":"2024-08-14T13:08:30","slug":"kamis-15-agustus-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=56813","title":{"rendered":"Kamis, 15 Agustus 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 78:7<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hendaklah kita menaruh kepercayaan kepada Allah, dan jangan melupakan karya-karya-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setiap kali kita berdoa \u2018Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami\u2019. Injil menunjukkan sejauh mana hal itu berlaku. Bila kita tidak memaafkan dengan tulus, maka kita pun akan menangani hal yang sama, seperti yang dialami hamba yang kejam terhadap temannya. Bila kita tidak memaafkan dengan tulus, maka doa kita pun tidak jujur dan tak berhimpun atas nama Yesus. Kita akan menjadi penipu dan hamba mata.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa: Allah Bapa maharahim, kami mohon berilah kami Roh-Mu, agar kami tak jemu-jemunya saling mengampuni. Ajarilah kami menaruh belas kasih kepada siapa pun yang kami jumpai di mana saja. Demi Yesus Kristus \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yehezkiel 12:1-2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBerjalanlah seperti orang buangan di depan mereka pada siang hari.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan bersabda kepadaku, \u201cHai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak melihat. Mereka mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar, sebab mereka itu kaum pemberontak. Maka engkau, hai anak manusia, siapkanlah bagimu barang-barang seperti seorang buangan, dan berjalanlah seperti orang buangan di hadapan mereka pada siang hari. Berangkatlah dari tempatmu sekarang ini ke tempat lain seperti seorang buangan di depan mata mereka. Barangkali mereka akan insyaf bahwa mereka adalah kaum pemberontak. Bawalah barang-barangmu itu ke luar seperti barang-barang seorang buangan pada siang hari di depan mata mereka. Dan engkau sendiri harus keluar pada malam hari di depan mata mereka, seperti seseorang yang harus keluar dan pergi ke pembuangan. Di depan mata mereka buatlah sebuah lubang, dan keluarlah dari situ. Di depan mata mereka taruhlah barang-barangmu di atas bahumu, dan bawalah itu ke luar pada malam gelap. Engkau harus menutupi mukamu, sehingga engkau tidak melihat tanah. Sebab Aku membuat engkau menjadi lambang bagi kaum Israel.\u201d Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku: Aku membawa pada siang hari barang-barang seperti perlengkapan seorang buangan, dan pada malam hari aku membuat lubang di tembok dengan tanganku; pada malam gelap aku ke luar dan di hadapan mata mereka aku menaruh barang-barangku ke atas bahuku. Keesokan harinya turunlah sabda Tuhan kepadaku, \u201cHai anak manusia, bukankah kaum Israel, kaum pemberontak itu bertanya kepadamu, \u2018Apakah yang kaulakukan ini?\u2019 Katakanlah kepada mereka, beginilah sabda Tuhan Allah, \u2018Ucapan ilahi ini mengenai raja di Yerusalem dan seluruh kaum Israel yang tinggal di sana\u2019. Katakanlah, \u2018Aku menjadi lambang bagimu. Seperti yang Kulakukan ini, begitulah akan berlaku bagi mereka; sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan. Dan raja mereka akan menaruh barang-barangnya ke atas bahunya pada malam gelap, dan akan pergi ke luar. Orang akan membuat sebuah lubang di tembok supaya baginya ada jalan ke luar, ia akan menutupi mukanya supaya ia tidak melihat tanah itu\u2019.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 78:56-57.58-59.61-62<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.<em>&nbsp;Janganlah kita melupakan karya-karya Allah.<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Mereka mencobai dan memberontak terhadap Allah, Yang Mahatinggi, dan tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Nya, mereka murtad dan berkhianat seperti moyang mereka, mereka menyimpang seperti busur yang tak dapat dipercaya.<\/li>\n\n\n\n<li>Mereka menyakiti hati Allah dengan mendirikan bukit-bukit pengurbanan, membuat Dia cemburu karena patung-patung pujaan mereka. Mendengar hal itu, Allah menjadi geram, Ia menolak Israel sama sekali.<\/li>\n\n\n\n<li>Ia membiarkan andalan-Nya tertawan, membiarkan kebanggaan-Nya jatuh ke tangan lawan; Ia membiarkan umat-Nya dimangsa pedang, dan murkalah Ia terhadap milik pusaka-Nya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>U :&nbsp;<em>&nbsp;Alleluya, alleluya<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>S : (Mzm 119:135)&nbsp;&nbsp;<\/strong><strong><em>Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 18:21 \u2013 19:1<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAku berkata kepadamu, \u2018Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali kalian harus mengampuni.