{"id":5676,"date":"2015-08-21T20:45:05","date_gmt":"2015-08-21T13:45:05","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=5676"},"modified":"2015-08-21T20:45:05","modified_gmt":"2015-08-21T13:45:05","slug":"sabtu-22-agustus-2015","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=5676","title":{"rendered":"Sabtu, 22 Agustus 2015"},"content":{"rendered":"<div class=\"idx_kal_perayaan\">Peringatan Wajib<br \/>\nSP Maria, Ratu<\/div>\n<div class=\"idx_kal_perayaan\"><\/div>\n<div class=\"idx_kal_alkitab\">\n<div><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Rut2:1-3;Rut2:8-11;Rut4:13-17;\" target=\"_blank\">Rut. 2:1-3,8-11;4:13-17<\/a>; <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mzm128:1-2;Mzm128:3;Mzm128:4;Mzm128:5;\" target=\"_blank\">Mzm. 128:1-2,3,4,5<\/a>; <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mat23:1-12;\" target=\"_blank\">Mat. 23:1-12<\/a><br \/>\nBcO <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Ef4:1-16;\" target=\"_blank\">Ef. 4:1-16<\/a><\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"idx_kal_pakaian\">\n<div>warna liturgi Putih<\/div>\n<\/div>\n<div><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/?powerpress_pinw=4958-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/div>\n<div>\n<p class=\"style138\" align=\"justify\"><span class=\"style139\">Santo Simforianus, Martir <\/span><\/p>\n<p class=\"style138\" align=\"justify\">Di kota Autun, Prancis pada masa penjajagan Romawi, setiap tahun biasanya diselenggarakan perarakan besar untuk menghormati dewi Cybele. Patung dewi itu diusung mengelilingi kota. Di antara khalayak ramai yang berdiri di sepanjang jalan kota untuk memberi hormat dan sujud-sembah kepada sang dewi yang lewat, ada juga seorang pemuda tak dikenal yang tetap berdiri tegak dengan sikap sinis. Ia tidak sudi memberikan sikap hormat dan sujud-sembah seperti yang dilakukan orang banyak itu. Sikapnya ini menimbulkan pertanyaan dan curiga dalam hati banyak orang. Tak lama kemudian, ia ditangkap dan dihadapkan ke pengadilan Prefek kota Autun. Atas pertanyaan Prefek, pemuda itu dengan tegas menjawab: \u201cNamaku Simforianus. Aku seorang Kristen.\u201d<\/p>\n<p class=\"style138\" align=\"justify\">Pada waktu itu jumlah orang Kristen sangat sedikit, sehingga tidaklah mengherankan kalau prefek itu tidak memahami maksud kata-kata Simforianus itu. Prefek yang mengira bahwa Simforianus belum mengetahui semua peraturan kaisar, menyuruh orang membacakan peraturan kaisar mengenai penyembahan kepada dewi Cybele. Seusai pembacaan itu, Simforianus dengan lantang berkata: \u201cSemua perintah itu sudah aku tahu, tetapi aku harus lebih menaati perintah Tuhanku Yesus Kristus, Raja segala raja\u201d, selanjutnya untuk menantang sang prefek, Simforianus berkata: \u201cBerikan kepadaku sebuah palu, maka aku akan menghancrukan dewimu itu. Aku mau melihat apakah perbuatanku atas dewimu itu akan mengakibatkan malapetaka besar atas seluruh rakyat kota ini.\u201d<\/p>\n<p class=\"style138\" align=\"justify\">Perkataan berani itu menyebabkan amarah hebat sang prefek. Simforianus segera dibelenggu, didera lalu kemudian dipenjarakan. Setelah beberapa hari mendekam di penjara, ia dikeluarkan dan digiring ke tempat pembunuhan. Penderitaan yang hebat yang ditimpakan atas dirinya membuat badannya lemah dan wajahnya pucat pasi. Namun Simforianus tetap girang dan tetap tegak berdiri. Ketika tiba di tempat pembunuhan itu, ibunya berseru: \u201cVita non tollitur sed mutatur!\u201d yang artinya \u201cHidup tidak dicabut melainkan hanya diubah!\u201d. Simforianus dibunuh dengan menggunakan pedang para algojo kafir. Ia kemudian dihormati sebagai seorang martir Kristus.<\/p>\n<p class=\"style138\" align=\"justify\">Sumber<br \/>\nhttp:\/\/imankatolik.or.id\/kalender\/22Agu.html<br \/>\nhttp:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/FJ2015-08-22-Ayah-Pemimpin-yang-Melayani-DANIEL-SISKA.mp3<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_2926\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-5676-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/FJ2015-08-22-Ayah-Pemimpin-yang-Melayani-DANIEL-SISKA.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/FJ2015-08-22-Ayah-Pemimpin-yang-Melayani-DANIEL-SISKA.mp3\">http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/FJ2015-08-22-Ayah-Pemimpin-yang-Melayani-DANIEL-SISKA.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/FJ2015-08-22-Ayah-Pemimpin-yang-Melayani-DANIEL-SISKA.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=5676-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/FJ2015-08-22-Ayah-Pemimpin-yang-Melayani-DANIEL-SISKA.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"FJ2015-08-22-Ayah-Pemimpin-yang-Melayani-DANIEL-SISKA.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peringatan Wajib SP Maria, Ratu Rut. 2:1-3,8-11;4:13-17; Mzm. 128:1-2,3,4,5; Mat. 23:1-12 BcO Ef. 4:1-16 warna liturgi Putih Santo Simforianus, Martir Di kota Autun, Prancis pada masa penjajagan Romawi, setiap tahun biasanya diselenggarakan perarakan besar&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5627,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-5676","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/LOGO-APP-dan-TAHUN-SYUKUR-2015-KAJ.jpg.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5676"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5676\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5679,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5676\/revisions\/5679"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}