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata, \u201cTuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadapku? Sampai tujuh kalikah?\u201d Yesus menjawab, \u201cBukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.\u201d Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi utangnya, raja lalu memerintahkan supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual untuk membayar utangnya. Maka bersujudlah hamba itu dan menyembah dia, katanya, \u201cSabarlah dahulu, segala utangku akan kulunasi.\u201d Tergeraklah hati raja oleh belas kasih akan hamba itu sehingga hamba itu dibebaskannya, dan utangnya pun dihapusnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berutang seratus dinar kepadanya. Kawan itu segera ditangkap dan dicekik, katanya, \u201cBayarlah utangmu!\u201d Maka sujudlah kawan itu dan minta kepadanya, \u201cSabarlah dahulu, utangku itu akan kulunasi.\u201d Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya ke dalam penjara sampai semua utangnya ia lunasi. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih, lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Kemudian raja memerintahkan memanggil orang itu dan berkata kepadanya, \u201cHai hamba jahat! Seluruh utangmu telah kuhapuskan oleh karena engkau memohonnya. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?\u201d Maka marahlah tuannya dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo, sampai ia melunasi seluruh utangnya. Demikian pula Bapa-Ku di surga akan berbuat terhadapmu, jika kalian tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu. Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya berangkatlah Ia dari Galilea, dan tiba di daerah Yudea, di seberang Sungai Yordan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah Sabda Tuhan&nbsp;<br>U. Terpujilah Kristus<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Valentinus Teja Anthara SCJ&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Valentinus Teja Anthara scj dari Komunitas SCJ \u2013 Rumah Damai Dehon, Palembang,&nbsp; Indonesia, dalam Resi \u2013 renungan singkat \u2013 dehonian edisi hari Kamis \u2013 tanggal lima belas&nbsp; \u2013 Agustus \u2013 tahun dua ribu dua puluh empat \u2013 pekan biasa ke delapan belas,&nbsp; \u2013 Semoga anda dalam keadaan sehat, sejahtera dan bahagia.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi yang dikasihi Tuhan. Injil hari ini bertema soal pangampunan. Kisah diawali oleh pertanyaan Petrus. \u201cTuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?\u201d. Dari pertanyaan ini Petrus bertindak sudah luar biasa dari kebiasaan yang terjadi pada jaman itu. Namun Petrus membatasi juga pengampunan sebanyak tujuh kali. Anggapannya bahwa ia telah melakukan kebenaran karena telah melebihi tradisi Yahudi saat itu. Tradisi pengampunan dalam tradisi Israel hanya sebatas tiga kali.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan Petrus menjadi sangat penting, karena upah dosa adalah maut. Dia sadar betul bahwa dosa memisahkan kita dari Allah, Sang Pencipta. Dosa&nbsp; menjadikan kita terpisah dengan sumber kehidupan kekal.&nbsp; Dosa tidak hanya menyebabkan kerusakan jasmani kita. Dosa juga dapat mengakibatkan kematian rohani kita, yakni&nbsp; kehilangan janji kehidupan kekal dari Allah. Dosa harus kita perhitungkan nanti saat menghadap pengadilan Kristus. Didalamnya &nbsp;setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai yang dilakukannya dalam hidupnya, baik maupun yang jahat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi terkasih. Jawaban Yesus diluar dari pikiran Petrus. \u201cBukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali\u201d. Dari Sabda lewat perumpamaan ini, ditegaskan bahwa yang terpenting bukanlah soal kuantitas. Bukan &nbsp;jumlah pengampunan yang kita berikan kepada orang lain. &nbsp;Bagi Yesus, pengampunan itu lebih mengenai kualitas. Hal ini terungkap dalam nasihat-Nya agar para murid mengampuni saudara-saudara mereka dengan segenap hati. Mungkin berkali-kali kita berbuat salah, atau gagal mengerti dan mengikuti Firman Tuhan. Ketika kita datang kepada Tuhan untuk meminta pengampunan<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ia selalu berikan kesempatan baru bagi kita. Lalu Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang raja yang mengadakan perhitungan utang pada hamba-hambanya dan didapati seorang yang berutang sebanyak sepuluh ribu talenta. Hamba itu memohon dan sang raja tergerak hatinya oleh belas kasihan, lalu menghapus semua utang hambanya itu. Namun, hamba itu tidak melakukan hal yang sama kepada orang yang berutang kepadanya; ia malah memasukkan orang itu ke dalam penjara. Raja yang tadi membebaskannya dari utang menjadi marah sehingga memberinya hukuman yang sebelumnya sudah dihapus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi yang terkasih.Yesus Kristus telah menjadi teladan dalam mengampuni. Ia rela menderita, memikul segala beban dosa manusia, demi keselamatan manusia. Ia melakukannya dengan tulus dan ikhlas tanpa menuntut imbalan. Ia taat pada perintah Bapa, bahkan taat sampai mati di kayu salib. Demikian pulalah Ia menghendaki kita memberi pengampunan itu kepada orang-orang yang menyakiti hati kita. Iklhas, tanpa batas, tanpa perhitungan, seperti kita memohon pengampunan kepada Bapa.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bagi kita, mengampuni kesalahan yang menyakitkan hati kita, apalagi yang sudah berjalan begitu lama, tentulah hal yang sangat sukar dilakukan.Tidak sedikit yang gagal mengampuni orang lain karena merasa terlalu sulit dan tidak mungkin. Karena fokusnya adalah kesalahan orang lain itu. Belajarlah mengampuni seperti yang diajarkan oleh Jesus ini; \u201cMengampuni seperti Allah Mengampuni\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat yang terkasi. Semoga kerendahan Hati Kudus Yesus menjadi teladan bagi hidup kita dalam memberi pengampunan. Sehingga kedamaian dan kebahagiaan terjadi dalam hidup kita. Tuhan memberkati. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha penyayang, tanamlah belas kasih-Mu dalam hati kami, setiap kali kami mengenangkan Putra-Mu yang merupakan belas kasih-mu yang menjelma bagi kami semua. Dialah \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Matius 18:32-33<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Seluruh utangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonnya. Bukankah engkau pun harus mengasihi kawanmu sebagaimana aku telah mengasihani engkau?<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, kami bersyukur, sebab berkat belas kasih-Mu Engkau selalu memberi harapan baru. Kami bersyukur pula karena Roh-Mu yang kudus selalu menghidupi kami. Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Kamis-15-Agustus-2024-oleh-Rm.-V.-Teja-Anthara-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">Resi-Kamis 15 Agustus 2024 oleh Rm. V. Teja Anthara SCJ dari Komunitas SCJ Seminari St. Paulus Palembang Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/08\/14\/kamis-15-agustus-2024-hari-biasa-pekan-xix\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/08\/14\/kamis-15-agustus-2024-hari-biasa-pekan-xix\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=56813-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_3221\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-56813-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Kamis-15-Agustus-2024-oleh-Rm.-V.-Teja-Anthara-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Kamis-15-Agustus-2024-oleh-Rm.-V.-Teja-Anthara-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Kamis-15-Agustus-2024-oleh-Rm.-V.-Teja-Anthara-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Kamis-15-Agustus-2024-oleh-Rm.-V.-Teja-Anthara-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=56813-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Resi-Kamis-15-Agustus-2024-oleh-Rm.-V.-Teja-Anthara-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Kamis-15-Agustus-2024-oleh-Rm.-V.-Teja-Anthara-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 78:7 Hendaklah kita menaruh kepercayaan kepada Allah, dan jangan melupakan karya-karya-Nya. PENGANTAR: Setiap kali kita berdoa \u2018Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami\u2019. Injil menunjukkan sejauh&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-56813","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/56813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=56813"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/56813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56815,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/56813\/revisions\/56815"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=56813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=56813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=56813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}